4 Penyebab Pria Takut Kenalan Dengan Wanita

Saat melihat seorang wanita cantik berjalan di depan Anda, apa yang Anda rasakan? Umumnya pria seketika terhenti dari aktivitas karena memperhatikannya dengan kombinasi rasa tertarik, kagum, dan puji syukur atas keagungan Tuhan. Ketiganya memicu hasrat Anda untuk mendekati, berkenalan, dan moga-moga bisa menjadi bagian dalam hidupnya.

Tapi sialnya perasaan indah itu muncul berbarengan dengan perasaan kurang indah yang membuat Anda panik ketakutan, terdiam kaku, seperti lumpuh tak berdaya. Alih-alih mendekati, Anda biasanya membiarkan momen itu lewat begitu saja sambil mengulang mantra penyejuk hati, “Saya jomblo hepi, saya jomblo by choice, saya jomblo hepi, saya jomblo by choice…”

Saya ingin memperkenalkan sebuah fenomena bernama Fight Or Flight Response, yaitu kondisi psikologis yang otomatis terjadi pada manusia dan binatang saat menghadapi tekanan atau ancaman. Reaksi itu dimulai dari bagian otak bernama amygdala yang memicu produksi neurotransmitter epinephrine dan cortisol. Kombinasi keduanya meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah agar tubuh siap membakar energi untuk fight (bertarung) ataupun flight (melarikan diri).

Contoh simpelnya seperti tubuh kucing yang otomatis menegang dan melengkung saat melihat anjing. Ya jelas Anda tidak akan melengkung seperti kucing, tapi kondisi pikiran dan tubuh seolah mengalami tegang ‘korslet’ yang serupa.

Anda merasa takut kenalan dengan wanita yang disukai jika Anda sedang berada dalam kondisi fight or flight tersebut. Selagi menunggu keputusan, Anda mengalami kondisi freeze alias terdiam dalam panik, terlalu banyak berpikir. Dalam konteks kenalan, biasanya Anda berakhir dengan flight alias tidak melakukan apa-apa dan menyerah pergi.

Anda mungkin sudah tahu tentang itu, tapi apakah Anda sadar itu terjadi karena ulah Anda yang menekan dan mengancam amygdala sendiri?  Sadarkah Anda takut kenalan dengan wanita karena ANDA SENDIRI yang sukses menakut-nakuti diri?

Berikut adalah 4 cara bagaimana Anda selama ini menakut-nakuti diri saat bertemu sang wanita idaman.

1. MERASA JELEK!

Saya tidak akan menyangkal ataupun berusaha menghibur, mungkin saja Anda jelek. Seseorang bisa saja merekonstruksi penampilan milyaran dollar hingga jadi keren, tapi perasaan jelek itu akan selalu hadir setiap kali dia membandingkan diri dengan orang lain.

Jadi problemnya adalah tentang kebiasaan perbandingan itu, bukan tentang apakah Anda benar jelek atau tidak jelek. Kebiasaan buruk itu begonya malah Anda lakukan di detik-detik menjelang PDKT. Wajar saja Anda jadi koleps, kehilangan momen.

Jadi bagaimana cara menghentikan kebiasaan itu? Pastikan Anda selalu tampil terbaik setiap kali keluar dari rumah. Don’t be yourself, but be your best self! Jangan pernah malas merawat diri dan penampilan sebaik mungkin agar Anda tidak punya waktu membandingkan diri dengan pria lain ataupun dengan sang wanita cantik.

Salah satu indikator sederhana adalah mengecek apakah saat itu Anda bisa bangga dan jatuh cinta pada refleksi Anda sendiri di cermin. Jika tidak, otak Anda akan merasa tertekan dan terancam ketika berhadapan dengan kecantikan.

“Oke, tapi bagaimana kalau nanti si dia menganggap saya jelek?” Anda mungkin bertanya. Ya itu sepenuhnya hak dia lho, jadi apa untungnya Anda pikirkan? Kalau Anda salah, Anda rugi buang-buang energi. Kalau Anda benar, Anda toh juga tidak bisa berbuat apa-apa setelahnya.

Memangnya kalau dipikirkan dan dikhawatirkan, Anda jadi bisa memperkecil kemungkinan itu terjadi? Kalau mengutip kata Walt Disney, “Why worry? If you’ve done the very best you can, worrying won’t make it any better.

2 – KELIRU PREDIKSI!

Kita senang menganggap diri kita hebat dalam menganalisa, tapi sebenarnya perhitungan kita seringkali meleset jauh, terutama seputar emosi yang negatif. Sebuah penelitian membuktikan bahwa saat membayangkan kondisi dilecehkan, banyak wanita berpikir dirinya akan merasa kesal marah, padahal di realitanya mereka akan merasa panik takut.

Fenomena yang disebut Affective Forecasting oleh dua orang psikolog, Timothy Wilson dan Daniel Gilbert, ini menyatakan bahwa kita cenderung lebay dalam mengestimasi efek buruk.

Contohnya:

Realitanya adalah Anda tidak akan merasa hal-hal seintens itu kalau dia menolak. Penolakan akan terasa lewat begitu saja, bagai aroma kentut asing yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba menghilang juga dalam hitungan detik. Anda malah bisa tertawa geli ketika ditolak, lalu sedih kecewa karena prediksi buruk Anda tidak ada satu pun yang terbukti.

Saya tahu persis karena selain saya sudah merasakannya ribuan kali, tapi saya juga sudah melatih ribuan pria mendekati dan kenalan dengan wanita asing. Kalau diterima terasa menyenangkan, kalau ditolak pun terasa menyenangkan.

