Mantan Ngajak Ketemuan. Terima atau Tolak?

Pasca ditinggalkan mantan begitu saja, kamu mulai menata hidup. Kamu tahu betul bagaimana berjuang dan mengubur harapan saat perpisahan itu terjadi dua bulan yang lalu. Dimulai dari membuang semua barang pemberian mantan, melupakan lagu-lagu galau dan lagu kenangan, menghapus semua kontak dan foto, hingga menghindari tempat yang pernah kalian datangi. Kamu mati-matian untuk tidak lagi mengintip social media dia. Tak ingin tahu kegiatan dia pasca berpisah. Semua sudah kamu lakukan.

Hingga kini, kamu mulai siap untuk membuka hati. Kamu siap untuk berkenalan dengan orang baru. Mulai mengikuti komunitas, menggeluti lagi hobi yang dulu tak bisa kamu lakukan. Hati kamu plong. Perpisahan kemarin membuat kamu sadar dan dewasa. Kamu sadar bahwa hubungan kemarin memang sudah tak bisa dilanjutkan. Kamu mulai menemukan kesalahan kamu dulu dan mencoba untuk mengubah dan berjanji tak mengulang lagi di masa depan.

Hingga suatu hari, nomor yang tak kamu kenal menelepon.

Nomor mantan yang kamu hapus dulu. Menanyakan kabar kamu dan keluarga. Menanyakan kegiatan kamu selama ini. Hanya sebatas itu karena kamu langsung mematikan telepon.

Nyatanya, hati kamu belum benar-benar plong. Kamu mulai terganggu dengan kehadiran mantan yang tiba-tiba seperti itu. Suatu hari, dia berniat untuk bertemu kamu. Dia yang dulu pergi, kini ngajak ketemu dengan alasan ingin ngobrol sama kamu. Semua luka kemarin seolah terkoyak lagi. Kamu tak habis pikir, kenapa mantan bisa kembali di saat kamu mencoba untuk menata hidup kamu.

Jika kamu ingin bertemu

Kamu ada dua pilihan jika mantan minta bertemu, salah satunya adalah mengiyakan ajakannya. Apa pun niatnya—entah untuk menjelaskan bahwa kamu tak ingin dia ada lagi atau ingin berteman sebab kamu merasa sudah tak ada perasaan apa pun—itu adalah pilihanmu. Namun, sebaiknya pastikan bahwa kamu nggak akan sedikitpun ngobrol masalah masa lalu. Sedikit kamu membahas hal itu, kamu pasti akan keterusan dan mengingat masa lalu. Percuma dong perjuangan kamu untuk move on kemarin?

Pastikan bahwa kamu selalu sadar dan tak di bawah pengaruh alkohol. Nggak sadar membuat kamu jadi membicarakan semuanya, bertindak di luar kesadaran, dan biasanya berujung penyesalan. Kamu nggak pernah tahu kan apa yang terjadi jika kamu mabuk dan sedang bersama mantan?

Jika kamu tak ingin bertemu

Kamu tidak akan membiarkan mantan mengoyak-ngoyak hati kamu lagi. Kamu menghargai segala usaha keras kamu selama ini setelah putus. Makanya, kamu nggak mau bertemu dengan si dia. Ini juga pilihan kamu.

Jika memang tak ingin bertemu, katakan baik-baik. Kamu nggak perlu marah-marah dengan kehadiran dia lagi. Tunjukkan bahwa kamu sudah dewasa dan menerima perpisahan kalian. Tolak dengan halus ajakan dia. Namun, bagaimana jika dia memaksa dan terus menghubungi? Maka tegas dengan tidak menanggapi sama sekali.  Sekali kamu menganggapi, maka mantan merasa memiliki peluang untuk bisa sekadar ngobrol sama kamu.