3 Area Stalking yang Wajib Kamu Hindari

Ladies, apa sih yang biasa kamu lakukan untuk membuat bahagia saat putus cinta?

Mungkin saja kamu langsung pergi ke salon untuk potong rambut, pergi ke mall beli pakaian dan tas, ketemu teman-teman karena merasa sudah bebas, atau bahkan hanya membaca buku dan menulis untuk membuat kamu bahagia. Saat kita putus cinta, sebenarnya otak kamu sadar betul bahwa kamu butuh bahagia agar tak terus mengingat kejadian menyakitkan tersebut. Akui pula kamu juga sebenarnya kamu tahu apa yang membuatmu bahagia. Namun, kadang rasa sakit yang masih terasa membuat kita sulit untuk melakukan hal bahagia tersebut.

Atau mungkin kamu sudah melakukan hal yang bisa membuat kamu bahagia. Namun, di satu titik, kamu tetap merasa sendiri. Terkadang kamu masih teringat dengan mantan. Apa yang dia lakukan sekarang. Bagaimana keadaannya. Apa dia sudah bahagia dan rentetan pertanyaan lainnya. Kamu akhirnya menangis sebab merindukan dia. Nggak jarang, setelah membuat diri sendiri bahagia, kamu justru merasa jauh lebih sepi. Saya menemukan satu penyebabnya dan silakan jawab pertanyaan ini, “Seberapa keras kamu menahan untuk nggak stalking?”

Kalau kamu masih stalking, maka wajar saja bahagia kamu terasa hampa dan tak berguna untuk proses move on kamu. Sedikit kamu melihat aktivitas mantan, sama saja selangkah kamu mundur. Kebayangkan bagaimana kalau kamu terus stalking? Berarti jalan kamu untuk ke “masa depan” semakin jauh dan kamu harus berusaha lebih lama. Setidaknya, kamu hanya perlu berhenti untuk stalking tiga area di bawah ini.

Mantan

Jelas saja ini yang harus kamu hentikan sejak awal. Berulang kali Kelascinta meminta kamu untuk menghapus semuanya, kontak BBM, nomor handphonenya, dan semua akun social medianya. Mungkin beberapa wanita akan menolak. Kalau dihapus semua berarti aku nggak bisa komunikasi lagi sama dia, dong?

Ladies, saat mantan sudah tak tertarik sama kamu, dia tak akan memiliki waktu untuk menghubungi kamu. Kontak BBM kamu tak akan dia lihat, apalagi menghubungi kamu. Justru jika kamu memiliki kontaknya, kamu akan terus ngecek recent update dia dan biasanya tergoda untuk menghubungi dia. Kalau sudah begini, maka jangan heran kalau proses move on kamu semakin lama.

Begitu pun dengan social medianya. Bangun tidur, perjalanan ke kantor, jam istriahat kantor, hingga mau tidur pun kamu akan tergoda untuk stalking akun dia. Hingga suatu hari kamu menemukan fakta bahwa dia sudah punya pacar baru lagi. Semakin sakit dan proses move on kamu semakin jauh ke belakang.

Pacar Barunya

Biasanya saat putus mantan sudah nggak menghubungi kamu lagi. Maka kamu ngerasa bahwa satu-satunya akses melihat kabar dia adalah melalui stalking. Bukan cuma mantan, tapi juga ke pacar barunya. Kebiasaan ini harus dihentikan sebab akan sangat berpengaruh sama hati kamu. Mungkin kamu mengatakan, “Ah, udah nggak cemburu malah yang ada jijik banget liat kemesaraan mereka.”

Kamu lupa bahwa perasaan jijik juga termasuk investasi emosi kamu kepada masa lalu yang terus menumpuk dan semakin sulit kamu berdamai dengan masa lalu. Kamu mungkin memang sudah nggak cemburu, tapi perasaan marah atau jijik sekalipun, nyatanya membuat kamu terus terobsesi dengan mereka.

Semua pesan-pesan di messenger

Mungkin saja kamu mulai tergoda dengan membuka beberapa pesan yang sudah dia kirim. Pesan-pesannya di BBM, Whatsapp, hingga di messenger Facebook. Kamu mulai baca dari awal sampai akhir. Melihat-lihat apa saja percakapan kalian selama ini. Kamu menemukan banyak kemesraan, pujian, gombalan, juga perdebatan. Kalau kata-kata mesra mungkin saja kamu akan terasa nelangsa. Dulu kamu dipuji-puji dia, tapi kamu seolah orang asing.

Yang bahayanya adalah jika kamu membaca pertengkaran kalian beberapa minggu atau bahkan tahun yang lalu. Kemungkinan kamu akan mencerna apa saja yang membuat kalian bertengkar. Bagusnya sih jika kamu menangkap apa kesalahan kamu sehingga tak terulang lagi. Yang jadi bahaya jika kamu malah minder dan merasa kesalahan semuanya ada di pihak kamu. Kamu terus menyesal dan melakukan pengandaian, “Coba dulu gue begini…” atau “Coba aja semua bisa diulang…” Itulah yang membuat proses move on kamu jauuuuh lebih lama. Tak ada salahnya menghapus pesan-pesan kalian dulu jika memang saat membacanya, emosi kamu keluar.

Jadi, seberapa kuat kamu menahan untuk nggak stalking? Area apa saja yang wajib kamu hindari saat putus cinta? Yuk, share pengalaman kamu di kolom komentar.