Si Wanita Dekat dengan Orang Tua Pacar Kamu

Menjalin hubungan baru memang tak semulus jalan tol. Ada banyak penyesuaian di antara kamu dan pasangan, apalagi jika kamu menginginkan sebuah hubungan jangka panjang dan serius. Bukan hanya tentang kamu dan pasangan, tetapi juga orang-orang di lingkungan kamu, yaitu teman dan orang tua. Kalau urusan teman jelas tak begitu masalah dan tak terlalu membawa pikiran. Yang jadi sedikit masalah adalah jika berhubungan dengan orang tua yang menjadi pihak pemberi izin hubungan antara kamu dan si dia. Masalah menjadi rumit ketika kamu tahu bahwa orang tuanya lebih menyukai mantan pacarnya pasanganmu dibandingkan kamu yang merupakan pasangan barunya. Dibayang-bayang masa lalu memang enggak enak. Jadi, apa yang harus kamu lakukan?

Mungkin di awal kamu akan lebih sering dibanding-bandingkan dengan mantan pacarnya. Ibunya mungkin terang-terangan membicarakan mantan pacar anaknya. Entah tentang kebaikan. Entah keakraban mereka yang masih terbina hingga sekarang atau hal-hal lain yang kadang membuat hati kamu panas. Relax! Hal ini wajar, sebab si orang tua sudah mengenal lama si wanita (mantan pacar anaknya). Sedangkan kamu hanya orang baru dalam kehidupan keluarga mereka. Orang tuanya belum tahu bahwa kamu bisa jauh lebih baik dibandingkan si dia. Orang tuanya belum mengenal kamu lebih lanjut, makanya masih sering membahas si wanita.

Tak perlu gusar. Tak perlu menunjukkan sikap kesal atau tersinggung karena dibanding-bandingkan dengan orang tuanya. Dengan menunjukkan sikap buruk, kamu justru memiliki nilai minus di mata orang tuanya. Tersenyum dan dengarkan cerita mereka. Sebab (tanpa bermaksud tak sopan), orang tua memang hanya butuh didengarkan. Tunjukkan bahwa kamu memang antusias dengan ceritanya meskipun dalam hati kamu kesal setengah mati. Biasanya, saat tahu kamu justru antusias, mereka akan bosan sendiri dan berhenti membahas wanita masa lalu anaknya. Sulit memang tersenyum saat orang tuanya membahas dan membandingkan kamu dengan si dia—bahkan seseorang yang tidak kamu kenal. Namun, percayalah bahwa ada hasil yang akan kamu dapatkan di depan.

Kamu nggak harus berubah

Mungkin saja nih, kamu terus memikirkan apa saja yang membuat orang tua pasangan masih dekat dengan dengan si dia (mantan pacar anaknya). Kamu terus terbayangi perilaku apa yang membuat orang tuanya seolah lebih menyukai anaknya pacaran dengan mantannya dulu. Hal seperti itulah yang membuat kamu jadi goyah dan berpikir untuk melakukan hal yang sama dengan si dia.

Jangan!

Jadilah diri sendiri. Enggak perlu kamu berubah sama seperti si pria/wanita tersebut. Tak perlu sok-sok mengambil hati dengan cara mantan pacar anaknya dulu. Jangan. Kamu ya kamu. Dia ya dia. Beda. Kamu pasti memiliki cara sendiri untuk membuat orang tuanya sayang ke kamu dan lebih menganggap kamu yang jauh lebih baik. Jika kamu mengikuti cara si dia, orang tuanya hanya berpikir tentang masa lalu anaknya. Perbandingan tak akan pernah selesai. Lakukan cara-cara tanpa mengubah diri kamu. Dengan begini, kebaikan KHAS kamulah yang akan dikenang oleh orang tuanya dan perlahan posisi kamu mulai diperhitungkan.