Ngarep: Topeng Ketulusan yang Sarat Keputusasaan

Ketulusan Kelas Cinta

Sobat, kenapa sih pria tulus dan baik-baik justru ditolak? Saya yakin ini adalah salah satu dari banyak pertanyaan yang selama ini menggerogoti pemikiran para pria. Tapi begini, Sobat, dalam fase PDKT, semua tindakan penuh kebaikan dan ketulusan yang dilakukan pria itu sebenarnya adalah perwujudan dari perasaan ngarep yang teramat dalam. Semua perbuatan tulus dan baik itu dilakukan dengan maksud supaya gebetan bersedia menjadi pacar.

Dengan kata lain, ada sebuah maksud tersembunyi. Kebaikan dan ketulusan yang menutupi keinginan pribadi.

Sekarang coba jawab pertanyaan ini: apakah Anda akan memberikan kebaikan dan ketulusan yang sama pada seorang wanita yang tidak Anda suka?

Karena kalau Anda memang benar-benar baik dan tulus, maka Anda akan berbuat baik kepada semua orang tanpa pandang bulu. Tua dan muda, pria dan wanita, kaya dan miskin, jelek dan cantik. Semuanya sama di mata Anda.

Karena itu bila Anda melakukan kebaikan dan ketulusan hanya kepada wanita yang Anda suka, maka jelas itu adalah kebaikan dan ketulusan yang PALSU!

Dan Anda harus tahu kalau wanita tidak menyukai topeng-topeng kebaikan dan ketulusan, dimana di balik topeng tersebut ada keinginan untuk mendapatkan dirinya. Wanita tidak menyukai perhatian dan hadiah-hadiah bila di balik kebaikan tersebut ada maksud tersembunyi. Inilah yang membuat Anda ditolak.

Baik dan tulus sejatinya adalah tindakan penuh keikhlasan yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan. Jadi ketika Anda bersikap baik dan tulus, itu seharusnya tidak dibarengi dengan harapan bahwa dia akan bersedia menjadi pacar Anda.

Tapi tentu saja itu tidak sesuai dengan keinginan Anda, bukan?

Saya bisa memahami apa yang Anda inginkan. Anda menginginkan dirinya. Anda ingin menjadi pacarnya. Dan saya tahu susahnya melepas harapan yang sudah terpendam lama begitu saja. Saya mengerti, sobat, karena saya juga pernah mengalaminya.

Kalau begitu, apa yang harus Anda lakukan?

Content continue below...

Stop mengumbar kebaikan dan ketulusan pada saat PDKT!

Daripada berbuat baik dan tulus tapi mengharapkan balasan, lebih baik tidak usah berbuat baik dan tulus sama sekali. Daripada memberikan perhatian, kado, antar-jemput, tapi tidak rela jika dia menolak Anda, lebih baik tidak usah melakukan itu semua. Ini adalah logika yang sangat sederhana.

Inilah yang menjadi alasan kenapa wanita justru lebih sering tertarik pada pria yang tidak pernah mengumbar kebaikan, perhatian, dan ketulusan kepada mereka. Pria yang justru cuek dan tidak melakukan usaha PDKT yang berlebihan.

Karena dengan tidak mengumbar kebaikan, maka setiap kebaikan dan ketulusan yang dilakukan jadinya terasa lebih spesial. Terasa nyata dan otentik. Bukan udang dibalik batu. Bukan sesuatu yang mengharapkan balasan.

Jadi ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan dalam strategi PDKT. Pertama, lakukan kebaikan dan ketulusan tapi tak usah mengharapkan balasan. Atau yang kedua, stop lakukan kebaikan karena itu justru membuat Anda ditolak oleh gebetan.

Pilihan nomor dua adalah pilihan yang menurut saya lebih mudah untuk dilakukan karena bagi sebagian orang, susah rasanya untuk tidak mengharapkan balasan dalam bentuk apapun bila sudah pernah bersikap baik pada orang lain.

Namun apapun pilihannya, keduanya sama-sama strategi di mana Anda tidak perlu capek-capek memakai topeng ketulusan dan kebaikan sebagai kedok untuk mendapatkan hati seorang wanita.

So, apakah Anda sudah siap mengatur ulang strategi PDKT berdasarkan dua pilihan itu?

Share Your Thoughts