3 Hal yang Dikhawatirkan Wanita Saat Bercinta

Dalam artikel ini, pria memiliki beberapa kekhawatiran saat bercinta dengan pasangannya. Rupanya hal ini sama dirasakan wanita. Mereka juga memiliki beberapa kekhawatiran yang dirasakan saat bercinta dengan kamu. Tentu saja, kekhawatiran itu nggak pernah mereka ungkapkan langsung padamu. Wanita lebih baik memendam kekhawatirannya, terutama mengenai hal yang berhubungan dengan seks. Sebab, takut membuat pria merasa marah atau malah menertawakannya.

Memangnya apa yang wanita khawatirkan saat bercinta dengan pasangannya? Pakar seks dan hubungan, Tracey Cox mengungkapkan bahwa pada umumnya, wanita mengalami tiga masalah umum yang disebabkan oleh diri mereka sendiri saat berhubungan seksual.

Orgasme

Sudah menjadi hal umum bahwa wanita selalu merasa susah mengalami orgasme dalam bercinta. Maka hal ini pula yang menjadi kekhawatiran mereka saat bercinta. Penelitian dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa hanya ada 29% wanita yang bisa merasakan orgasme setiap kali bercinta. Sementara di sisi lain, sebanyak 75% pria selalu merasakan orgasme setiap bercinta.

Wanita merasa tertekan, merasa harus orgasme setiap kali bercinta dengan pasangannya. Mereka akan merasa bersalah atau kurang sexy ketika nggak bisa mencapai orgasme.

Cox menyebutkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Elisabeth Llyod selama 30 tahun membuat kesimpulan bawha orgasme merupakan suatu hal kebetulan yang menyenangkan. Orgasme bukanlah sesuatu yang pasti terjadi setiap kali berhubungan seksual.

Bentuk tubuh

Bentuk tubuh juga menjadi sumber kekhawatiran wanita saat bercinta. Mereka nggak percaya diri dengan bentuk tubuh mereka, dan perasaan tersebut memengaruhi kenikmatan bercinta. Berbagai penelitian mengungkapkan, keraguan terhadap bentuk tubuh membuat wanita ingin menyelesaikan sesi bercinta lebih cepat, kurang inisiatif (termasuk dalam mencoba posisi baru), dan kurang komunikasi mengenai kebutuhan mereka dnegan pasangan.

Wanita nggak tahu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jika pria sudah jatuh cinta, mereka akan melihat tubuh pasangannya secara positif. Hal ini berlaku pada semua pria secara universal.

Kenyataannya, bercinta itu lebih dari hanya melihat apa yang ada di luar, tetapi juga di dalam. “Seks itu mengenai sensai perasaan yang terhubung dan mencapainya sebuah kepuasan. Jadi jangan pernah merasa stres dan paranoid dengan bentu tubuh sendiri. Bangunlah kepercayaan diri,” ujar Cox.

Nggak Ingin Seks Sebanyak yang Pasangan Inginkan

Pria memikirkan seks lebih banyak daripada wanita. Hal ini dianggap wanita sama dengan pria ingin seks sebanyak yang mereka pikirkan. Namun sayangnya, wanita belum tentu mau bercinta sesering atau sebanyak yang pria pikirkan. Hal tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi wanita. Takut pasangannya kecewa atau berselingkuh mencari wanita lain yang bisa menuruti kemauan seksnya.

Perlu diketahui bahwa pria dan wanita memiliki gairah seks yang berbeda. Cox mengatakan bahwa gairah pria terhadap seks lebih pada keinginan yang spontan. “Pria merasa seperti bercinta, bahkan sebelum memulainya.”

Sementara wanita sendiri memiliki gairah bercinta yang reaktif. Cox menjelaskan bahwa wanita nggak merasa inginbercinta di awal. Namun saat sudah memulainya, mereka baru bisa menikmatinya.

Namun, terdapat persamaan gairah antara pria dan wanita. Keduanya akan memiliki hasrat bercinta spontan saat baru memulai hubungan. Mengapa? Ini disebabkan oleh faktor hormon. Setelah 9 sampai 18 bulan, hormon tersebut akan menurun, yang kemudian memunculkan kesalahpahaman. Wanita berpikir dirinya bersalah saat merasa nggak ingin bercinta. Padahal, hal itu dipengaruhi faktor hormonal. Namun Cox menyarankan pada wanita untuk mencoba bersikap spontan, seperti mencontoh pola pikir pria.