Menjadi Jomblo, Salah?

Peaceful woman relaxing at home with cup of tea

Di masa sekarang, menjadi jomblo terkesan menyedihkan. Didukung dengan berbagai gambar dan quote-quote yang mengisahkan betapa sedihnya jadi jomblo.

download (10)

Pengaruh gambar dan pandangan sosial mengenai jomblo pada akhirnya sampai ke pribadi masing-masing. Muncul perasaan takut sendiri dan anggapan menjadi jomblo itu salah. Padahal, belum tentu apa yang mereka pikirkan benar. Memang kenapa menjadi jomblo? Nggak boleh?

Banyak yang melewatkan hal bahwa lebih baik menjadi jomblo daripada terikat hubungan yang nggak sehat. Mengapa harus bangga memiliki pasangan yang setiap hari membuatmu menangis? Mengapa harus mencibir status jomblo padahal hubungan kamu pun nggak jelas statusnya apa?

Tentu masih ada pertanyaan-pertanyaan logis lainnya, tapi nggak perlu dijabarkan disini, terlalu panjang, hehe.

Seakan-akan semua orang berlomba mempunyai pacar, entah siapa yang dekat, bagaimana orangnya, yang penting punya pacar. Sendirian (atau lama-lama sendiri) itu nggak enak.

Benar, sendiri bukanlah sebuah keadaan yang menyenangkan. Tapi apakah perasaan cinta dan kesendirian hanya dapat diusir dengan memiliki pacar? Nggak selalu.

Content continue below...

Selalu ada keluarga dan teman untuk kamu berpulang. Ya, berpulang dari cinta yang salah. Jangan lupakan keberadaan orang tua, kakak-adik, dan sahabat-sahabat yang selalu menemanimu, sebelum kamu memiliki pasangan. Tenang saja, selama kamu mampu bergaul dengan siapa pun dan menjaga persaudaraan dengan baik, kamu nggak akan merasa sendiri.

Buka mata buka hati, putus dan menjadi jomblo bukanlah sesuatu yang buruk. Yang membuat buruk itu tertutupnya pikiranmu sendiri mengenai status jomblo.

Saat menyandang status jomblo, sebaiknya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menyiapkan diri untuk sebuah cinta yang baru. Menjadi bahagia, itu yang terpenting. Ketika orang lain melihatmu tersenyum senang menjalani kehidupan, mereka akan tertarik dan ikut senang juga. Maka kamu pun menyebarkan cinta untuk orang lain. Bukankah istimewa?

Ingat istilah “Jojoba” atau “Ijo Lumut”? “Jomblo-jomblo bahagia” dan “Ikatan jomblo lucu dan imut”. Lalu yang paling spesial, status “High Quality Jomblo”. Jomblo berkualitas tinggi. Keren ‘kan?

Untuk kamu yang merasa takut jomblo, atau yang sedang jomblo namun merasa sedih, bangkitlah. Open your eyes, banyak hal yang mampu membuatmu bahagia, banyak hal lain yang lebih penting untuk dilakukan ketimbang terpuruk karena sebuah status, jomblo.

 

Share Your Thoughts