Untuk Wanita yang Tubuhnya Diinginkan Pria, Baca Ini Sebelum Salah Langkah

photo-1518973409537-58595e15dc38

“Aku heran deh, kenapa sih semua cowok sama aja? Mereka cuma mau badanku doang. Mereka nggak liat hati aku.”

Beberapa hari lalu, teman saya Exxxxy mengirimkan pesan tersebut via messenger. Karena malas membalasnya dengan texting, semalam saya mengajaknya bertemu dan mendengarkan ceritanya secara langsung. Berikut versi lengkapnya:

“Aku berkenalan dengan seorang pria di Tinder, sebut saja namanya P. Dia intens berkomunikasi denganku dalam lima hari pertama. Semua media kami gunakan, mulai dari texting sampai video call. Pada hari keenam, dia mengajakku kopi darat. Karena tidak menaruh curiga apapun, kuizinkan dia menjemputku. Kami makan sate kelinci di daerah atas sampai larut malam. Tiba-tiba dia mengajakku menginap di hotel. Aku ‘terpaksa’ menuruti permintaannya karena kecerobohanku yang tidak membawa kendaraan sendiri. Disitulah akhirnya dia mencoba meraba, mencium, dan memaksaku berhubungan badan. Aku hanya bisa berkata tidak dan menolaknya terus-menerus sampai dia lelah dan membiarkanku. Pasca kejadian tersebut, dia memutus semua akses komunikasi diantara kami. Aku sedih. Aku suka dia. Tapi dia hanya menginginkan badanku saja. Apa yang harus kulakukan supaya dia bersedia berkomunikasi denganku lagi?”

Teman saya diam menahan air mata. Raut wajahnya terlihat amat muram. Tergambar jelas betapa kecewanya dia kepada pria tersebut, juga kepada dirinya sendiri. Saya hanya bisa memeluk dan membelai rambut sebahunya yang hitam legam dan menunggunya kembali stabil.

Saya pernah ada di posisinya, dulu, bertahun-tahun lalu. Saya menghakimi pria sebagai makhluk termesum sejagat raya yang otaknya selalu dipenuhi seks tanpa sedikitpun melihat ketulusan cinta seorang wanita. Hingga akhirnya saya mengkotak-kotakkan cinta dan nafsu menjadi 2 hal berbeda dan terpisahkan. Ketika ada pria yang mengajak berhubungan seks tanpa komitmen, maka dia tidak akan pernah membawa saya ke hubungan yang serius. Bila tulus mencintai saya, dia tidak akan berpikir seks sekalipun sebelum kami menikah.

Apa yang kami (saya dan Exxxxy) pikirkan merupakan gambaran kecil dari persepsi wanita pada umumnya, salah satunya Anda. Banyak stereotip yang menyudutkan pria seperti:

  1. Pria hanya memikirkan seks dalam hidupnya
  2. Pria takut berkomitmen
  3. Pria tidak serius
  4. Pria suka mempermainkan wanita
  5. Pria adalah playboy
  6. Pria suka berbohong
  7. Pria hobi selingkuh

Saya yakin, Anda bisa menambahkan poin lebih banyak dari 7 daftar yang melekat di tubuh pria selain yang sudah saya sebutkan di atas. Benarkah pria memang seburuk itu? Atau sesungguhnya mereka hanyalah ‘korban’ dari kedunguan seorang wanita dalam bermain romansa?

Pria tertarik pada fisik sebelum menyelami wanita lebih dalam

Pria adalah makhluk visual. Mereka tertarik dengan objek yang indah. Wajah simetris, rambut sehat, tubuh jam pasir, kaki jenjang, bokong bulat, hampir semua pria menyukai objek tersebut. Pada saat berkenalan dengan wanita, secara tidak sadar, mereka melakukan pemindaian dari atas sampai bawah. Bila mereka menemukan beberapa bagian yang menarik, instingnya seketika memberi sinyal untuk segera membawa wanita tersebut ke atas ranjang.

