Hati Bilang Mau, Tapi Mulut Malah Menolak

Ada suatu kisah tentang seorang wanita bernama Neni.

Pada suatu hari saat Neni sedang berbelanja di salah satu mall favoritnya, dia tiba-tiba dihampiri dan diajak ngobrol oleh seorang pria asing yang tidak dia kenal. Meski pria tersebut terlihat asik dan fun, Neni berusaha untuk tetap waspada apalagi di jaman seperti sekarang ini. Setelah beberapa menit berlalu, si pria asing ini tiba-tiba menyodorkan HP-nya dan menanyakan nomor HP Neni. Pada saat itu Neni sangat cemas, bingung, tapi sekaligus merasa senang karena usahanya untuk tampil menawan tidak sia-sia dan bisa menarik lawan jenis.

Setelah beberapa pertimbangan akhirnya Neni memilih untuk tidak memberikan nomor HPnya dan langsung mengusir pria asing tersebut dengan halus.

Sepulang dari mall, Neni masih penasaran dengan pria asing itu karena tidak bisa dia pungkiri, pria tersebut asik dan fun untuk diajak ngobrol. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Neni tidak akan berjumpa kembali dengan pria tersebut dan bayangan tentang petualangan seru apa sajakah yang bisa dia jelajahi dengan pria tersebut akan selamanya tetap menjadi bayangan.

Neni pulang dengan hampa penuh penyesalan. Anehnya, dia mengulangi hal yang sama saat kejadian lagi minggu depannya. Nyatanya, dia melakukannya pada setiap pria yang menghampirinya.

Saya yakin ada Ladies di sini yang pernah mengalami kejadian seperti kisah tersebut. Saat tiba-tiba ada pria menarik yang meminta nomor kontak, entah kenapa kamu secara otomatis memberikan penolakan. Lalu menyesalinya tidak lama kemudian.

Padahal, penolakan seperti itu adalah salah satu faktor mengapa pergaulan kamu stuck dan tidak bisa berkembang lebih luas. Mungkin kamu mengira bahwa bila kamu membagikan nomor kontak kepada pria asing, maka kamu akan dianggap wanita murahan. Tetapi ingatlah bahwa wanita berkualitas selalu mencari kesempatan untuk memperluas social circlenya.

Sementara sebaliknya, wanita yang tidak berkualitas malah mensabotase pergaulan dirinya sendiri dan menggagalkan berbagai kesempatan-kesempatan menarik yang mungkin datang kepada dirinya. Wanita-wanita ini mengeluh kenapa dirinya kesepian dan tidak ada pria yang mau mendekati. Namun bila ada pria yang mendekati, dia malah mengusirnya jauh-jauh.

Ada pepatah berkata begini, “Pintu Rejeki itu datang dari tiga jalan, pertama dari keluarga, kedua dari kekasih, dan ketiga dari teman.” Ya, dengan memperluas Social Circle itu tidak hanya akan membuka pintu perjodohan saja, tetapi juga membuka pintu bisnis ataupun pekerjaan. Kamu memang tidak akan pernah tahu apa yang akan kamu dapatkan dengan memperluas Social Circle kamu hari ini.

Coba renungkan, bagaimana bila salah satu pria yang Anda tolak, ternyata adalah jodoh Anda?