3 Tahapan Jatuh Cinta Untuk Pria

Sebagai wanita yang “dikejar-kejar” oleh banyak pria, tampaknya kita menyadari perbedaan cara mereka dalam mendapatkan kita. Ada yang cuek dan tak begitu ngotot ala bad boy, ada juga yang tampak ngarep dan bisa melakukan banyak hal untuk kita. Ada yang saking ngarepnya, mereka hanya fokus pada satu wanita. Namun, tak banyak pula yang beranggapan selama masih single mereka berhak mendekati banyak wanita. Ingat, mendekati banyak wanita bukan berarti jatuh cinta pada mereka semua—itu prinsip pria.

Makanya jangan heran jika suatu saat ketika kamu didekati oleh pria, salah satu dari mereka bisa saja mendadak berubah. Karena menurut para ahli, perasaan cinta bisa menumpulkan saraf otak pria dan membuat perilaku mereka jadi tak terduga. Misalnya, selama ini si pria rajin menelepon dan flirting, tapi beberapa hari kemudian mereka tak melakukan hal itu (padahal kamu sudah berpikir kalau dia suka sama kamu) bahkan si pria ketahuan mendekati wanita lain. Sebagai wanita yang selalu nunggu pria kamu pasti merasa tersinggung.

Bisa-bisanya dia dekatin cewek lain, padahal dia lagi deketin gue!”

Terus kamu mengecap kalau pria itu pasti playboy. Padahal pria berhak mendekati banyak wanita selama dia belum terikat oleh satu wanita manapun. Bukan begitu Ladies? Nah, kadang sebagai wanita kita bingung kok ada satu pria yang kelihatan setia dengan gebetan yang cuma satu. Tapi ada pula mereka yang mendekati banyak wanita. Kira-kira seperti apa tahapan pria dalam jatuh cinta? Berikut 3 tahapan jatuh cinta menurut Christine Akiteng yang merupakan sexual confidence/dating coach.

Tahap 1: Lihat Lalu “Kejar”!

Rasanya tepat jika pria masih melihat fisik sebagai syarat utama ketika mendekati wanita. Melihat kaki jenjangmu yang berjalan anggun dengan heels 10 cm di depan dia, senyum kamu yang menawan saat tak sengaja melihat dia, atau mungkin lipstick merah yang bisa membuat dia langsung ngajak kamu kenalan. Di tahap inilah mungkin dia akan mulai mendekati kamu, mengirim pesan teks mesra atau menelepon kamu di beberapa kesempatan di setiap harinya. Sayangnya, di tahap ini kamu belum “aman” karena bisa saja dia menemukan wanita yang lebih menarik dibandingkan kamu. Apalagi menurut Christine, rasa ketertarikannya kepada kamu sebagian besar lebih dipengaruhi oleh hormon, bukan ikatan emosional.

Tahap 2: Melirik Sisi Lain

Ketertarikannya akan fisik kamu membuat dia berniat untuk berkencan sama kamu di salah satu restaurant . Mungkin saja selama ini dia juga mendekati wanita lain, hanya saja dia melihat sisi lain yang lebih bernilai di diri kamu. Di tahap ini, dia tak lagi melihat fisik (karena tahap satu sudah dia rasakan tentunya!), tetapi dia mulai melihat kecocokan dalam pola pikir atau sifat keibuan kamu, misalnya. Di tahap ini dia akan melihat apakah kamu sosok yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu atau tidak. Jika ya mungkin saja dia akan mulai megirim kamu bunga atau apapun yang bisa membuat kamu senang. “Hormon-hormon dalam tubuh pria, seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin kian giat bereaksi,” ujar Houran, seorang psikologis. “Ini akan menciptakan sebuah sensasi euforia, persis seperti efek drugs. Testosteron juga meningkat dan membuatnya lebih agresif.”

Tahap 3: Jatuh Cinta

Setelah melewati dua tahap di atas, kini dia yakin kalau kamu akan membuat hari-harinya lebih berwarna. Beberapa kali kencan membuat kalian berdua yakin kalau kamu dan dia sudah memiliki ikatan emosional yang kuat. Mungkin dia tak pernah mengatakan “I love you”, tapi semua perialakunya “berbicara” lebih jelas dibandingkan kata-katanya. Sayangnya, beberapa pria saat berada di tahap ini masih enggan untuk berkomitmen. Hal ini sangat wajar karena tentu dia masih memiliki sedikit keraguan terhadap kamu. Karena beberapa pria mau berkomitmen jika kamu berhasil menjadi teman sekaligus partner dibandingkan “piala” yang berhasil dia dapatkan.

Kalau kamu yang sedang PDKT sama si dia, kira-kira si dia sedang berada di tahap mana, Ladies?