Kisah Seorang Icha, Wanita Baik yang Selalu Disakiti Pria Brengsek

Ladies, ada yang bilang, orang buruk jodohnya pasti dengan orang buruk, sedangkan orang baik pasti berjodoh dengan orang baik juga. Namun, pepatah itu sama sekali tidak berlaku di kehidupan cinta Icha. Icha seorang wanita baik yang tulus mencintai pasangannya, tetapi semua pasangannya justru berbalik menyakitinya. Mengapa nasib Icha bisa semalang ini? Dia berusaha seterbaik mungkin, namun dia selalu disakiti pria brengsek.

Populasi wanita baik yang bernasib malang seperti Icha ada banyak sekali di dunia ini. Jika dilihat sekilas, mereka seolah tidak memiliki kesalahan apapun, seakan merekalah korban dalam hubungan buruk mereka. Namun, Icha tidak sadar, justru dengan menjadi wanita baik, dia selalu bertemu pria brengsek. Bagaimana bisa, ya?

1. Icha Adalah Wanita Baik yang Merasa Berhak Dapat Pasangan Sempurna Karena Kebaikannya

via Pexels

Tidak ada yang salah menjadi wanita baik seperti Icha, tetapi kebaikan Icha sama sekali tidak membuatnya berhak dapat pasangan sempurna. Sama seperti pria baik yang merasa berhak dicintai wanita karena kebaikannya. Gara-gara merasa dirinya baik, Icha merasa berhak dapat pasangan yang harus memenuhi kebutuhan dia setiap saat. Icha menuntut pasangannya harus selalu memahami dia.

2. Icha Tidak Pernah Melakukan Kesalahan Pada Pasangannya Karena Dia Wanita Baik-Baik

via Stocksnap

Icha tidak pernah salah. Mana mungkin wanita sebaik Icha berbuat salah pada pasangannya? Dia selalu memenuhi keinginan pasangannya, meskipun sebenarnya dia ingin sekali menolak. Dia tidak berani membuat batasan diri karena tidak ingin menyakiti pasangannya. Dia berharap pasangannya bisa memahami dirinya tanpa harus mengkomunikasikan keberatannya. Dia ingin sekali pasangannya tahu di balik senyumannya, sebenarnya dia bersedih dan marah. Pengorbanan Icha hebat sekali, bukan?

3. Icha Ingin Sekali Pasangannya Tahu Bahwa Dialah Korbannya di Setiap Pertengkaran

via Pexels

Karena dia tidak ingin memperkeruh pertengkaran dan menyakiti pasangannya, Icha sengaja diam saja dan mengalah setiap kali mereka bertengkar! Saking cintanya, dia tidak sampai hati menegur pasangannya saat dia berbuat salah pada Icha. Icha sengaja mengalah dan diam saja karena dia tidak ingin kejujurannya menyakiti hati pasangannya. Setiap kali pasangannya mencurahkan kekhawatirannya, Icha selalu menjawab, “Aku nggak apa-apa,” agar pasangannya mengerti dia sakit hati, tetapi dia tidak sanggup mengatakannya.

Tanpa Icha sadari, dia sudah menodai hubungannya sendiri dengan kebohongan. Bukan karena dia tidak ingin menyakiti pasangannya, melainkan karena dia takut menghadapi konflik dan tidak bisa mencari solusinya.

4. Icha Selalu Merasa Dialah yang Lebih Banyak Berkorban dan Mengalah

via Stocksnap

Tidak diragukan Icha mengorbankan segalanya. Dari teman-teman, hobi, privasi, semua dia korbankan demi kebahagiaan pasangan. Dia merasa hatinya rapuhnya memiliki cinta yang lebih besar daripada pasangannya, makanya dia sedih kebesaran hatinya ini selalu dimanfaatkan oleh pria brengsek.

Padahal kenyataannya, Icha hanyalah wanita berego besar yang mengira dirinya tidak memiliki kekurangan apapun. Kerapuhannya yang membuatnya merasa selalu diinjak-injak orang lain. Sedihnya, Icha tidak akan sadar hal ini, karena mana mungkin wanita baik sepertinya memiliki kesalahan?

5. Icha Bukanlah Wanita Baik-Baik, Dia Hanyalah Wanita yang Harga Dirinya Rendah

via Stocksnap

Mengapa Icha sering merasa dirinya adalah korban? Mengapa Icha tidak pernah bisa jujur dan berharap pasangannya bisa membaca kodenya? Karena dia mengukur harga diri dan kebahagiaan dirinya dari seberapa besar pasangannya mencintainya, bukan seberapa besar dia menyayangi dirinya sendiri.

Dia takut kalau dia bersikap tegas, pasangannya akan meninggalkannya. Makanya, dia rela mengalah dan berkorban meski terus tersakiti. Jika Icha segera tidak sadar dan memperbaiki diri, dia akan selalu terjebak dalam hubungan abusive di mana dia merasa tidak bersalah sedikit pun.

Kalau kamu tidak ingin bernasib sama seperti Icha, janganlah mencari pasangan untuk membuat dirimu berharga dan layak dicintai. Belajarlah menghargai dan menyayangi dirimu terlebih dulu. Bersikap baiklah pada diri sendiri sebelum bersikap baik pada orang lain, Ladies.