4 Tips Berkenalan dengan Orang Tua Pasangan

Happy family of four at park during autumn

Hubunganmu dengan pasangan sudah bahagia, kalian sudah siap berkomitmen lebih serius lagi. Kamu sudah mengenal baik semua temannya, dan begitu juga dia. Semua terasa baik-baik saja, ketika akhirnya kamu harus bertemu orang tua pasangan.

Aduh, bagaimana ini? Kamu pun gugup dan panik. Kamu mencintai pasangan, tetapi kamu juga tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Kamu ingin memberikan kesan terbaik kepada mereka. Kamu tidak ingin membuat kesalahan sekecil apapun saat bertemu orang tua pasangan. Untuk kamu yang merasa tertekan, sebaiknya baca tips ini untuk menghilangkan ketegangan yang kamu rasakan saat hendak berkenalan dengan orang tua pasangan.

Membawa Oleh-Oleh

Biasanya, keluarga pasangan mengharapkan kamu membawa buah tangan saat berkunjung. Kamu bisa membawakan kue, buah-buahan, atau tanyakan saja pada pasangan apa yang disukai oleh orang tuanya. Kamu tidak harus membawa oleh-oleh yang mahal, yang penting niat baik dan tulusmu untuk berkenalan sudah tersalurkan melalui oleh-oleh itu.

Berpenampilan Baik

Bayangkan kalau kamu sudah menjadi orang tua dan memiliki anak, lalu anakmu mengenalkan pasangannya padamu. Tetapi, pasangannya mengenakan kaus yang kelihatannya tidak pernah disetrika, rambutnya berantakan, dan celananya sobek di sana-sini. Pasti kamu langsung berpikiran negatif tentang pasangan anakmu, bukan? Oleh karena itu, usahakan kamu berpenampilan yang terbaik saat bertemu orang tua pasangan. Tidak perlu mewah, asalkan rapi dan sopan.

Bersikap Sopan

Selalu miliki tata krama baik saat bertemu orang tua pasangan. Saat bertemu, bersalamlah kepada mereka selayaknya mereka adalah orang tuamu sendiri. Saat duduk bersama, duduklah dengan sopan. Selalu berkata baik dan jangan pelit senyuman kepada mereka. Dijamin, keluarganya pasti akan memiliki kesan baik kepadamu dan malah ingin bertemu denganmu lagi.

Membaur

Tidak hanya dengan orang tua pasangan, kamu juga harus bisa membaur dengan anggota keluarga lainnya. Misalnya, adik atau kakaknya. Dengan membaur, kamu memberi kesan kepada mereka kamu ingin menjadi bagian dari keluarga pasangan. Kalau kamu diam saja dan bersikap kaku di depan mereka, mereka tidak akan tahu niat baikmu.

Orang tua pasangan mungkin tidak menyukaimu. Tetapi, jangan sampai hal itu membuatmu kecil hati. Buktikan kepada mereka kamu adalah pasangan baik untuk anaknya, dan kamu memiliki niat baik untuk menjalin hubungan erat dengan keluarga pasanganmu.

Kalau masalah dengan orangtua pasangan beres, berarti kamu sudah selangkah lebih dekat menuju jenjang pernikahan. Tapi bagaimana kalau pasangan tidak juga melamar kamu padahal secara mental dan keuangan sudah lebih dari cukup?

Berarti kamu yang harus berani membicarakan soal masa depan hubungan, apa mau begini-begini saja atau lanjut ke jenjang pernikahan. Kalau kamu malu dan bingung bagaimana memulainya, kamu bisa memakai cara yang tertulis di ebook Buat Dia Melamar Kamu; ebook berisi langkah dan kalimat yang tepat untuk membuat pasangan berkomitmen menikahi kamu secepat dan setepat mungkin.

Kamu bisa mendapatkan ebook-nya lewat LINK di bawah:

BUAT DIA MELAMAR KAMU