Pria Takut Mengalami 4 Hal Ini Ketika Menikah Nanti

Sudah memasuki tahun baru nih! Mungkin sebagian dari pembaca ingin segera memiliki status baru di tahun yang baru ini, bukan begitu? Yang jomblo ingin segera pacaran, sedangkan yang pacaran ingin segera menikah.

Ngomong-ngomon soal menikah, sepertinya butuh waktu lama untuk mengubah status pacaran menjadi suami-istri, ya? Sebab pasangan sepertinya belum memiliki keinginan untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Sepertinya mereka belum siap, atau mungkin memang menghindar dari komitmen?

Belum tentu ladies. Terkadang, alasan pria menundah pernikahan bukan karena belum siap atau nggak mau berkomitmen. Tetapi, pria takut akan mengalami hal-hal 4 hal berikut ini saat sudah menikah nanti.

Kamu Akan Bersikap Seperti Ibunya

Memang benar kalau pria mencari wanita yang mirip dengan sosok ibunya. Pria pun merasa kagum dan bangga jika mendapatkan pasangan yang memiliki karakter keibuan, dewasa, dan terlihat mampu mengurus rumah tangga di masa depan. Namun, pria takut jika pasangannya yang keibuan ini, akan bersikap seperti ibunya setelah menikah nanti.

Meski pria mencari sosok wanita yang mirip dengan ibunya, ia tetaplah mencari pasangan hidupnya. Jadi, sebisa mungkin bangun karaktermu sendiri. Janganlah berubah menjadi sosok ibu baginya, tetapi jadilah sosok istri yang menyenangkan serta ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak.

Mencoba Mengubahnya

Pria takut kalau setelah menikah nanti, kamu akan mengubah dirinya dan kebiasannya. Pria takut kamu akan mengubah dirinya secara besar-besaran sehingga dia kehilangan jati dirinya.

Memang, ada beberapa kebiasaan pasangan yang mungkin bagimu kurang baik, dan perlu dihentikan jika sudah menikah nanti. Tetapi, cobalah memintanya secara halus dan baik-baik. Sertakan penjelasan mengapa ia perlu mengurangi atau mengubah kebiasaannya tersebut. Selain itu, minta ia berubah secara perlahan-lahan.

Membicarakan Kejelekannya

Kebiasaan wanita yang nggak disukai pria adalah bergosip, dan pria takut setelah menikah nanti, pasangannya akan menceritakan kejelekannya pada siapapun. Sebab hal tersebut akan melukai harga dirinya, dan ia akan merasa malu saat berhadapan dengan orang-orang terdekat istrinya.

Ya, kami tahu kalau wanita butuh cerita pada teman-temannya atau pada saudaranya saat memiliki masalah. Kamu pasti akan curhat pada orang yang kamu percaya (atau pada semua orang yang kamu kenal) saat memiliki masalah dalam kehidupan pernikahanmu. Tetapi, jangan sampai kamu bablas menceritakan kejelekan pasanganmu pada orang-orang yang kamu kenal. Selain melukai harga diri pasangan, kamu pun sama saja membongkar aib keluargamu sendiri.

Kamu dan pasangan perlu tahu, sampai mana kalian berdua bisa menceritakan masalah rumah tangga pada orang lain. Ingat privasi yang perlu kamu jaga. Jangan sampai melanggar batasan tersebut.

Merasa Diabaikan

Akan tiba waktunya saat kamu dan pasangan memiliki buah hati tercinta kalian. Tentu kelahiran anak pertama kalian akan menjadi momen yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Sebab kalian punya anggota baru yang perlu diberi kasih sayang, perhatian, waktu, serta hal berharga lainnya. Namun, di momen ini pula pria menghadapi ketakutan mereka yang lainnya, yaitu diabaikan olehmu.

Ya, beberapa pria menganggap bahwa saat memiliki anak nanti, pasangan mereka akan lebih banyak mencurahkan waktunya pada sang buah hati. Hal ini akan membuat pria merasa diabaikan. Nggak adalagi kencan seperti dulu, nggak ada lagi perhatian yang akan ia dapatkan, nggak akan ada lagi wanita yang sempat mengurus dirinya. Hmm, terdengar cukup berlebihan ya?

Agar nggak merasa terbaikan, sebaiknya kamu jangan melupakan atau menganggap remeh perhatianmu pada pasanganmu nanti. Sempatkan dirimu untuk menghabiskan waktu berduaan bersama pasangan, meski itu hanya di rumah. Ulangi lagi waktu bermesraan kalian seperti pacaran dulu, tanpa membicarakan masalah anak atau rumah tangga lainnya.