Home » LDR

Hal yang Terlupakan Saat LDR

shutterstock_67672894

Banyak orang bilang kalau Long Distance Relationship (LDR) nggak akan bertahan lama. Karena minimnya waktu bersama, nggak tahan godaan, atau alasan klise lainnya. Tapi, kalau kamu terpaksa LDR dan menganggap pasanganmu di sana adalah yang terbaik dari orang-orang yang ada di dekatmu, gimana dong?

o-LONG-DISTANCE-RELATIONSHIP-facebookJangan buru-buru dilema dan benar-benar memutuskan pasanganmu di sana. Semua ada trigger-nya kok, yang penting adalah usaha kalian berdua. Apakah dia juga sama-sama mempertahankanmu? Kalau iya, berarti tugas kamu dan pasangan adalah membuat skenario agar hubungan kalian tetap intim.

Jika terhalang jarak, bagaimana bisa intim? Nah, dilema lagi kan? Masih ingat apa itu 5K? Komitmen, kepercayaan, komunikasi, kompromi, dan keintiman adalah pondasi yang membuat hubungan kalian langgeng. Tapi saat LDR, yang bisa dijalani hanya 3K saja, yaitu komitmen, kepercayaan dan komunikasi saja.

Apakah akhirnya pondasi kalian tidak kuat lagi? Ah nggak juga. Kalian tetap bisa melengkapi 5K tersebut dengan “ketemuan”. Sayangnya karena terlalu fokus memikirkan jarak, akhirnya banyak yang melupakan ini ketika LDR.

Content continue below...

Seharusnya, kalian bisa mengatur kapan harus bertemu dalam sebulan. Sekali sebulan, 2 kali sebulan, 3 kali sebulan, atau 4 kali sebulan. Mengapa harus bertemu? Karena ketika kalian bertemu, maka terjadi kontak fisik. Sentuhan inilah yang menjaga rasa cinta antara kalian berdua. Jika tidak bertemu fisik selama 3 bulan atau lebih, maka getaran cinta tersebut akan memudar. Inilah penyebab awal dari kehambaran kalian yang bisa menimbulkan perselingkuhan.

Kalau kamu masih menganggap berat dengan komitmen sebulan sekali bertemu, kenapa kamu berani ambil resiko untuk LDR? Lalu apa bedanya dengan single, kalau tak ada kontak fisik dan keintiman di antara kalian?

Masih tidak siap dengan konsekuensi LDR? Lebih baik single, atau kamu akan tersiksa.

Share Your Thoughts