Mengapa Kamu Susah Stop Kontak Mantan?

Kebanyakan orang yang masih guling-guling kesulitan move on biasanya karena melupakan satu langkah penting yang sangat membantu proses move on mereka, yaitu stop kontak mantan.

Saking pentingnya langkah ini sampai-sampai harus kamu lakukan di awal putusan. Kalau kamu gak melakukannya, besar kemungkinan kamu bakal gagal move on. Gak peduli seberapa keras kamu berjuang.

Kamu yang pernah atau sedang mengalami masalah ini, mungkin bertanya-tanya kenapa kok sulit sekali stop kontak mantan. Bahkan kamu sampai ngotot mencoba menghubunginya berkali-kali meski dia gak pernah balas?

Sederhana saja, karena kamu sudah terbiasa berinteraksi dengannya selama masih pacaran.

Dulu kalian rutin chattingan, teleponan, saling mengucapkan selamat pagi dan selamat tidur, saling mengatakan sayang, saling menggosip, bikin janji kencan, dan sebagainya. Rutinitas ini dilakukan setiap hari sampai menjadi kebiasaan.

Lalu kalian putusan dan BANG! Kamu harus berhenti melakukannya. Otakmu langsung kelabakan karena masih ingin melakukan kebiasaan itu lagi.

Ini sama halnya kalau kamu yang terbiasa makan nasi setiap hari tiba-tiba harus berhenti makan nasi. Meski kamu sudah menggantinya dengan makan roti, kamu pasti masih ingin makan nasi.

Ketidaknyamanan ini yang seringkali memaksa pejuang move on untuk mencoba menghubungi mantan lagi. Sekadar mengatakan “Hai”, mengajak ketemuan, atau sampai mengajak balikan.

Mereka sebenarnya mengerti kalau kecil kemungkinan mantan membalas, apalagi kalau masih baru putusan. Namun, keinginan untuk menghubunginya masih sangat besar karena sudah jadi kebiasaan.

Apa pun yang kamu inginkan setelah putus cinta, baik move on atau balikan, kamu harus sanggup menahan diri sekuat mungkin untuk stop kontak mantan.

Kenapa kamu harus mati-matian menahan diri?

Saat kamu menghubungi mantan, emosimu naik turun seperti roller coaster. Awalnya kamu mungkin sedih karena dia gak membalas, lalu kamu marah karena merasa dia menganggapmu gak penting, lalu kamu sedih lagi karena ingat kalau dia gak punya kewajiban membalas chattin-mu karena toh kalian sudah putus.

Bayangin kalau kamu mengalami lonjakan emosi itu setiap hari, apa kamu punya waktu untuk memikirkan move on? Tentu saja tidak!

Ini mengapa stop kontak mantan adalah hal yang penting, bahkan harus kamu lakukan di awal-awal putus cinta. Salah satunya agar kamu gak mengalami lonjakan emosi itu.

Stop kontak mantan membuat pikiranmu lebih tenang. Ketika pikiran sedikit tenang, kamu jadi punya waktu untuk berpikir soal bagaimana keluar dari kesedihan itu. Kamu akan mencari cara bersenang-senang kembali. Kamu akan belajar menjalani hidup sendiri seperti saat sebelum ketemu mantan.

Ya memang sulit, tapi gak mustahil dilakukan. Ini sebabnya kamu harus segera hapus nomor kontaknya, unfollow semua akun media sosialnya, kalau perlu blokir saja dia. Jangan pedulikan kata-kata orang kalau tindakanmu itu kekanak-kanakan, stop kontak mantan untuk menyembuhkan diri sama sekali bukan tindakan kekanak-kanakan!

Kalau kamu sudah berhasil stop kontak mantan, kamu baru bisa melakukan tindakan-tindakan move on lainnya. Agar kamu gak terjerumus ke tindakan yang keliru seperti mabuk-mabukan atau menggunakan obat-obatan tertentu, kami sarankan kamu menggunakan cara move on yang dijelaskan Coach Lex DePraxis lewat ebook MOVE ON DALAM 30 HARI.

Klik link di bawah untuk mendapatkan ebook-nya!

MOVE ON DALAM 30 HARI

Move on itu susah susah gampang, tapi kalau awalnya kamu mempersusah diri, maka akan jadi susah seterusnya.