The Male Brain menyebutkan bahwa otak pria memiliki Medical Preoptic Area (MPOA) 2,5 kali lebih luas daripada wanita. Ini merupakan area “pengejaran seksual” yang ditemukan di hypotalamus. Pria membutuhkan ini untuk memulai ereksi. Hormon testosteron ikut mempengaruhi ‘otak seks’ pria dewasa, yaitu tertarik mencari partner seksual dan berfokus kepada wanita bertubuh subur dan berisi (montok)[1]. Mereka menginginkan seks pada awalnya, sedangkan cinta dan hubungan baru ‘mungkin’ akan mengikuti setelahnya.

Inilah salah satu penyebab mengapa hubungan Anda dengannya hanya berakhir di ranjang, karena otak pria memang didesain untuk lebih memikirkan seks. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menggiring dan membawanya ke hubungan. Anda bisa. Sangat bisa.

Mengapa wanita jatuh cinta setelah berhubungan seksual dengan pria?

Beberapa wanita berpikir bahwa dengan mengiyakan ajakan pria untuk bersetubuh, berangsur-angsur pria tersebut jatuh hati padanya. Bahkan, ada yang rela menunggu bertahun-tahun menjadi teman tidur atau selingkuhan, demi sebuah pengakuan dan komitmen. Namun, kenyataannya, pria tidak sama dengan wanita.

Dr Arun Ghosh, seorang dokter spesialis kesehatan seksual di Rumah Sakit Spire Liverpool melalui Dailymail menyebutkan bahwa hormon kunci yang lebih banyak dilepaskan saat berhubungan seks pada wanita adalah oksitosin, juga dikenal sebagai ‘hormon berpelukan’. Sedangkan pria lebih banyak mengeluarkan hormon dopamin (hormon ketagihan)[2].

Oksitosin berperan penting dalam meningkatkan empati wanita. Inilah alasan mengapa Anda cenderung membiarkan perasaan Anda berkembang dan jatuh cinta dengan pria setelah berhubungan seks. Di sisi lain, alih-alih mendapat lonjakan hormon ikatan, setelah orgasme pria justru menerima lonjakan kesenangan yang membuatnya ketagihan seperti efek merokok dan minum minuman keras.

Tubuh Anda tidak dirancang untuk bisa membedakan apakah Anda berhubungan seks dengan komitmen atau tidak, karena oksitosin dilepaskan secara alami dalam tubuh Anda. Disinilah masalah bermula. Anda akan sangat mudah jatuh cinta pada teman tidur Anda. Apalagi, dia masuk dalam kotak potensial partner yang sesuai dengan standar Anda. Ini juga menjadi alasan mengapa Anda merasa sangat sedih ketika hubungan jangka pendek berakhir. Anda terlanjur ngarep untuk berkomitmen dengannya.

Otak pria disebut dapat membedakan seks dan cinta, sedangkan wanita menganggap cinta dan seks saling terkait. Pria menuduh wanita berselingkuh ketika mengetahui pasangannya mengirim pesan mesra dengan pria lain. Sedangkan wanita menuduh pria berselingkuh ketika mengetahui pasangannya tidur dengan wanita lain. Perbedaan pola biologis inilah yang mempengaruhi pria dalam menentukan pasangan.

Pria takut berkomitmen

Setidaknya ada 5 tahapan yang dipikirkan pria sejak awal bertemu dengan Anda, yaitu[3]:

  1. Apakah saya tertarik untuk tidur dengannya?
  2. Apakah dia sehat?
  3. Apakah dia memiliki kepribadian yang saya sukai?
  4. Apakah dia akan memberi makan ego saya dan membuat saya terlihat baik?
  5. Apakah dia memiliki sifat keibuan?

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya pria memiliki pemikiran yang cukup kompleks saat ‘ditodong’ oleh sebuah komitmen? Ketakutan-ketakutan yang bersarang di otak mereka membuatnya berpikir berkali lipat dalam menentukan kepastian hubungan. Salah satu ketakutan terbesar pria ketika berkomitmen adalah, pria takut kehilangan kesenangan yang selama ini didapat saat mereka masih sendiri. Belum lagi trauma hubungan sebelumnya yang (mungkin) tidak sehat, memiliki riwayat tersakiti, ataupun pernah jatuh sejatuh-jatuhnya hanya karena wanita[4]. Namun, lepas dari semua ketakutan yang ada dalam diri pria, Thoughtcalaog menjelaskan: “If a man tells you he is afraid of commitment, or if he broke up with you without any closure, it’s easy to label him as a commitment phobe or an asshole. The truth may be that he is actually not that into you, and while this is a hard pill to swallow, you should accept it.”[5]

Content continue below...

