Untung dan Rugi Melampiaskan Kemarahan

Perasaan marah, kecewa, dan sedih sangat wajar kamu rasakan jika ditinggalkan oleh pacar begitu saja. Tak jarang saking kesalnya, kamu terang-terangan menunjukkan kemarahan di depan si mantan pacar. Mulai dari mengirimkan pesan teks hujatan karena sikap dia, hingga mengganggu dan menjelek-jelekkan di dunia maya. Sebenarnya melampiaskan rasa kesal adalah hal yang wajar—sekaligus bisa membuat kamu jadi orang yang positif. Kok bisa? Pasalnya bukan hanya perasaan negatif saja yang akan kamu rasakan saat melampiaskan rasa marah—meskipun terdapat pula juga hal negatif yang kamu terima. Seperti dilansir dari laman Yourtango, di bawah ini keuntungan dan kerugian yang akan kamu rasakan jika melampiaskan rasa marah.  

Keuntungan

Sebenarnya tak masalah jika kamu melampiaskan rasa marahmu terhadap mantan pacar, asalkan KE ORANG YANG TEPAT. Karena saat putus cinta, kamu membutuhkan orang berbagi cerita untuk melegakan perasaan kamu. Pun kamu nggak perlu bersikap baik-baik saja di hadapan teman-teman di saat kamu tak merasakan hal itu. Makanya mengapa melampiaskan rasa marah ke orang yang tepat sangat diperlukan. Namun, sebaiknya lampiaskan ke teman-teman atau keluarga—pasalnya mereka lah yang paling tahu bagaimana membuat kamu senang dan bisa memberikan solusi, bukan malah melampiaskan rasa marah ke mantan atau dunia maya yang jusru mereka tak peduli dengan kamu. Justru dengan melampiaskan ke orang yang tepat kamu jadi tahu siapa saja yang berada di samping kamu saat ada masalah.

Putus cinta karena si dia selingkuh? Pasti marah dan rasanya ingin balas dendam ke dia. Eits, daripada balas dendam karena perlakuan dia lebih baik kamu “menghukum” dengan cara yang tepat. Tak perlu berlebihan dalam melampiaskan rasa marahmu di awal putus. Yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengatakan bagaimana perasaan kamu sekarang agar dia merasa bersalah dan tak enak hati ke kamu—dan siapa tahu di tahap itulah mantan pacarmu bisa belajar.

Mereka yang terlarut dengan masa lalu biasanya akan lebih banyak belajar dan menjadi sosok yang lebih baik. Dan cara terbaik untuk membalas dendam adalah dengan menjadi sosok baik dan positif agar dia menjadi menyesal memutuskan kamu. Caranya? Mulai lakukan perubahan fisik, rawat tubuh, kejar semua impian kamu, tambah wawasan dan bekerja lebih giat. Jangan biarkan moment putus tak membuat perubahan dalam diri kamu.

Kerugian

Kemarahan yang tak kamu kontrol justru akan menyakiti diri sendiri. Kamu menyimpan emosi, dendam, dan kemarahan secara berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Selalu kesal dan menangis jika ingat mantan pacar. Kamu mulai berteriak, menendang, melempar barang, atau mulai mengintimidasi orang lain—bahkan pacar baru si mantan. Hal inilah yang justru membuat kamu selalu ingat dia, hingga stres dan tak bisa melakukan apa pun.

Belum lagi jika kamu menjelek-jelekkan mantan pacar  di dunia maya. Kebayang nggak jika followers kamu membaca? Mereka pasti merasa risih karena kamu selalu membuat status yang berisi keluhan dan hujatan. Hal ini lah yang membuat mereka berpikir kalau kamu bukan sosok yang menyenangkan. Nah, inilah yang justru membuat kamu kehilangan kenalan. Jaringan yang sudah kamu bina mendadak berkurang karena mereka enggan mengenal kamu lebih jauh. Yang dulu dicinta aja bisa dihujat, apalagi teman-teman yang baru dikenal, pikir mereka.