7 Pertanyaan Sebelum Memutuskan untuk Berkomitmen

berkomitmen

Ada banyak pilihan yang harus kamu hadapi dalam hidup, salah satunya adalah pasangan. Mulai dari saat kamu PDKT dengan gebetan kamu pasti memiliki pikiran apakah kamu harus menjalin hubungan dengan dia atau tidak. Hingga saat kamu sudah pacaran dan pasangan kamu telah memutuskan untuk berkomitmen, kemudian melamar kamu.

Kamu tak mungkin serta merta mengatakan iya untuk urusan yang kamu harap terjadi sekali seumur hidup kan? Apapun pilihan kamu tentang pasangan hidup, karena akan berdampak pada kehidupan kamu untuk ke depan. Kemungkinan kamu akan bingung dan ragu, apakah dia yang menjadi pasangan seumur hidup kamu atau bukan. Salah satu cara yang bisa membantu kamu sebelum memutuskan untuk berkomitmen adalah jujur dengan diri kamu sendiri, tentang siapa kamu dan bagaimana orang yang menjadi pasangan kamu? Bagaimana tentang impian kalian, kekuatan dan kelemahan masing-masing dalam menjalankan hubungan yang ada.

Sebelum kamu membuat pilihan besar terhadap pasangan, luangkan waktu untuk membaca dan menjawab pertanyaan di bawah ini.

Apakah Lingkungan Kamu Seimbang?

Jika kamu berada di tempat di mana kamu merasa seimbang dalam pekerjaan, pikiran, tubuh dan jiwa, kamu lebih mungkin untuk masuk ke dalam hubungan yang sehat, dengan orang yang sehat.

Bisakah Kamu Berdiri Sendiri?

Jika kamu bisa berdiri sendiri dalam hidup, dan tidak ketergantungan pada orang lain, kamu memasuki hubungan atas dasar persamaan dengan orang tersebut. Jadi, saat menjalani hubungan pun kamu memiliki kekuatan dalam diri sendiri sehingga tak bergantung pada pasangan. Hal ini membuat kamu dan dia menjalin hubungan yang solid dan sehat secara emosional.

Apa Keyakinan, Harapan, dan Keinginan Kamu?

Pertanyaan ini sangat penting untuk kamu sehingga kamu memiliki gambaran yang jelas ke depannya saat berkomitmen dengan seseorang. Tanyakan harapan, tujuan, masalah anak, di mana kamu ingin tinggal, dan sebagainya. Diskusikan hal ini kepada pasangan kamu untuk mengetahui apakah kalian cocok dan setuju pada hal tersebut.

Content continue below...

Bagaimana Masalah Keluarga?

Saat memutuskan untuk menikah, tentu kamu juga akan masuk ke dalam keluarga baru, begitupun dengan pasangan kamu. Tanyakan dalam hati, apakah kamu sudah cocok dengan keluarga dia? Apakah dia bisa membaur dengan keluarga kamu? Hal ini tentu penting, apalagi kamu dan dia akan berkomitmen menjalani hidup bersama dalam waktu lama.

Bagaimana Dia Memperlakukan Kamu?

Awal hubungan tentu adalah masa-masa indah. Namun, bagaimana kelanjutannya setelah itu? Bagaimana selama ini dia memperlakukan kamu? Apakah juga selama ini kamu selalu berusaha memastikan semuanya berjalan baik untuk membuat dia senang? Apakah selama ini dia terlalu mengontrol hidup kamu? Tinggal dengan orang yang salah seperti memakai pakaian yang tak mambuat kamu nyaman.

Bagaimana Kamu Menghadapi Masalah

Saat kamu memiliki masalah, di luar hubungan kamu seperti masalah pekerjaan atau keluarga, bagaimana cara kamu menghadapinya? Apakah kamu termasuk orang yang emosional saat ada masalah? Atau malah kamu termasuk orang yang tenang dan mencari solusi setiap ada masalah? Jika kamu termasuk orang yang belum bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri, akan ada perasaan kamu masih tergantung pada orang lain dan jelas ini bahaya. Kamu akan merasa bahwa orang lainlah yang memiliki kewajiban untuk menyelesaikan masalah karena kamu belum bisa lakukan itu sendiri, kamu akan berpikir bahwa orang lain wajib membuat kamu bahagia.

Bagaimana Perasaan Kamu dalam Hubungan Ini?

Jika kamu merasa nyaman, dicintai dan disayangi, dan merasa tenang layaknya saat di rumah berarti selamat karena kamu menjalani hubungan yang sehat. Ingat bahwa membuat pilihan hidup tak begitu sulit jika kamu menanamkan komunikasi dan kejujuran.

Bagaimana? Kamu sudah menjawab pertanyaan tersebut? Setelah kamu mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan jujur, maka kamu akan dapat menentukan apakah kamu siap untuk memilih pasangan hidup kamu.

Share Your Thoughts