Menikah Muda? Pertimbangkan 4 Hal Ini Dahulu

Sekarang ini, banyak wanita yang memilih untuk menikah muda. Ketika sudah merasa cocok dengan pasangannya dan dirasa mapan, para wanita lebih memilih untuk langsung menikah saja. Sebagian dari mereka meraasa nikah muda adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dijalani. Yah, dapat menikah dengan pria yang dikasihi, siapa yang nggak merasa senang?

Namun, fakta yang ditunjukkan oleh National Center for Health Status, setengah dari kasus perceraian terjadi pada pasangan yang menikah muda. Rata-rata dikarenakan usia hubungan yang ngga lebih dari 10 tahun. Jadi, ini menunjukkan bahwa pernikahan usia muda memiliki tingkat kegagalan yang cukup tinggi.

Fakta tersebut bukan berarti larangan untuk mereka yang ingin menikah muda. Hanya sebagai pengingat saja. Semua penilaian kembali pada pandangan masing-masing. Ingin menikah muda atau nggak, semua menjadi pilihan kamu dan pasangan. Namun, jika kamu ingin menikah pada usia muda, pertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Renungkan Keputusan Menikah dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk menikah, renungkan terlebih dahulu keputusanmu ini dengan baik-baik. Yakinkan dalam hatimu bahwa kekasihmu adalah orang yang tepat untuk menjadi pasanganmu.  Jangan sampai ada paksaan, atau salah penilaian sehingga kamu terjebak dengan pria yang nggak tepat. Pernikahan pun dapat berakhir pada perceraian atau terjebak dalam rumah tang yang nggak bahagia selama sisa hidupmu.

Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, “Sebelum pernikahan terjadi, renungkan dengan matang keputusamu. Jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan yang besar itu. Kamu masih muda, masih banyak kesempatan untuk mendapatkan pria yang jauh lebih baik dan lebih menghargaimu.”.

Kebebasanmu

Banyak yang merasa kebebasannya terkekang setelah menikah, dan ini menjadi masalah umum yang sering terjadi pada pasangan muda. Waktu pribadi yang berkurang dan hilangnya kebebasan adalah hal yang kerap kali dikeluhkan pasangan muda. Padahal, meskipun menikah, satu sama lain tetap harus memberikan waktu pribadi untuk pasangannya.

Diskusikan mengenai masalah ini di awal sebelum menikah. Buat aturan yang dapat disepakati bersama mengenai waktu untuk diri sendiri dan sebagainya. Pasangan yang dapat menyeimbangkan waktu untuk kehidupan pribadi dan kehidupan pernikahan akan memperoleh kehidupan rummah tangga yang sehat.

Masalah Keuangan

Keuangan adalah hal yang dapat menjadi nacaman dalam hubungan pernikahan. Ketidakstabilan finansial rumah tangga kerap menjadi masalah yang dapat membuat pernikahan kandas. Belum lagi tentang pembagian tanggung jawab pembayaran kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, pastikan kamu dan pasangan sudah cukup mapan untuk bisa menikah muda. Jika kamu dan pasangan belum mapan atau bahakan belum memiliki karier, sebaiknya pertimbangkan kembali niatan untuk menikah. Jangan sampai kamu dan pasangan meinkah tanpa persiapan finansial yang baik.

Stres Tanpa Akhir

Pernikahan adalah babak hidup baru sehingga ada beberapa perubahan yang harus dijalani. Beberapa pasangan muda merasa nggak siap saat menjalani kehidupan barunya sebagai pasangan suami-istri, seperti melakukan pembagian tugas rumah tangga atau mengangani masalah keuangan. Akibatnya, pernikahan diwarnai dengan pertengkaran dan berujung pada rasa stres. Ini dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental.

Jadi, bila ingin menikah muda, pertimbangkan kembali kesiapan mental dan fisik kamu dan pasangan. Sebab kalian akan menempuh hidup baru, yang berbeda dari sekadar pacaran.