Mengapa Kamu Harus Belajar Berkata Tidak

Apakah kamu tipe orang yang selalu berusaha membuat orang lain di sekitarmu bahagia? Apakah kamu selalu berusaha tersenyum walaupun hati sedang susah? Apakah kamu sulit menolak ketika orang lain meminta bantuanmu, padahal kamu sendiri juga sedang kesulitan? Apakah kamu melakukan semua itu karena ingin menyenangkan hati orang lain dan tidak mau bersikap egois?

Tidak ada yang salah jika kamu menjawab ya untuk semua pertanyaan di atas. Sebagai manusia, kita harus menjadi orang yang baik dan berguna untuk orang lain, bukan? Namun, ada kalanya kamu harus berpikir, apakah bantuanmu benar-benar berguna untuk orang lain atau mereka hanya memanfaatkanmu dan jadi bergantung pada kebaikanmu?

Kamu pasti sedih saat tahu orang yang kamu bantu dengan tulus hanya memanfaatkanmu. Setelah itu, kamu sadar selama ini kamulah yang melakukan segalanya untuk orang lain, dan mereka merasa tidak perlu melakukan apa-apa karena ada kamu yang mau melakukannya. Kamu ingin sekali menolak ketika mereka meminta bantuan, tetapi kamu tidak mau menyinggung perasaan mereka, bukan?

Di sinilah kamu harus bisa membuat batas dan belajar berkata “Tidak!” kepada mereka. Hal ini tidak hanya berlaku pada teman saja, tetapi juga kepada pasangan dan keluarga. Jangan biarkan kebaikanmu disalahgunakan oleh siapa pun dengan melakukan empat poin ini:

Mulai Membuat Batas

Membuat batas bukan berarti kamu harus berkata tidak kepada setiap orang yang meminta bantuanmu. Seleksi saja pada situasi apa saja kamu tidak akan mau membantu orang lain. Misalnya, kamu tidak akan mau membantu orang lain mengerjakan tugasnya sebelum tugasmu selesai. Atau kamu membuat kesepakatan dengan pasangan untuk tidak sepenuhnya membayar biaya kencan kalian setiap minggu.

Bersikap Jujur

Tahu tidak, terus berusaha tersenyum padahal hati sedang susah tanpa mengkomunikasikannya dengan sehat akan berdampak negatif pada diri sendiri. Ya, menumpuk perasaan dalam hati hingga akhirnya meledak seperti bom hanya akan menyusahkan dirimu sendiri. Belajarlah untuk mengungkapkan perasaanmu sejujur-jujurnya dengan cara sehat kepada orang lain. Kalau orang lain tidak tahu kamu sedang kesal, mereka tidak akan berhenti meminta tolong padamu.

Introspeksi

Tanyakan pada diri sendiri: mengapa kamu ingin membantu orang lain? Apakah ingin meringankan beban orang lain dan ingin melihat mereka bahagia atau hanya demi kepuasan diri sendiri? Ketika kamu ingin membantu karena tulus ingin meringankan beban mereka, secara otomatis kamu akan tahu sejauh mana kamu bisa membantu. Ketika kamu membantu orang lain hanya demi diri sendiri, kamu akan jadi mudah pamrih, membenci orang itu, dan hati tidak akan puas.

Kata Tidak Bukanlah Kata yang Buruk

Berkata tidak kepada pasangan bukan berarti kamu membencinya. Berkata tidak pada teman bukan berarti kamu tidak bersikap solid. Terkadang, seseorang harus memikirkan dirinya sendiri dan selalu memprioritaskan kebahagiaan dan kesehatan dirinya terlebih dulu. Dan hal itu sama sekali tidak egois. Karena, bagaimana kamu bisa membahagiakan orang lain kalau kamu tidak bisa membahagiakan diri sendiri?