Tak Mau Minder? Jangan Membandingkan!

Salah satu alasan kenapa kamu masih saja punya hidup yang tak asyik, mungkin saja karena seringnya mengeluh.

“Wajarlah dia cantik soalnya bisa ngerawat diri ke klinik mahal. Orang tuanya tajir, kerjaannya bagus, punya mobil, pergi-pergi nggak kena sinar matahari. Nggak kayak gue harus naik bis. Kerja pas-pasan makanya dekil begini. Yah panteslah banyak cowok yang mau kayak dia, nggak kayak gue. Hidup tuh nggak adil banget deh!”

Well, kalau kamu masih membandingkan hidup kamu dengan orang lain, pantas saja kalau kamu selalu merasa di bawah dibandingkan orang lain. Kalau kamu masih saja membandingkan, pantas saja kamu jauh telak dengannya.

Di saat seseorang yang bikin kamu iri itu berjuang mati-matian untuk hidupnya lebih baik, kamu masih saja membandingkan. Di saat seseorang mencari cara membuat hidupnya bahagia, kamu masih saja membandingkan yang malah membuat hidup kamu membosankan. Coba pikir, bagaimana seseorang bisa tertarik dan nyaman sama kamu, kalau kamu saja sering mengeluhkan tanpa berusaha mengubahnya, kecuali membandingkan hidupmu dengan orang lain.

Sebenarnya sih tak masalah jika kamu membandingkan hidup kamu dengan orang lain sesekali, ASALKAN kamu juga berusaha keras seperti dia. Wanita lain cantik, karena dia rajin ke klinik kecantikan. Uangnya? Mungkin orang tuanya memang menyanggupi, tapi saya yakin kalau dia kerja keras agar bisa merawat tubuhnya. Punya mobil? Siapa sih yang tahu cerita aslinya kalau dia rela menunda kesenangannya untuk membayar cicilan mobil setiap bulannya? Semua usaha dia sebatas hanya untuk membuatnya bahagia, tapi dipandang sinis oleh orang lain.

Yang bahaya adalah jika kamu selalu membandingkan hidup orang lain, mencibir, lalu tak melakukan apa pun. Itu sangat bahaya sekali karena semakin sering membandingkan maka semakin kamu kalah akhirnya tambah tak percaya diri. Menyalahkan Tuhan karena hidup tak adil, padahal kamu nggak ada usaha untuk memperbaikinya.

Ladies, pria bisa lihat bagaimana kualitas pola pikirmu saat kamu berbicara. Jangan sampai karena sering mencibir dan membandingkan hidup dengan orang lain, mereka jadi sadar bahwa hidupmu enggak seistimewa dalam bayangan mereka. Maka, berhenti untuk membandingkan hidup kamu dengan orang lain. Jika merasa hidupmu nggak sebagus orang lain, maka usaha lebih keras agar kamu bisa seperti mereka.