5 Ekspektasi Realistis yang Berhak Kamu Minta ke Pasangan

ekspektasi realistis kelas cinta

Zaman sekarang, banyak orang yang mengeluh pasangan mereka terlalu manja, needy, atau high maintenance. Kira-kira, apa sih sikap-sikap yang sebenarnya mendefinisikan needy dan high maintenance tersebut? Terlalu banyak menuntut? Posesif? Cemburuan? Dan seperti apa sih ekspektasi realistis yang berhak kamu minta ke pasangan?

Memiliki ekspektasi realistis sangatlah diperlukan agar kamu memiliki batasan diri yang sehat dalam hubungan. Yakni dengan meminta pasangan memperlakukanmu dengan standar tertentu, menegur dia saat melakukan kesalahan padamu, dan membela dirimu ketika kamu merasa tersakiti.

Meski begitu, kamu tetap harus hati-hati dalam menetapkan standar dan ekspektasi pada pasangan. Jangan sampai kebutuhanmu justru merusak batasan diri dan kebahagiaan pasangan, akibatnya hubungan kalian akan berubah abusive. Agar kamu tahu batasannya, berikut ini adalah beberapa ekpektasi realistis yang berhak kamu tuntut pada pasangan.

1. Meminta Pasangan Memahami Perasaan Kamu

StockSnap_AR82Q7XE5X
via Stocksnap

Pasangan bukanlah yang terbaik buatmu kalau dia sering menggerutu atau malas mendengarmu saat kamu curhat padanya. Membicarakan perasaan satu sama lain sangatlah penting dalam hubungan, meski rasanya sulit sekali untuk dilakukan. Jika pasangan justru marah-marah karena kamu ingin curhat hingga kamu harus meminta maaf padanya, berarti kamu sedang mengalami hubungan abusive secara emosional.

2. Meminta Pasangan Melakukan Usaha Untuk Kamu

StockSnap_3RJ3FJ26PG
via Stocksnap

Pasangan tidak perlu bersikap romantis ala film drama demi kamu. Setidaknya, dia sudah melakukan usaha dan kontribusi yang membuat kamu betah, bahagia, dan merasa disayangi dalam hubungan. Dari menjawab panggilan kamu, menghibur kamu saat sedih, merayakan kesuksesan kamu, dan lain sebagainya.

3. Mengekspresikan Fantasi Terpendam Kamu di Ranjang

StockSnap_ZO9X383X6O
via Stocksnap

Kamu berhak mendapatkan kepuasan di ranjang bersama pasangan. Kalau hanya pasangan saja yang puas, itu tidak adil buat kamu. Meski kamu tidak boleh memaksa pasangan melakukan hal yang tidak dia inginkan, kamu berhak meminta dan mengkomunikasikan kebutuhan kamu padanya. Kamu tidak perlu merasa bersalah meminta pasangan mempertimbangkan dan menyanggupi fantasi kamu, kok!

Content continue below...

4. Mengharapkan Bantuan Dari Pasangan

StockSnap_A4N08CMZ46
via Stocksnap

Selama pasangan bisa mengharapkan bantuan juga dari kamu, kamu juga berhak meminta bantuan dari pasangan di saat kamu kesusahan. Meminta ditemani belanja setelah kamu menemani dia nonton, meminta dijemput lalu mentraktir dia makan, atau ditemani ke pesta teman setelah kamu menemani dia ke acara kantor. Selama ada timbal balik yang seimbang, kenapa tidak? Saling membantu justru membuat kalian makin sayang pada satu sama lain, bukannya membuat kalian makin needy atau manja!

5. Mengharapkan Pasangan Memberikan Kontribusi yang Seimbang Dalam Hubungan Juga Termasuk Ekspektasi Realistis

StockSnap_N70FT75AUQ
via Stocksnap

Biasanya, dalam hubungan, salah satu pihak akan merasa disia-siakan karena dia memberi lebih banyak daripada pasangannya. Jadi, ekspektasi realistis kamu yang mengharapkan pasangan mau membantu kamu, mengambil inisiatif saat mengobrol, dan mengekspresikan cintanya sesering kamu sangatlah wajar, kok!  Di sisi lain, kamu juga berhak meminta pasangan untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak membuat kamu nyaman.

Sebenarnya, hal ini bukan tentang siapa yang memberi lebih banyak atau sedikit. Melainkan, menentukan sebatas mana kamu menginginkan pasangan berkontribusi untuk kamu.

Sebelum kamu menuntut pasangan berkontribusi lebih banyak untuk kamu, pikirkan dulu apa saja yang ingin kamu dapatkan dari pasangan? Apakah dia harus menambah atau justru mengurangi intensitas perhatiannya pada kamu?

Selalu komunikasikan kebutuhan kamu dengan jelas. Dan jangan lupa dengarkan juga ekspektasi realistis pasangan, karena hubungan yang seimbang adalah pasangan yang mau mendengarkan dan memenuhi ekspektasi realistis satu sama lain.

Share Your Thoughts