4 Efek Negatif Seusai Bercinta

Bercinta memang menyenangkan, dan bisa memberikan efek positif pada tubuh. Salah satunya yang paling dikenal adalah dapat menjadi obat stres. Selain itu, seks juga terbukti dapat meringankan rasa sakit hingga membantu memperbaiki kualitas tidur.

Namun, nggak selamanya seks dapat memberikan dampak positif bagi tubuh loh? Ternyata, seks juga bisa memberikan efek negatif yang bahkan bisa mengganggu kesehatan secara serius. Hmm, masa sih? Berikut akan dijelaskan lebih lengkap seperti yang dipaparkan Men’s Health US.

Pusing dan Mual

Semua orang pasti mengingingkan tercapainya orgasme saat bercinta dengan pasangannya. Namun kalau efeknya terlalu kuat, justru dapat membuat tubuh menjadi kurang nyaman.

Setelah penetrasi yang intens, wanita bisa mengalami klimaks yang berlebihan. Umunya, hal ini disebabkan oleh stimulasi klitoris dan Miss V yang dilakukan secara bersamaan sehingga membuat wanita merasa sangat terangasang secara seksual dan mencapai orgasme yang terlalu intens.

Dalam kondisi tersebut, tubuh akan melepaskan senyawa kimia bersamaan dengan membesarnya pembuluh darah. Proses tersebut akan membuat kepala terasa pusing, seakan berputar, dan mual. Menariknya, kondisi ini juga bisa dialami pria, dan para ahli menyebutnya dengan sindrome penyakit pasca-orgasme, yakni saat pria akan mengalami gejala mirip flu yang bisa berlangsung sampai beberapa minggu lamanya.

Sakit Kepala

Pernah mendengar bahwa seks dapat menyembuhkan sakit kepala? Ternyata, seks juga bisa membuat seseorang mengalami sakit kepala loh. Kenyataannya, aktivitas seks dapat memicu migrain, baik pada pria maupun wanita. Menurut laporan dari International Headache Society, Ada dua tipe sakit kepala yang bisa terjadi karena bercinta. Tipe pertama adalah terjadi sebelum bercinta, yakni sakit kepala terjadi karena gairah seksual yang berlebihan menekan otak dan mengakibatkan sakit. Sementara tipe kedua adalah sakit kepala yang dirasakan secara tiba-tiba saat seseorang mengalami klimaks.

Penelitian yang dimuat dalam British Journal of Medical Practitioners menemukan bahwa sakit kepala yang dirasakan bersamaan dengan orgamse ini jarang terjadi. Umumnya, hanya dialami oleh mereka yang telah memiliki gangguan migrain dan hanya terjadi pada 1 dari 100 orang.

Miss V “Terbakar”

Hmm, terdengar aneh ya? Tetapi sebagian wanita bisa mengalami hal ini, mungkin pasanganmu juga pernah merasakannya. Namun mengapa Miss V wanita bisa merasa terbakar?

Hal ini bisa terjadi pada sebagian wanita yang memiliki alergi terhadap protein di dalam cairan semen pria. Alergi inilah yang menimbulkan iritasi atau rasa terbakar pada Miss V. Namun biasanya, reaksi alergi ini akan perlahan menghilang selama beberapa hari. Beberapa wanita ada yang nggak lagi merasakan alergi tersebu karena Miss V sudah beradaptasi dengan protein dalam cairang semen.

Nggak hanya alergi pada protein, tetapi juga bisa disebabkan oleh pemakaian kondom. Penggunaan kondom yang terbuatd ari bahan lateks akan menimbulkan reaksi sama pada wanita yang memiliki alergi terhadap karet. Beberapa cairan lubrikan juga berpotensi menimbulkan reaksi alergi karena bahan-bahan dalam kandungannya.

Depresi

Seperti yag di sebutkan dalam paragraf pembuka, seks adalah obat untuk rasa stres. Namun ternyata, seks juga bisa membuat seseorang jadi depresi. Berdasarkan penelitian di Australian pada tahun 2011, sekitar 33% wanita mengaku justru mengalami depresi seenggaknya sekali setelah bercinta. Bahkan, ada 10% wanita yang merasa sedih, gelisah, menyesal, dan terganggu setelah bercinta walau ternyata baru saja mengalami seks yang menyenangkan. Perubahan suasana hati ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon pada wanita yang cukup signifikan setelah melakukan seks.

Pernah merasakan efek negatif setelah bercinta guys?