Menghadapi Pria Cuek

Home Articles Menghadapi Pria Cuek
Share the knowledge!

Beberapa hari yang lalu saya dikirimi sebuah “quote” yang isinya kira kira seperti ini:

“Jangan dikejar, nanti kamu kelelahan.

Jika menurut dia kamu adalah prioritasnya, tanpa kamu harus tanya dia akan mengabarimu.

Jika dia benar mencintai kamu, dia akan menjaga perasaanmu.

Tenang saja, jika dia milikmu dia akan sadar dengan apa yang harus dia lakukan.

Jika dia tidak melakukan itu semua, kamu pun harus sadar harus melakukan apa.

Cinta boleh, tapi otak harus dipakai.”

 

EITS! Sebelum kamu mengangguk setuju dan (bahkan) men-share quote tersebut ke sosmedmu, yuk kita bahas dulu sedikit. Menurut kamu, tulisan di atas ini sedang menceritakan hubungan PDKT atau in-relationship? Dan, apakah (karena katanya nggak boleh ngarep) “leave him” adalah satu-satunya pilihan?

Menghadapi Pria Cuek Ketika PDKT

Sebetulnya kita perlu tahu dulu alasan dia cuek. Apa memang karena sifatnya seperti itu? Ataukah karena ia sibuk? Atau memang dia nggak tertarik dengan kita?

Bila sifatnya memang demikian? Oke, kamu punya pilihan untuk tetap meneruskan PDKT dengan dia atau mengeliminasinya. Dengan catatan, jangan harap ketika udah jadian atau sudah menikah sekalipun, ia akan berubah menjadi nggak cuek lagi. Mimpi aja, dear. Nggak bakalan terjadi. Kalau kamu nggak mau punya pacar atau suami yang cuek, ya jangan dekati pria cuek ketika sedang PDKT. Tapi kalau kamu nggak keberatan sesekali dicuekin, silakan diteruskan. Toh, people compromise all the time for the sake of love.

Kalau ia hanya sibuk? Coba pilih waktu dengan lebih tepat. Kalau ia sibuk bekerja, coba kirim chat di waktu senggangnya. Pagi hari sebelum ngantor, ketika istirahat makan siang, dan malam ketika aktivitas melelahkan sudah selesai dan ia bisa sedikit santai. Lihat responnya ketika senggang, apakah berbeda atau sama cueknya dengan ketika ia sibuk? Kalau berbeda, berarti ada harapan. Cari terus celah-celah waktu ngobrol yang paling senggang buat dia. Tetapi kalau reaksinya sama cueknya, berarti antara sifatnya memang begitu, atau dia tidak tertarik dengan kamu.

Kalau ia tidak tertarik denganmu? It’s an uphill battle. Abandon as soon as possible.

Menghadapi Pria Cuek dalam Relationship

Sebetulnya saya nggak ingin bilang, “Sudah tahu cuek masih dipacarin, salah siapa?” Tapi saya mengerti kok. Sudah terlanjur dipacarin juga kan, masa iya ditinggal gitu aja? Seperti yang saya bilang tadi, “Toh, people compromise all the time.”

Jadi karena kamu sudah in-relationship dengan pria ini, kita bisaberasumsi bahwa kamu bisa berkomunikasi dengannya. Hanya saja, kadang sifat cueknya bikin kamu manyun.

Hanya ada satu jalan, dan saya percaya kamu sendiri pun pasti tahu. Yap. KOMUNIKASI. Itu satu-satunya jalan.

Jadi, jangan curhat di sosmed, jangan tanya ke askfm saya, nggak perlu mention Jet/Lex /Kei demi nanya kamu harus ngapain. Karena jawabannya pasti sama: KOMUNIKASIKAN DENGAN PASANGAN.

Katakan padanya dengan nada manja yang sok ngambek dan sedih minta diunyel, kalau kamu bakal seneng banget bila dia lebih perhatian lagi sama kamu. Jangan lupa, rincikan apa yag kamu mau. Misalnya, kamu mau dia SMS selama pagi duluan, atau mau dia sesekali menigirim voice note, atau mau ngedate bareng lagi kayak first date dulu. Sebut aja, sebutkan. Mengenai dia akan menuruti atau nggak, itu masalah nanti. Yang penting sebut dulu.

Selanjutnya, kita lihat reaksinya. Apakah dia merespon permintaan kamu? Kalau ia menunjukkan effort, hargai dan deskripsikan perasaanmu padanya. Kalau dia nggak bereaksi? Well, ini beneran. “Kamu tau apa yang harus kamu lakukan. Cinta boleh, tapi otak harus dipakai, kan?”

Good luck <3

Share the knowledge!