5 Tanda Kamu Menutup Diri Dalam Hubungan

Bipolar

Hubungan yang sukses dan sehat membutuhkan keterbukaan dari satu sama lain. Kelihatannya mudah untuk dilakukan, tetapi bisa menjadi sulit untukmu saat kamu takut keterbukaanmu bisa membuat pasangan membencimu.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan, baik saat ini atau di masa lalu. Kamu pun tidak luput dari bagian orang yang seperti itu. Kamu mungkin merasa aman dengan menutup diri, tetapi kamu bisa menciptakan perbedaan, masalah, hingga kebencian dengan pasangan. Berikut ini adalah tanda-tanda kamu malu membuka dirimu dalam hubungan.

Pasangan Jarang Melihatmu Menangis

Sering menangis memang membuatmu terlihat cengeng, tetapi kalau kamu nyaris tidak pernah menangis di depan pasangan, bisa gawat, lho. Bisa menangis di depan pasangan adalah salah satu bentuk kepercayaanmu terhadapnya. Kalau kamu sudah menutup diri lebih dulu, kamu akan merasa sangat malu saat harus menangis di depannya. Sesekali kamu boleh menangis di depan pasangan demi mempererat hubungan.

Malas Membahas Perasaan

Kamu merasa bebas membicarakan apa saja yang kamu suka di depan pasangan, tetapi begitu kamu harus membicarakan perasaanmu sendiri, kamu diam saja. Kalau kamu merasa sulit berbicara dari hati ke hati dengan pasangan, berarti ini pertanda buruk. Seharusnya, kamu boleh dan bebas membicarakan segalanya di depan pasangan. Agar hubungan kalian berkembang, kamu harus berani membuka diri tentang perasaanmu.

Mengubur Masa Lalu

Memang, apa yang sudah berlalu, biarlah berlalu dan kamu harus fokus di masa kini. Akan tetapi, bukan berarti kamu benar-benar menolak untuk membicarakan masa lalumu di depan pasangan. Kamu yang sekarang terbentuk dari masa lalumu, dan penting sekali pasangan mendengar pengalaman-pengalaman hidupmu sebelum bertemu dengannya. Meskipun ada pengalaman pahit, memalukan, mengerikan yang sulit untuk diceritakan, namun dengan membuka diri, kamu akan membuat peluang baru dengan pasangan di masa depan.

Tidak Meminta Pendapat Pasangan

Menutup diri berarti kamu tidak pernah menceritakan segalanya pada pasangan. Maka dari itu, kamu nyaris tidak pernah meminta pendapat pasangan saat hendak membuat keputusan dalam hubungan. Sebuah hubungan melibatkan tim, yaitu kamu dan pasangan. Kamu harus melibatkan pasangan juga dalam membuat keputusan bersama.

Mengabaikan Masalah

Karena sudah menutup diri, kamu jadi malas membicarakan masalah dalam hubungan. Kamu cenderung mengabaikannya dan tidak mau mencari solusinya. Berkomunikasi dengan pasangan bisa menjadi hal sulit, tetapi kalau kamu menolak untuk melakukannya, hubunganmu dengan pasangan tidak akan langgeng. Semakin banyak kamu menumpuk masalah, semakin besarlah dampak negatif yang akan kalian rasakan.