Bro, Mau PDKT? To The Point Aja!

Guys, bayangkan kamu jadi cewek yang punya banyak penggemar. Kamu sedang duduk di sebuah cafe, sendirian, seru ngegosip di BBM sama teman. Tiba-tiba seorang pria nyamperin kamu. Dari senyuman dan tatapan matanya kamu tau dia akan ngomong sama kamu… Dan ternyata bener, dia mendekat, membuka mulutnya, dan membuka pembicaraan.

“Sendirian aja?”

DOENG…

Kalo saya sih senang sekali menjawab pertanyaan ini dengan, “Rame-rame sih, cuman nggak kelihatan aja,” sambil senyum manis ala duh-saya-nggak-tertarik-sama-kamu-cepetan-pergi-donk.

Kalau kamu belum sadar, biar saya beritau. “Sendirian aja?” adalah salah satu kalimat paling basi, paling jamuran, paling nggak menarik yang bisa diterima seorang cewek dari seorang cowok asing. Pertama, karena pertanyaan itu nggak penting. Kalau ceweknya memang sendirian kan kamu bisa lihat sendiri. Kamu tahu dia sendirian, tapi kamu tidak punya kepercayaan diri untuk mengambil langkah sebenarnya yang kamu inginkan. Kamu merasa perlu basa-basi seribu langkah minta izin di depan sebelum masuk ke maksud kamu yang sebenarnya. Itu nggak menarik banget.

Kedua, karena cewek yang menarik sudah tidak terhitung mendengar kalimat pembuka serupa “Sendirian aja?” Jadi ketika kamu menggunakan kalimat yang serupa, kamu otomatis terjun bebas ke keranjang Koleksi-Lelaki-Tidak-Menarik-Yang-Tidak-Mungkin-Jadi-Pacar. Walaupun kamu tulus, cinta kamu suci, putih seperti salju dan akan setia hingga akhir hayat. Walaupun. Selamat ya.

Sekarang, bayangkan kamu kembali jadi cewek yang tadi. Karena kamu iseng, akhirnya kamu iyain aja kenalan dan kasih nomor HP. Kamu tau sih, sebenernya orang ini nggak menarik. Tapi karena lagi gak ada kerjaan, kamu pikir ya udah ladenin aja. Nggak ada ruginya kan. Malemnya, dia nyamperin kamu lewat BBM. Dan dia tiba-tiba nanya gini:

“Kalo aku BBMan sama kamu gini, ada yang marah ngga sih?”

DOEEENNGGG..

Sementara kamu mikir harus bales apa, kamu berjuang keras menahan diri untuk tidak mengetik, “Ada. Saya.”

Guys, kalau kamu masih juga belum sadar, biar saya beritau. Ketika kamu bertanya seperti itu, sebenernya cewek ngerti banget kamu lagi nanya “kamu udah punya pacar belum?” Dengan kata lain, kamu punya maksud “kalau belum punya pacar, saya boleh donk jadi calon pacar?” Ini sama seperti “Lagi sendirian?” tadi, kamu merasa perlu basa-basi seribu langkah minta izin di depan sebelum masuk ke maksud kamu yang sebenarnya.

Kamu mengira mengajukan diri seperti itu adalah kesopanan, tapi cewek sebenernya lagi ngetawain kamu di seberang sana. Di matanya, kamu adalah pria tanpa keberanian yang butuh izin di setiap langkahmu. Pria yang demikian tidak punya bau maskulin, tidak memancarkan hal yang memicu ketertarikan. Hal yang sama terjadi pada pria-pria yang terjebak di jurang friendzone. Mereka adalah pria-pria yang tidak punya keberanian untuk menjadi gebetan, sehingga rela ikut sirkus melompati 1000 gawang-gawang pertemanan demi mendekati sasarannya. Sama persis!

Guys, pria yang maskulin dan punya kualitas menarik selalu tahu jelas apa yang dia mau, dan berani untuk menerima resiko yang muncul karena ingin meraih hal tersebut, seperti yang dibilang dalam artikel Nggak Mau Ditolak? Ya Jangan PDKT. Ingat, lebih baik ditolak segera daripada ditolak setahun lagi setelah kamu basa basi melalui ribuan birokrasi nggak penting yang hasilnya tetap sama.

Kalo kamu gimana? Udah berapa basa-basi birokrasi sampai hari ini?

Kalau kamu mau lebih maju lagi, lanjutkan baca artikel ini: DUA CARA PDKT, MANA YANG TERBAIK?