Pelajari Dulu Chat Anti-Reject Ini, Si Dia Langsung Ngebet Kencan Sama Kamu!

Apakah kamu pernah dikirim chat seperti ini oleh seseorang:

“Hai lagi apa?”

“Boleh kenalan gak?”

Apa yang kamu rasakan saat membaca tulisan di atas?

Bosan? Muak? Terkesan penakut dan malas?

Ya saya pun bosan bila dikirim chat atau pesan teks seperti itu. Apalagi dari orang asing yang saya baru kenal beberapa hari sebelumnya. Saya langsung merasa was-was, jangan-jangan saya mau diprospek oleh agen dari perusahaan tertentu dan dijanjikan liburan ke luar negeri sambil naik kapal pesiar.

Mengirim chat memang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri; kamu tidak perlu takut bila salah ngomong dan kamu memiliki waktu untuk berpikir tentang kalimat apa yang mau kamu ucapkan ke si dia, namun kekurangannya adalah kamu tidak akan tahu perasaan emosional yang dialaminya, jadi kamu tidak tahu apakah si dia sedang gembira, marah, atau sedih. Kamu hanya bisa menduga-duga apa yang sedang ia lakukan dan ia pikirkan.

Membangun kesan pertama via pesan teks (entah itu melalu SMS, Whatsapp, LINE, atau lainnya) sama pentingnya seperti menciptakan kesan pertama saat pertemuan; bila si dia tidak tertarik denganmu di detik pertama, maka kemunginan si dia menyukaimu akan semakin kecil. Jadi disamping harus belajar memperbaiki penampilan dan bertutur kata, kamu juga harus belajar mengasah keterampilan mengirim pesan teks berkualitas untuk si dia.

Lalu bagaimana caranya mengirim chat atau pesan teks berkualitas tanpa harus terlihat memalukan? Kamu bisa scroll ke bawah:

Yang diharamkan saat mengirim pesan ke si dia:

1. Mengirim Kalimat Standar Seperti “Hei”

via Unsplash

Hanya mengatakan “Hei” saja sudah salah, apalagi “Heeeiii!!”. Apa yang kamu harapkan dari mengirim pesan teks seperti itu? Apakah si dia akan membalas “Heeeeiii jugaaaa!” dan kalian bisa langsung pergi berkencan? Sepertinya tidak. Kamu terkesan kekanak-kanakan dan si dia pastinya lebih memilih untuk pergi dengan pria lain daripada mengurusi bocah seperti kamu.

2. Bercerita SELURUH Kegiatan yang Kamu Alami

via Unsplash

Bercerita tentang kegiatan yang kamu alami memang bagus untuk membangun chemistry antara kamu dengan si dia. Tetapi bila kamu bercerita SELURUH kegiatan yang kamu alami, hasilnya adalah si dia menjadi tidak memiliki rasa penasaran lagi terhadap kamu. Alhasil saat kalian bertemu, kalian hanya membicarakan hal-hal yang sudah kalian ketahui sebelumnya. Kencan yang kalian lakukan bisa menjadi kegiatan yang membosankan tanpa adanya obrolan yang menarik.

3. Langsung Membalas Teks yang Ia Kirimkan

via Free Stocks

Sebenarnya tidak salah, hanya saja kamu terlihat seperti tidak ada pekerjaan lain. Boleh langsung membalasnya, tetapi sesekali beri jeda lima atau sepuluh menit. Lagi pula kamu bisa menyusun kalimat apa yang hendak kamu kirimkan.

Yang diharuskan saat mengirim pesan ke si dia:

1. Usahakan Untuk Tidak Menyingkat Kata

via Free Stocks

Saya tahu beberapa orang sangat suka menyingkat kata hanya karena malas menulis kalimat panjang. Coba bandingkan kalimat “Hy pa kbr u?” dengan “Hei apa kabar kamu?”. Kalimat pertama membuat kamu terlihat seenaknya, sedangkan kalimat kedua lebih terasa elegan dan dewasa. Dulu orang-orang harus menyingkat kata untuk menghemat pulsa saat hendak mengirim SMS, namun karena di era moderen ini teknologi SMS sudah hampir tenggelam oleh aplikasi chatting, kamu tidak punya alasan lagi untuk mempertahankan tradisi kuno tersebut.

2. Langsung to the Point

via Free Stocks

Basa-basi adalah hal yang membosankan bila berlangsung selama berjam-jam. Sebelum si dia mulai merasa bosan dengan basa-basi yang tiada guna, sebaiknya kamu langsung utarakan apa yang ingin sampaikan. Kamu ingin mengajaknya jalan? segera katakan. Ingin mengajaknya nonton? Segera katakan. Ingin bilang “aku sayang kamu” ke si dia? Sebaiknya tahan dulu. Pastikan si dia memang tertarik kepada kamu, jadi pernyataan perasaan kamu tidak menjadi sia-sia.

3. Gunakan Humor

via Pexels

Kamu bukan robot dan juga tidak sedang mengirim pesan ke robot, jadi gunakan kalimat-kalimat lucu sehingga pembicaraan kalian tidak terasa kering kerontang. Contohnya: “Aku ingat waktu pertama kali bertemu, kamu memakai baju berwarna kuning. Kamu mirip dengan sejenis pokemon yang bisa mengeluarkan listrik.” Atau joke-joke yang kamu ketahui. Tidak peduli kamu adalah orang yang pendiam atau humoris, gunakan kalimat lucu sebagai bumbu keintiman. Namun ingat, jangan bercanda yang membawa unsur SARA dan tidak berlebihan.

4. Yang Paling Penting: Katakan Seperlunya Saja

via Free Stocks

Hampir sama seperti poin kedua, usahakan kamu tidak berlarut-larut dalam chat karena kamu dan si dia juga memiliki kesibukan lain. Hubungi dia hanya bila kamu ingin mengajaknya ketemuan atau memang ingin membicarakan sesuatu yang penting. Bila kamu memaksa diri untuk menghubungi si dia hanya karena kamu kesepian dan tidak memiliki pekerjaan lain, dikhawatirkan obrolan kalian akan menjadi garing dan kamu bisa dicap sebagai orang membosankan.

Jadi sekarang kamu sudah tahu cara mengirim pesan teks ke si dia tanpa perlu takut untuk dicuekin. Tapi bagaimana kalau si dia tidak juga menanggapi pesan teks kamu meski kamu sudah mengikuti saran-saran di atas? Itu tandanya si dia memang tidak tertarik dengan kamu. Segera akhiri usaha kamu untuk menghubunginya dan cari orang lain yang berminat dengan kamu.