Baru Kenalan Dengan Cewek? Jangan Ajukan Pertanyaan Ini!

Topik pembicaraan saat berkenalan atau kencan pada dasarnya fleksibel, tetapi ada beberapa topik “lampu kuning” dan “lampu merah” yang harus dihindari pada awal hubungan. Biasanya sih karena pertanyaan itu sifatnya sangat pribadi.

Simak ya:

Berapa sih berat badan kamu?

Terima saja kenyataan ini bahwa wanita yang terlihat paling tidak insecure pun sering kurang nyaman ditanyai soal berat badan, bahkan oleh dokternya sendiri. Berat badan mungkin hal sepele bagi pria, tapi… yah itu semacam ego bagi wanita. Setara dengan pertanyaan berapa penghasilan kamu sebulan bagi pria.

Kamu lagi subur ya?

Mungkin Anda merasa excited setelah membaca bahwa wanita yang sedang masa subur cenderung suka memakai baju berwarna merah. Ketika dia memakai baju dan aksesoris merah di kencan pertama kalian, tercetuslah pertanyaan ini. Well, pertanyaan ini tidak begitu sopan loh. Bisa saja dia malah berasumsi Anda ingin berhubungan badan dengan dia tanpa resiko kehamilan, atau Anda biasa mengajak wanita yang baru dikenal untuk “itu” makanya Anda memfilter dia di pertemuan pertama dengan pertanyaan ini.

Sori, nama kamu siapa?

Siapapun yang ditanyai seperti ini untuk kedua kalinya, sebetulnya di dalam hatinya merasa agak kesal. Tadi kan kalian sudah kenalan, kenapa Anda musti menanyakan lagi nama dia?

Anda akan dianggap sulit menghargai orang lain. Meskipun Anda orangnya pelupa, cobalah mengingat nama siapapun yang berkenalan dengan Anda, terutama jika dia wanita. Caranya: saat kalian berjabat tangan dan dia memberitahu namanya sendiri, sebutkan namanya untuk memastikan Anda tidak salah dengar dan melatih Anda mengucap namanya. Tanyakan pekerjaannya atau pendidikannya, sehingga lain kali saat Anda mendengar namanya Anda akan mengasosiasikan namanya dengan latar belakangnya itu. Jika namanya sama dengan orang yang pernah Anda kenal, bayangkan mereka bertemu. Mudah kan?

Pernah pacaran berapa kali?

Bahkan seorang wanita yang (tampak) baik-baik pun berhak menyimpan rapat-rapat masa lalunya dengan orang yang baru dia kenal, termasuk jika dia pernah menduakan atau berpacaran dengan tiga pria sekaligus. Mungkin dia kadang menjadikan hal ini sebagai lelucon dengan para sahabatnya, tapi kalian kan baru kenalan. Please, jangan berlagak jadi intel dulu. Pertanyaan semacam ini sangat canggung untuk dijawab. Kalaupun dijawab, maaf saja, Anda tidak akan mendapat jawaban yang jujur.

Ke tempatku yuk?

Oke, taruhlah Anda tidak ingin langsung berhubungan badan dengan dia. Tapi kan sekarang ini banyak banget modus kejahatan. Parah-parahnya nih, kalau dia besok mendadak hilang, Anda mau jadi pihak pertama yang dicurigai?

Foto kamu (profil) yang ini nggak diedit kan?

Kalau Anda berniat untuk melucu, yang satu ini fail. Setiap wanita punya foto selfie, yang kalaupun tidak dia edit, foto itu dipilih dari banyak foto-foto percobaan lainnya. Begitulah wanita, biarlah hal sepele itu jadi kesenangan mereka.

Kamu benci/trauma sama cowok ya?

Serius nih mau nge-judge dia kayak gini di awal kenalan? Hanya karena wanita tidak langsung merespon aksi PDKT Anda, tidak berarti dia membenci seluruh makhluk bernama pria loh. Kalau sampai pertanyaan ini terucap dari Anda, mungkin Anda yang perlu mengoreksi diri, seberapa (kurang) menarik penampilan dan sikap Anda.

Boleh aku cium kamu?

Pertanyaan ini 99% akan dijawab: tidak. Jelas aneh banget kan? Kecuali jika Anda pemeran reality show. Bahkan wanita yang sedang dalam mood yang sensual akan merasa pertanyaan ini letoy. Anda menunjukkan bahwa Anda adalah pria yang tidak punya dominasi, kepercayaan diri, dan selalu meminta izin ke mana pun Anda melangkah. Jika saatnya memang tepat, pertanyaan ini tidak perlu terucap, langsung kejadian.

Bayarnya patungan yuk?

Oke, memang kencan seharusnya dibayar kedua pihak. Tapi, jika pasangan kencan Anda belum educated tentang ini (mungkin dia orangnya nice tapi belum pernah baca kelascinta.com), tetap ada etiketnya untuk mengajak dia patungan. Cara dan sikap bertanya adalah segalanya.

Kita bisa bertanya begini, “Boleh aku bayarin makanan kita?” Dia yang berkualitas tidak akan rela dibayarkan begitu saja oleh orang yang baru dikenal, sehingga akhirnya membayar sendiri porsinya. Tapi kalau memang tagihannya hanya sekedar minuman dingin atau burger biasa, akan jadi ribet (dan memalukan) juga kalian  “bantingan” uang di depan kasir. Bayari dulu dan biarkan dia membelikan es krim untuk kalian sesudah ini. Kalau tidak ada kompensasi dari dia? Yah, Anda kan bisa mempertimbangkan apakah masih mau kencan dengan dia lain kali. Simpel.

Jadi, demi keamanan dan kelancaran PDKT, masih banyak pertanyaan dan bahan obrolan lain. Be creative.