Jadian Tanpa Nembak

Barefoot_couple____by_sergey1984

Sampai detik ini, saya sudah pernah 2 kali menembak dan 8 kali ditembak. Semuanya berakhir penolakan. Lalu dari sekian hubungan cinta yang pernah saya jalani di kemudian hari, semuanya justru tidak pernah dimulai dengan budaya tembak-menembak minta status jadian. Semuanya mengalir alamiah, alias tahu-tahu jadian. Anda mau tahu bagaimana melakukannya?

Tapi sebelumnya saya bahas dua jenis nembak yang serupa namun tak sama. Jenis nembak yang pertama adalah menyatakan ketertarikan secara lepas kasual begitu saja, serupa dengan memberikan komentar, becandaan, atau pujian. Bayangkan seseorang tiba-tiba berseloroh pada Anda, “Gue suka banget sama elo, enak kalo ngobrol nyambung dan nyaman, jarang bisa ketemu yang begitu!” Santai, bebas, tidak berusaha melakukan apa-apa. Nembak jenis pertama ini feel-nya persis seperti itu.

Sementara jenis nembak yang kedua adalah persis di atas tapi plus embel-embel permintaan untuk hubungan yang lebih serius. Karena ada tambahan seperti itu, nembak jenis ini biasanya dilakukan dalam momen yang super serius dan spesial. Nembak jenis ini seringkali diatur dengan drama pertunjukan atau keromantisan yang sudah direncanakan sematang-matangnya agar si dia tergugah bersedia memberikan persetujuan.

Anda bisa lihat bedanya ‘kan? Nembak jenis pertama adalah pernyataan tertarik akan si dia, sementara nembak jenis kedua adalah pertanyaan tertarik akan hubungan cinta. Nembak jenis pertama adalah sekedar-bilang, nembak jenis kedua adalah bertanya-berharap-dan-meminta-status.  Biasanya nembak jenis kedua terjadi jika seseorang sudah melakukan nembak jenis pertama berkali-kali tanpa ada komentar balasan yang pasti. Frustasi, makanya jadi perang-perangan (baca: tembak-tembakan).

Nah sebuah PDKT sewajarnya mengandung nembak jenis pertama, tapi jadi tidak wajar jika diujungnya terucap nembak jenis kedua untuk minta status, “Bolehkah aku jadi kekasihmu?”  Seperti dibahas dalam artikel Pengen Jadian? Jangan Nembak!, pertanyaan nembak seperti itu cenderung berakhir menyakitkan. Ketika Anda bertanya demikian, Anda sedang menyudutkannya dan membuka kesempatan yang sangat besar untuk ditolak. Alias Anda ditolak karena Anda nembak (jenis kedua).

Jadi bagaimana cara terbaik menuju jadian dan pacaran? Dengan cara meningkatkan intensitas kencan Anda dan dia secara kontinyu. Intensitas mencakup frekuensi kencan, durasi dan kualitas kegiatan, kecocokan gaya dan minat, keintiman fisik, saling mengenalkan sahabat masing-masing, dsb. Sembari menjalani itu semua, silakan Anda menyatakan ketertarikan akan dirinya (nembak jenis pertama), bahkan boleh berkali-kali asalkan, sekali lagi, asalkan dia juga tidak segan membalas menyatakan minat serupa.

Kalau Anda dan dia bisa kencan berkali-kali dan makin lama makin hot, kalian berdua otomatis sudah dan sedang menjalin hubungan. Ketika Anda dan dia konsisten kencan setiap minggu, apalagi jika bersama dengan teman masing-masing, semua orang akan mengasumsikan ada hubungan. Status pacaran atau jadian akan terjadi alamiah di detik mereka bertanya, “Jadi kalian sekarang udah resmi nih?” Anda dan dia bisa saling tersenyum mengiyakan. Manis ‘kan?

Bagaimana jika si dia jarang membalas nembak jenis pertama saat kencan? Berarti dia hanya tertarik pada Anda tapi tidak tertarik menjalani hubungan cinta. Jika hal ini terjadi, jangan jadi gelap mata dan nembak-bertanya karena sudah nyaris pasti jawabannya tidak. Jika tidak minta status, Anda akan aman tidak akan ditolak dan terbebas dari rasa sakit. Justru kini Anda tetap memegang kendali dan bisa memutuskan salah satu di antara ini: Anda bisa stop kencan dan kembali bersahabat saja atau Anda bisa terus melanjutkan kencan dalam konteks hubungan-tanpa-status. Indah ‘kan?

Content continue below...

PDKT dengan cara di atas membuat hubungan cinta berjalan mengalir alamiah selayaknya orang dewasa. Waktu orang berkata “Let it flow“, hal seperti inilah yang mereka maksud. Jika cocok, maka dengan sendirinya kalian berdua akan makin erat menyatu. Jika tidak cocok, maka dengan sendirinya kalian berdua akan makin renggang berpisah. Tidak ada penembakan, yang berarti tidak ada derita digantung menunggu jawaban, yang berarti tidak ada penolakan, yang berarti tidak ada kecanggungan melanjutkan persahabatan.

Asyik ‘kan?

Nah, jika Anda mau belajar lebih detil lagi, langsung saja baca e-book gratis tentang [klik] JURUS JADIAN yang elegan tanpa tembak-menembak. Klik link tadi atau gambar di bawah ini ya.. GRATIS! :)

Kalau kamu adalah tipe orang yang nggak puas dengan materi gratis aja seperti saya, kamu bisa ikut seminar yang berisi tehnik dan ucapan praktis agar bisa jadian: [klik] THE SECRET OF JADIAN. Klik link atau gambar di bawah!

Share Your Thoughts