Menggunakan Teknologi dapat Menghancurkan Kehidupan Asmara?

Breakfast

Kecanggihan teknologi saat ini memberikan banyak kemudahan dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya dalam bidang percintaan. Canggihnya teknologi saat ini dapat mempertemukan para single untuk bisa menjadi sepasang kekasih, sekaligus memudahkan komunikasi dalam hubungan asmara.

Namun sayangnya, kemudahan teknologi saat ini nggak hanya membawa dampak positif pada kehidupan percintaan, tetapi juga membawa dampak buruk. Tim peneliti dari Oxford University menemukan bahwa pasangan yang terlalu intens berhubungan via internet cenderung memiliki kehidupan asmara yang kurang memuaskan.

Penelitian tersebut melakukan survei terhadap 3.500 pasangan yang merupakan pengguna aktif sosial media. Sebagian besar pasangan ini menggunakan pesan singkat, e-mail, Twitter, dan Facebook. Pasangan yang memiliki 5 jenis atau lebih perangkat/aplikasi elektronik sebagai sarana untuk berkomunikasi, dilaporkan 14% lebih sedikit merasakan kepuasan dalam hubungan asmara dibandingkan pasangan yang nggak sering menggunakan teknologi dalam berinteraksi.

Mengapa pasangan yang menggunakan teknologi ini merasa kurang puas? Coba simak alasannya berikut ini.

Rentan Kesalahpahaman

Komunikasi dalam bentuk teks lebih rentan dengan kesalahpahaman bila dibandingkan dengan komunikasi secara langsung. Sebab teks hanya dapat menyampaikan pesan dengan kata-kata saja. Nggak ada ekspresi muka, nada bicara, atau gerakan tubuh yang mendukung penyampaian pesan tersebut. Sehingga pesan yang disampaikan pengirim, bisa diartikan berbeda oleh si penerima. Apalagi kalau si penerima pesan memiliki sifat yang sensitif atau tempramental, komunikasi dalam bentuk teks ini akan lebih banyak mengalami kesalahpahaman yang bisa berujung dengan pertengkaran.

Curhat di Sosial Media

Teknologi bisa membuat orang mengekspos masalah pribadinya di hadapan banyak orang, secara online. Misalnya saja, sepasang kekasih mengalami pertangkaran hebat. Saking emosionalnya, satu sama lain nggak bisa menahan diri dan menceritakan masalah mereka di dunia maya. Mereka bisa mengeluarkan kata-kata kasar di saat sedang curhat di sosial media. Sikap seperti ini akan mengundang banyak orang, baik dikenal maupun nggak dikenal, untuk mengomentari posting-annya yang berisi curhatan tersebut. Dari komentar-komentar tersebut, bukan nggak mungkin si pembuat status akan semakin membuka masalahnya sendiri, atau muncul perselingkuhan dengan orang lain.

Selain itu, curhat di sosial media tentunya akan mengganggu sebagian orang, terlebih jika curhatan berisi dengan makian atau kata-kata kasar. Kamu pun juga bisa mencoreng dirimu sendiri karena membuat posting-an yang jelek.

Mengurangi Waktu Berkualitas Bersama Pasangan

Terlalu sering membuka dan mengecek sosial media dapat mengurangi waktu berkualitasmu dengan pasangan. Saat sedang berkencan, satu sama lain sibuk membuka handphone, saat sedang bersama, tangannya masing-masing sibuk menggenggam handphone. Bila begini terus, waktu kencan akan terbuang sia-sia dan nggak menghasilkan kedekatan yang baik untukĀ  hubungan.

Pasangan yang terhubung lewat dunia maya cenderung lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman di dunia maya, bukan dengan teman di dunia nyata. Keasyikan melakukan akivitas di sosial media dapat menghilangkan banyakan momen kebersamaan dengan orang di sekitarnya, khususnya pasangan sendiri.

Koneksi Virtual Nggak Mampu Menggantikan Keintiman Fisik

Memang benar, kamu bisa merasakan hangatnya cinta pasanganmu saat menerima pesan darinya. Namun sebenarnya saat menerima pesan tersebut, yang kamu terima hanyalah informasi. Kamu nggak mendapatkan senyuman, pelukan, atau sentuhan fisik lainnya. Kalau kamu dan pasangan kurang mendapatkan sentuhan fisik, kedekatan dalam hubungan nggak akan bisa terjalin dengan baik.

Bertemu secara tatap muka lebih esensial daripada hubungan di dunia maya. Bertatap muka dan bersentuhan langsung dapat memproduksi hormon oksitosin, atau lebih dikenal dengan nama hormon cinta. Hormon ini dapat meningkatkan rasa kasih sayang serta kerterikatan dengan pasangan. Kamu nggak akan bisa mendapatkan hal ini ketika berinteraksi lewat gadget canggih sekalipun.

Boleh untuk menggunakan teknologi sebagai sarana yang memudahkan kamu dan pasangan untuk saling terhubung. Namun, jangan sampai menggunakan teknologi secara berlebihan, seperti bergantung terlalu banyak pada teknologi dalam kehidupan asmaramu. Kamu juga harus memikirkan pertemuan atau kencan secara langsung dengan pasangan jika ingin hubungan tetap berjalan dengan harmonis.