Suatu saat saya akan menjelaskan affective forecasting dengan lebih jelas, tapi untuk sekarang ini ketahuilah prediksi tidak yang realistis itu akan membuat Anda masuk dalam mode fight or flight. Anda tegang ketakutan seperti sedang berperang.

Si dia yang Anda dekati juga jadi merasa tegang ketakutan, karena dihampiri orang asing yang juga terlihat tegang ketakutan. Menurut Anda, itukah kondisi jatuh cinta yang diimpi-impikan oleh banyak wanita?

3 – SIBUK CARI CARANYA!

Ini alasan terpopuler kenapa pria sulit mendekati dengan wanita asing: mereka sibuk pikirkan cara dan topik terbaik. Pria suka menyusun modus aneh-aneh seperti candaan, (“Hai, ada obeng ga? Kalo ga ada, nama ada dong..”), godaan (“Hai cantik, sendiri aja nih?”), salah alamat (“Kamu Lina kan? Eh bukan ya..”), pickup lines (“Taruhan 50ribu yuk, kamu pasti akan nolak diajak ngobrol!”), turis (“Aku baru sekali ke sini, kamu ada rekomen tempat makan yang enak?”), penjelajah waktu (“Sori nanya, sekarang jam berapa ya?”), dan masih banyak lagi.

Di sepanjang jaman, selalu ada segerombolan pria yang berkumpul saling pamer dan bertukar cara membuka obrolan dengan wanita. Anda pasti pernah begitu.

Walau sekilas itu sepertinya cerdik, tapi itu sekonyol berpikir keras memutuskan merek air mineral terbaik dari jejeran rak air mineral di toko. Jika haus, merek airnya jadi tidak penting asalkan bisa diminum. Jika mau mengobrol, topiknya jadi tidak penting asalkan kalian jadi mengobrol.

Setiap detik yang terbuang memusingkan topik-topik terbaik akan jadi badai yang mengganggu ketenangan otak. Semakin Anda punya banyak pilihan pemikiran, semakin Anda jadi takut salah langkah, panik, sulit melakukan apa-apa. Ini fenomena yang dijelaskan oleh seorang psikolog, Barry Schwartz, dalam bukunya berjudul The Paradox of Choice.

Jika ingin mengobrol, langsung saja mulai mengobrol, bukannya sibuk berpikir apa yang harus diobrolkan. Dalam program pelatihan, saya mengajarkan Conversational Intro agar Anda bisa ngobrol asyik tanpa banyak berpikir kesana-kemari. Saya beri bocoran sedikit: ajak si dia ngobrol tentang bidang favorit Anda. Jika di topik favorit Anda saja kalian ternyata sulit untuk asyik ngobrol nyambung, yakin Anda masih mau memaksakan diri untuk sampai ke pacaran dan menikah?

4 – INGIN MENDAPATKANNYA!

Alasan terpopuler pria takut kenalan dengan wanita sudah jelas di poin sebelumnya, tapi ada alasan utama yang membuat pria kebanyakan berpikir saat berkenalan: mereka sesungguhnya tidak ingin berkenalan, melainkan ingin menaklukkan dan mendapatkan sang wanita.

Jujur deh, iya kan? Karena jika murni ingin saling berkenalan, Anda tidak akan susah payah berpikir panjang tentang topik dan cara berkenalan yang paling efektif.

Anda merasa panik tegang untuk kenalan dengan wanita karena ada banyak sekali motif tersembunyi lebih dari sekedar berkenalan. Anda ingin membuatnya tertarik. Anda ingin berdekatan dengannya. Anda ingin menyentuhnya. Anda ingin menghabiskan waktu dengannya. Anda ingin dilihat orang-orang sedang bersamanya. Anda ingin menjadi kekasihnya. Anda ingin bercinta dengannya. Saat mau mendekati wanita, Anda bersenandung seperti Nobita, “Aku ingin begini, aku ingin begitu.”

Semua ekspektasi itu membuat Anda berpikir panjang untuk mendekati wanita. Otak Anda berusaha mengkalkulasi satu cara terbaik yang bisa menjawab segudang ekspektasi itu. Semakin banyak ekspektasi (alias ngarep), semakin Anda merasa terbeban dan tertekan sehingga tubuh terjebak proses fight or flight.

Semua itu ulah Anda sendiri. Anda-lah yang mempersulit diri dengan modus ingin kenalan tersebut. Bahkan langsung bicara, “Hai, kenalan dong?” pun tergolong ngarep karena Anda mengejarnya dan berusaha membuatnya menerima Anda. Jadi jangan berusaha kenalan, melainkan ajak ngobrol.. itu jauh lebih santai menyenangkan bagi kalian berdua.

Itu sebabnya dalam Online Training saya menekankan mindset berikut ini, “Ngehit adalah berinteraksi dengan wanita dengan tujuan untuk mengobrol, titik!” Tidak untuk mengetahui namanya, tidak untuk mendapatkan nomor teleponnya, tidak untuk mengajaknya kencan, tidak untuk membuatnya tertarik, tidak untuk menjadi kekasihnya.

Anda tidak ngehit untuk berburu wanita, melainkan untuk memperlebar pergaulan karena kemampuan itu jauh lebih berguna daripada kemampuan kenalan. Wanita bukan target obyek untuk ditaklukkan, melainkan rekan yang asyik diajak bicara dan bercanda. Saya sudah bahas lebih lanjut dalam Ngehit Sebenarnya Bukan Kenalan!

Latihlah berpikir seperti itu, maka Anda tidak akan berat mendekati wanita secantik apapun!

Dari empat kebodohan di atas, manakah yang paling sering Anda tanpa sadar lakukan?

Jika ada pertanyaan atau ingin chatting dengan saya, silakan klik AKUN LINE MESSENGER INI!