Menghadapi Kebosanan Dalam Hubungan

Ketika hubunganmu sudah stabil, tidak ada pertengkaran, tidak ada drama, dan sudah sama-sama nyaman, saat itu kamu akan merasakan kebosanan. Itu sangat wajar, sewajar-wajarnya.

Yang tidak wajar, adalah jika kita menganggap “kebosanan” ini sebuah bukti “hilang rasa”, lalu mulai mencari sumber keasikan lain dari luar hubungan untuk mengisi kebosanan tersebut.

Mulai dari nyari temen curhat lawan jenis yang lebih bisa bikin semangat, mulai tebar pesona ke temen-temen kantor yang menarik, mulai lirik kanan kiri… Dan sangat tidak mustahil sekali jika di luar sana kita akan bertemu dengan “orang lain” yang mampu membangkitkan kembali gairah berbunga-bunga itu dan membuat kita teringat pada hari-hari pertama dulu jadian dengannya.

Kemudian kita mengira kita jatuh cinta pada orang baru, dam memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang lama. Lalu tidak lama demikian, ulang lagi siklusnya dari awal.

Fatal.

Kadang kita tidak pernah tahu, bahwa pasangan yang akan berbunga-bunga jatuh cinta setiap hari dan bahagia selama-lamanya hanya ada dalam dongeng. Kadang kita lupa bahwa kita hidup di dunia nyata. Kalau kita sendiri tidak memutuskan dan mengambil tidakan untuk berhenti, siklus jatuh cinta – bosan – cari baru – jatuh cinta lagi ini, sampai kapan pun tidak akan ada habisnya. Karena kamu dijamin dan akan selalu bosan.

Berikut ini ada dua tips untuk kamu yang sudah dalam hubungan yang stabil, dan merasa bosan:

1. Sadari bahwa bosan itu wajar, tapi kondisikan cinta setiap hari.

Bosan adalah cara evolusi alam untuk membuat manusia berhenti berkembang dan tidak jalan di tempat. Tidak makan makanan yang sama, tidak tinggal di gua yang sama terus menerus, tidak tinggal dalam keadaan yang sama terus menerus. Dengan demikian, bosan mendorong manusia untuk selalu berubah dan berkembang.

Kebosanan dalam hubungan bukan berarti itu cara alam agar kamu tidak pacaran dengan orang yang sama terus menerus, melainkan menandakan bahwa kalian sudah lama tidak melakukan apa-apa yang baru dalam hubungan kamu!

Jika kamu membiarkan hubunganmu merenggang tanpa mau berusaha mendekatkan diri kembali, kamu salah kaprah. Meski bosan itu wajar, cinta tetap harus dipupuk setiap hari agar hubungan tetap sehat. Temukan kegiatan-kegiatan baru yang kamu sukai berdua, bahkan coba hobi-hobi lama yang terlupakan. Pergilah jalan-jalan berdua, luangkan waktu untuk beri surprise-surprise kecil. Rayakan kestabilan cintamu setiap hari dengan tantangan-tantangan baru bersama pasanganmu.

2. Hargai dan syukuri.

Jangan biarkan APA YANG KAMU MAU membuat kamu lupa pada APA YANG KAMU PUNYA. Karena mudah sekali untuk lupa menghargai apa yang kamu miliki bila hal tersebut sudah lama sekali selalu ada dan tidak pernah hilang. Jangan tunggu putus lalu baru menyesal dan minta balikan, itu sudah sangat terlambat sekali.

Kadang, orang-orang baru mungkin terlihat lebih menarik, lebih baru, lebih lucu, lebih membuat kita bersemangat. Tapi apakah pada akhirnya pasti lebih baik daripada pasangan kita sekarang? Jangan tergoda karena rumput tetangga lebih hijau, ingat, kalau hujan sama aja beceknya.

Jatuh cinta itu mudah. Tapi untuk mempertahankan cinta, untuk mengerti bahwa kebosanan adalah salah satu ciri kestabilan hubungan, untuk sadar betapa kekanak-kanakannya menyudahi sebuah hubungan hanya karna bosan, butuh sebuah pribadi yang dewasa dan berani berkomitmen. Saya harap, kamu dan saya termasuk dalam kategori tersebut.

Jika pada saat pacaran aja kamu nggak bisa melawan kebosanan, wah… apalagi menikah.