Jangan Jadi Pria Lembek Di Depan Wanita

 | Mikael | 0 komentar.

Secara umum, kita sudah tahu bahwa seorang wanita tidak tertarik pada pria-pria ngarep penyembah yang ada di sekitarnya. Bila Anda hadir sebagai pria yang penuh kekuatan dan keteguhan, Anda secara otomatis langsung ada di kotak yang berbeda dengan pria-pria tersebut. Saat pria-pria tersebut meninggalkan dominasi prianya dan berlutut ngarep menjadi supplier bagi sang wanita pujaan, jelas dengan menjadi pria dominan Anda sedang menjalani peran yang berbeda. Anda langsung jadi menarik.

Salah satu kesalahan besar seorang pria di masa pendekatan adalah terlalu khawatir gagal, sehingga akhirnya memberikan fokus berlebihan terhadap pendapat wanita yang dia dekati tentang dirinya. Contoh: Seorang wanita berkata dia kesal karena Anda goda, maka Anda langsung meminta maaf dan berhenti menggodanya selamanya.

Salah satu karakteristik seorang pria dominan adalah pria yang mengerti bahwa ada perbedaan mendasar antara komunikasi verbal dan non verbal. Bila Anda melihat dia berkata kesal karena ledekan Anda, sambil tersenyum dan menepuk lengan Anda dengan playful, maka tidak perduli sekontradiktif apapun kata yang keluar dari mulutnya, jelas itu adalah undangan untuk bermain lebih jauh dengannya. Pria dominan tidak akan ragu untuk mengambil inisiatif dan melakukan manuver romansa terhadapnya.

Untuk lebih menampilkan sisi dominan Anda dalam interaksinya, coba lakukan hal-hal berikut saat sedang bersamanya:

  • Menyatakan ketidaksetujuan pada pendapatnya (yang memang bertentangan dengan prinsip Anda tentunya! Bukan sok mendebat tidak setuju.)
  • Memulai dan menentukan topik pembicaraan
  • Berinisiatif menentukan perpindahan tempat dalam kencan
  • Melemparkan godaan-godaan yang playful (tanpa merendahkan)
  • Melakukan eskalasi sentuhan. Misalnya: menggandeng tangannya, menepuk tangannya, mengelap keningnya
  • Menceritakan salah satu cerita masa lalu Anda yang memalukan namun ditutup dengan pesan moral yang sangat positif
  • Menunjukkan ketidaksetujuan pada orang-orang yang mencoba melangkahi Anda (termasuk dirinya). Misalnya: melontarkan protes pada pria lain yang memotong antrian bioskop Anda.

Pria dilahirkan untuk menjadi dominan. Dengan menjadi pria dominan Anda menunjukkan bahwa wanita di sekitar Anda dapat merasa aman terlindungi, nyaman dan tidak perlu pegang kendali. Saat seorang wanita merasakan hal tersebut, secara insting dia tidak akan bisa menahan diri untuk tertarik pada Anda. Silakan mencoba dan jangan cari saya bila Anda jadi dikejar-kejar wanita.

About The Author

Mikael

Mikael adalah chief editor dari Kelas Cinta. Cinta itu seperti Twitter. Nggak pernah ngobrol, masa berharap difollow? Nggak pernah bergaul, masa berharap dapet jodoh? Follow akun twitternya di @MikaelHS

Tampilkan semua artikel yang ditulis oleh Mikael

Pernah punya pengalaman serupa? Atau pendapat kamu sendiri? Yuk berbagi dengan yang lain.

Back to Top