Diputusin, Lalu Balas Dendam ke Orang Lain?

Anggaplah ada sebuah cerita, di mana kamu pergi kencan dengan seorang wanita yang sayangnya usahamu nggak berhasil. Minggu depan, kamu bertemu lagi dengan wanita. Dan lagi-lagi, usahamu gagal. Tiga hari kemudian, kamu mengalami hal yang sama. Penolakan. It just seems like nothing is working out. Karena lelah, kamu akhirnya nggak mendekati wanita mana pun. Kamu mulai cemas, gugup, dan berpikir apa yang terjadi sampai kamu single dalam waktu yang lama. Yang ada di pikiran kamu hanya satu: Kamu sangat menginginkan dan membutuhkan sebuah hubungan, menginginkan wanita yang bisa menemanimu.

Akhirnya, kamu bertemu dengan seorang wanita. Setiap hari teleponan, kamu dan dia pergi kencan, kalian berkomitmen, you’re sleeping together, si wanita bertemu dengan teman-temanmu. Masalahnya hanya satu: Sebenarnya dia bukan wanita yang tepat. Kalian bertengkar hampir setiap hari, tetapi kamu tetap mencintainya karena akhirnya kamu menemukan seseorang yang dapat menamani harimu. Kamu nggak pernah memikirkan apa saja masalah yang kalian hadapi. Selama kalian masih bersama, kamu tetap akan mencintainya, kamu akan tetap berjuang mempertahankan hubungan kalian—seberat apa pun. Hingga suatu hari, justru pasanganmulah yang mencampakkan kamu dan hubungan yang sudah kalian bina. She breaks your heart into a million pieces. Kamu hancur.

Balas Dendam

Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Beberapa pria mungkin akan “menelan” rasa sakit dan megabaikan perasaannya. Sebaliknya, ada juga yang pengin balas dendam dengan pacarnya—well, ex-girlfriend. Namun, sayangnya nggak semua bisa melakukan hal seperti itu. Kamu seperti ingin membalas dendam kepada semua wanita, kepada wanita yang pernah membuat kamu sakit atau kepada wanita yang bahkan belum kamu kenal.

Kamu seperti memiliki misi untuk membalas wanita yang menyakiti kamu atau membuat wanita “dibuang” sama kamu. Kamu akan pergi kencan dengan mereka, meniduri mereka, menyakiti mereka, dan apa pun untuk membuat kamu senang dan “membayar” rasa frustasimu itu. Kamu memiliki misi untuk menyakiti wanita yang dulu pernah mengabaikan kamu, wanita yang menolak kamu di bar atau di pinggir jalan, dan yang pasti adalah semua mantan kamu yang telah menghancurkan hati kamu. Saking marahnya, kamu ingin melakukan itu semua.

Seperti ini yang sedang kamu alami, Guys? Atau kamu pernah mengalami seperti ini? Menurutmu, melakukan aksi balas dendam ke mantan pacar atau wanita yang tidak tahu apa-apa adalah sesuatu yang sehat, waras, dan benar? Balas dendam kepada orang-orang baru atas kesalahanmu di masa lalu adalah sikap yang KONYOL. Alasan kenapa kamu sangat patah hati setelah ditinggalkan mantan pacar dulu adalah karena di awal kamu menempatkan menjadi orang yang membutuhkan cinta atau sebuah hubungan. Kamu kencan dengan seseorang karena membutuhkan mereka. Makanya, nggak jarang seseorang akan memanfaatkan situasi tersebut, merekalah yang memegang “remote” hidup kamu. Dan di awal kamu sudah buta dengan masalah yang sudah berakar di dalam diri kamu sendiri. Hingga akhirnya kamu merasakan sakit yang sangat dalam.

Hadapi Seperti Layaknya PRIA

Kenyataannya kamu TIDAK BOLEH membalas dendam kepada orang-orang baru yang tidak bersalah dan tak ada hubungannya dengan masa lalu kamu. Justru jika kamu membalas dendam ke mereka, kamu akan menciptakan sebuah masalah baru di depan. Kamu akhirnya ketakutan sendiri dan cemas dengan apa yang akan terjadi besok. Kamu ketakutan jika seseorang melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan ke orang lain.

Lalu apa yang seharusnya kamu lakukan sebagai pria? Setelah menghadapi hubungan yang buruk, jelas kamu nggak perlu berpikir untuk balas dendam. Yang kamu harus lakukan adalah mencari apa yang salah dan bertanggung jawab dalam hubungan yang berakhir itu. Tak perlu lagi melibatkan dia—seseorang yang meninggalkanmu—lihatlah ke dalam diri sendiri. Kesalahan apa yang sudah kamu lakukan sehingga perpisahan bisa terjadi.

Cobalah untuk kembali pergi kencan. Nggak perlu memikirkan berapa banyak penolakan yang akan kamu alami, karena KAMU NGGAK SENDIRI. Di luar sana, ada banyak sekali pria yang mengalami kegagalan. Bukannya karena kamu salah, hanya saja kamu dan target memang tak ada chemistry. Yang harus kamu lakukan adalah cintai diri kamu sendiri terlebih dahulu. If you don’t love yourself, kamu akan mengalami kegagalan kencan, hubungan yang gagal dan membuat kamu ingin membalas dendam kepada orang lain, LAGI dan LAGI.