Menurunkan Berat Badan dapat Mempengaruhi Kehidupan Asmara

Baik wanita maupun pria meninginkan tubuh yang ideal. Sebagian besar di antara mereka sedang melakukan program penurunan berat badan untuk mencapai angka yang seimbang. Namun, kamu harus tetap memerhatikan langkah yang kamu tempuh untuk menurunkan berat badan. Mengapa? Karena itu bisa saja mempengaruhi kehidupan seks loh!

Apakah pengaruhnya baik? Kebalikannya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa berat badan yang hilang terlalu banyak atau turun secara drastis dapat membuat kualitas seks menurun.

 

Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Universitas Texas dan Universitas North Carolina State.  Peneliti dari kedua universitas tersebut meneliti orang-orang yang baru saja berhasil menurunkan berat badannya yang berjumlah lumayan banyak, sekitar 30 pounds atau setara dengan 13 kg. Nggak hanya yang melakukan penurunan berat badan, pasangan mereka pun ikut diteliti.

Peneliti mewawancarai mereka semua mengenai apa yang terjadi pada hubungan mereka ketika kekasih melakukan penurun berat badan. Selain itu, peneliti juga mencari tahu apakah hal-hal seperti komunikasi atau kenikmatan seksual ikut terpengaruh.

Hasilnya diketahui bahwa penurunan berat badan memiliki dampak yang besar dalam hubungan pasangan-pasangan tersebut. sebagian peserta mengaku pasangannya termotivasi untuk ikut menurunkan berat badan. Tetapi, sebagian responden lain mengatakan bahwa pasangan mereka justru nggak senang dengan perubahan yang terjadi.

Penelitian tersebut juga menunjukkan kalau pasangan (yang nggak menurunkan berat badan) menolak keintiman dari mereka (yang berhasil menurunkan berat badan). Mereka yang nggak ikut menurunkan berat badan, merasa nggak lagi dianggap menarik oleh pasangannya dan suka mengeluh.

Riset tersebut masuk akal, menurut pakar seks, Dr. Laura Berman. Saat pasangan nggak lagi memiliki pikiran yang sejalan, semua hal dalam kehidupan pernikahan pun dapat terpengaruh. Menurutnya, menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak adalah sebuah keputusan yang penting, dan hal itu membutuhkan komitmen yang kuat untuk bisa berhasil.

“Sisi buruk dari fokusnya pasangan menurunkan berat badan ialah gaya hidup sehat mereka yang dapat membuat pasangan menjadi nggak nyaman,” ujar Dr. Laura.

Contoh kasusnya, pasangan dapat merasa nggak senang karena nggak bisa melakukan hal yang sama seperti dahulu. Kalau setiap weekend mereka selalu keluar untuk makan di restoran cepat saji, kini aktivitas itu nggak bisa dilakukan berdua. Sebab salah satu dari mereka sedang fokus untuk menurunkan berat badan.

Alternatif paling baik menurut Dr. Laura adalah menurunkan berat badan dan menjadi sehat bersama pasangan. Lebih mudah diet bersama pasangan dibandingkan hanya salah satu yang menurunkan berat badan.

Apakah pasanganmu sedang berusaha menurunkan berat badannya? Apakah kamu setuju dan merasakan hal yang sama dengan riset di atas?