Pria tertarik pada wanita yang memiliki standar

Selama ini Anda berpikir bahwa pria adalah penentu arah hubungan. Wanita hanya bisa menunggu untuk ‘ditembak’ hingga akhirnya terjalin sebuah komitmen. Wajar saja bila Anda sering merasa digantungkan oleh pria karena dia tak kunjung menyatakan perasaannya. Padahal, akar masalahnya ada di diri Anda sendiri, ladies: ANDA TIDAK MEMILIKI STANDAR.

Anda takut mengungkapkan apa yang Anda suka dan tidak suka pada pria agar dia tidak meninggalkan Anda. Anda berusaha menyenangkannya setiap saat agar dia merasa nyaman, hingga akhirnya lupa bahwa ternyata Anda sendiri tidak nyaman berada dalam hubungan tanpa komitmen. Anda tidak pernah mengeluhkan kegundahan Anda atas ketiadaan status kalian. Anda juga terkesan pasrah dan menikmati saja saat dia menginginkan tubuh Anda.

Hai, ladies. Pria adalah makhluk dangkal. Mereka tidak akan pernah mengetahui pemikiran dan perasaan Anda bila Anda tidak mengungkapkan apapun kepadanya. Pria bukanlah cenayang yang bisa membaca isi otak Anda. You need to speak up, girls. Don’t be afraid that man will leave you soon after you tell what you feel, because you have standard for yourself.

Steve Harvey dalam bukunya Act Like A Lady, Think Like A Man menjelaskan bagaimana agar Anda tahu bahwa pria mencintai Anda. Sederhana, Ia akan melakukan ketiga hal ini kepada Anda, yaitu: profess (mengakui), provide (menyediakan), and protect (melindungi)[6]. Ketika dia membawa dan mengenalkan Anda ke lingkungannya sebagai pasangannya, menyediakan dirinya agar selalu ada untuk membantu Anda, dan melindungi Anda, secara otomatis Anda telah resmi menjadi pasangannya.

Bagaimana kalau ternyata dia tak kunjung melakukan hal tersebut?

Sebagai wanita yang memiliki harga diri tinggi, saya sarankan Anda untuk segera angkat kaki sesaat setelah Anda ungkapkan apa yang selama ini Anda rasakan kepadanya. Tak perlu menyesal bila responnya tidak sesuai seperti yang diharapkan. Saatnya Anda kembali berdiri tegak dan menambah 3 bekal yang harus dimiliki saat akan memulai sebuah hubungan, yaitu:

  1. Miliki standar

Ungkapkan sejak awal apa yang Anda suka dan tidak suka, jenis hubungan seperti apa yang diharapkan terhadap semua pria yang dekat dengan Anda. Sampaikan dengan bahasa yang halus namun tidak bertele-tele. Tak perlu takut kehilangan.

  1. Miliki batasan

Tentukan kapan harus menunggu, kapan harus bertahan, kapan harus pergi. Biasanya, 3 bulan adalah waktu maksimal yang bisa Anda toleransi untuk mengamati sejauh apa hubungan Anda dengannya akan dibawa. Apakah menuju ke hubungan tanpa status, friend with benefit, hubungan dengan komitmen, atau lainnya. Bila tidak sesuai dengan tujuan Anda, silakan melenggang pergi dan mencari pria lain yang sesuai dengan standar Anda.

  1. Miliki kualitas diri

Selalu tanamkan di otak Anda supaya tidak berhenti mengembangkan diri menjadi seorang yang terbaik versi Anda sendiri. Ketika Anda berkualitas, Anda tidak akan takut kehilangan seorang pria. Anda justru yang akan menentukan siapa pria terbaik yang berhak bersanding dengan Anda.

 

REFERENSI:

[1] Louann Brizendine: The Male Brain

[2] Sex: Why It Makes Women Fall In Love – But Just Makes Men Want More

[3] The 5 Things Men Think About Everytime They Meet A Woman

[4] Here’s What Men Are Really Afraid Of In Regards To Relationships

[5] Men Who Are Afraid of Commitment Explain Why?

[6] Steve Harvey: Act Like A Lady, Think Like A Man

Share Your Thoughts