Menjadi Pacar Kedua, Tolak atau Terima?

Ketika ada seseorang yang menyukai kita, tentu akan terasa menyenangkan bukan? Di saat kita masih single, mungkin dia bakal menjadi pacar kamu nantinya. Namun, di saat hati ini sudah dibuat bahagia dengan kehadirannya, ternyata dia sudah memiliki pasangan. Nah loh?

Dia mungkin mencoba menjelaskan mengapa ia mendekati kamu. Alasannya karena ia bosan atau nggak merasa nyaman dengan pacarnya. Ketika bersamamu, rasa bosan itu hilang, dan dia mulai menyukaimu. Lalu, dia memintamu untuk menjadi pacar keduanya.

Sesaat kamu akan shock. Didekati orang yang sudah punya pacar bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Tetapi, kamu pun terlanjur menyukainya juga. Kamu sudah merasa sayang pada dirinya.

Kamu terjebak dalam situasi yang nggak diinginkan. Menyukai seseorang yang sudah memiliki pacar dan dimintanya menjadi selingkuhan. Harus bagaimana?

Jika kamu mengikuti rasa cinta, bisa jadi kamu sudah menerima ajakannya dan mendapat status “pacar kedua”. Tapi apakah semuanya akan berjalan baik-baik saja?

Cobalah untuk berpikir konsekuensi yang akan kamu dapatkan kedepan. Bagaimana jadinya ketika pacarnya tahu kalau kamu adalah selingkuhannya? Bagaimana kalau ternyata laki-laki/perempuan yang menjadikanmu selingkuhan malah nggak membelamu sama sekali? Bagaimana?

Bayangkan dirimu adalah pasangan yang diselingkuhi, apakah kamu senang diselingkuhi? Apakah kamu merasa baik-baik saja ketika dikhianati? Apakah kamu ingin punya pacar yang membagi cintanya dengan orang lain?

Lebih baik mundur dari drama percintaan ini. Siapa pun dan di mana pun akan merasa sakit ketika dikhianati oleh pasangan sendiri. Dan kamu bisa dicap sebagai PHO alias Perusak Hubungan Orang. Tentunya kamu nggak bisa merasa bangga dong dinilai sebagai perusak.

 

Selain itu, jika pada akhirnya dia memutuskan pasangannya dan memacari kamu, nggak akan bisa menjamin seutuhnya kalau dia akan setia sama kamu. Di kisah cinta sebelumnya, dia berselingkuh denganmu. Bagaimana ketika resmi berpacaran denganmu? Apa dia nggak bisa berselingkuh lagi di belakangmu?

Ketika kamu terjebak dalam keadaan seperti ini, cobalah menempatkan diri dari berbagai sudut pandang. Agar kamu bisa membuat keputusan dengan matang dan baik. Jangan hanya memikirkan perasaan kamu, pikirkanlah perasaan orang lain.