6 Cara Move On Saat Putus dari Pacaran Bertahun-tahun

Bagaimana rasanya memiliki hubungan yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya? Pasti indah sekali, dan komitmen serius untuk menikah pun sudah terbayang bukan? Namun apa jadinya jika hubungan tersebut harus berakhir karena alasan tertentu? Putus?

Sungguh berat pastinya berpisah dengan seseorang yang sudah berjalan bersama kita setelah sekian lama. Saat sudah mengenal kehidupan dan pribadinya dengan baik, sudah diterima oleh keluarganya, sudah terbiasa menjalani hari-hari dengan kehadirannya, harus berakhir dengan kata putus. Sedih, kecewa, marah, frustasi, nggak menerima, semua emosi dan pikiran negatif tentu bercampur aduk dalam diri. Move on pun membutuhkan waktu yang cukup lama dan usaha yang berat karena kesedihan tersebut.

Memang, yang diharapkan dari menjalani hubungan dalam waktu yang lama adalah komitmen yang lebih serius. Potensi dia adalah jodoh kita pun semakin besar, dan harapan untuk terus bersamanya sampai menikah pun semakin besar. Namun, menjalin cinta dalam waktu yang lama nggak berrarti terhindar dari risiko putus.

Mungkinkah bisa move on dari kegagalan percintaan ini? Tentu, jika kamu mau berusaha dan melakukan beberapa cara ini.

Ambil Waktu untuk Menjauh Darinya

Kamu perlu menjauhkan diri darinya selama beberapa waktu. Jika kamu masih menjalin kontak, atau berusaha mendekatkan diri agar bisa balikan, akan membuat rongga kesedihanmu menjadi lebih terbuka dan membuatmu ingin menangis kembali. Juga, hindari stalking dia di sosial media.

Mungkin sebagian menganggap cara ini kekanak-kanakan, tetapi memutuskan kontak dengan mantan adalah cara terbaik untuk bisa move on darinya. Mungkin juga sulit, namun inilah yang harus dilakukan agar kamu bisa move on.

Keluarkan Kesedihanmu

Jangan ragu jika ingin menangis, jangan berusaha tegar bila masih merasa sedih. Keluarkan semua unek-unek dalam hatimu. Keluarkan emosi negatif yang ada dalam dirimu. Menangis atau berteriaklah. Itu akan membuatmu lebih lega. Jangan malu untuk menunjukkan kesedihanmu pada diri kamu sendiri. Namun ingat, semua ini butuh batasan waktu. Terus menerus menangis dan berteriak pun nggak selalu membantumu menjadi lebih baik. Tetapi intinya, kamu harus memberikan waktu bersedih untuk diri sendiri.

Menyibukkan Diri

Kamu akan selalu teringat mantan ketika sedang berdiam diri atau bengong. Oleh karena itu, sibukkanlah dirimu dengan melakukan sesuatu. Bekerja, ke kampus, atau main dengan teman. Pastinya berat untuk menjalankan aktivitas di tengah rasa sedih ini, namun kamu perlu mengalihkan pikiranmu dari bayangan mantan. Kalau nggak, kamu akan terjebak selamanya dalam kesedihan dan kenangan mantan.

Berkumpul Bersama Teman

Sedih memang bawaannya ingin selalu menyendiri. Namun, mengurung diri dengan terjebak dalam kesendirian dan kesepian dalam waktu lama malah akan merugikan dirimu sendiri. setelah sudah puas menangis, pergilah keluar dan berkumpul bersama teman-teman terbaikmu. Bersenang-senang dengan mereka dapat mengalihkan pikiran dan kesedihanmu dari putus cinta kemarin.

Jangan Menariknya Kembali

Kalau mantanmu sudah mengencani wanita lain, berhenti berusaha untuk mendapatkan perhatiannya lagi. Tandanya dia sudah mencoba melupakanmu. Jika kamu makin berusaha untuk mendapatkannya lagi malah akan membuatmu tambah sedih. Sebaiknya ikhlaskan dirinya dan fokuslah untuk bisa move on.

Nikmati Waktumu

Kalau mantan sudah mendapatkan pasangan baru, bukan berarti kamu harus emndapatkan yang baru juga. Ingat, ini bukanlah persaingan siapa yang paling cepat move on. Daripada pusing-pusing bersaing nggak jelas, nikmati waktu single-mu sekarang. Jalani move on dengan tenang dan penuh kedamaian. Semua tahu, move on butuh waktu, dan masing-masing orang membutuhkan waktu yang berbeda.

Jika ingin move on, jalanilah dengan sungguh-sungguh dan diiringi dengan tekad yang kuat agar proses move on ini dapat berjalan lancar, ok?

Agar lebih lancar dan kuat, kamu bisa klik panduan move on hari demi hari di bawah ini: