Pria Makhluk Egois, Pikat dengan Engaging!

couple-daytime-flora-873692

Semua kaum hawa juga sudah tahu kalau “Pria adalah makhluk yang besar egonya!” tapi tidak semua wanita bisa memanfaatkan hal ini sebagai pengetahuan dan banyak hal lainnya. Sebagian besar kaum hawa menanggapi hal ini sebagai bentuk keluhan, candaan, dan bahkan momok menjengkelkan. Secara etimologi, istilah “Ego” berasal dari bahasa yunani yang berarti “Diri” atau “Saya”.

Sebenarnya ego pria itu banyak macamnya salah satu diantaranya yaitu tentang kemampuannya, tentang kesuksesannya, tentang tips kreasinya dan sebagainya. Yups, dalam budaya patriarki pria harus mempunyai jiwa pengayom dan pelindung terutama terhadap kaum hawa atau pihak lain yang dianggap lebih lemah. Konsekuensinya, pria harus mempunyai kematangan emosional dan intelektual. Tapi gak semua pria mempunyai kualitas yang diharapkan tersebut. Makanya banyak yang kemudian justru bingung membedakan antara bersikap mengayomi dengan sikap egois.

Baca juga:
Pria Egois Yang Menarik Wania
6 Cara Hadapi Pria Egois

Misalnya, seorang suami bermaksud mengayomi keluarganya dengan menetapkan aturan-aturan sepihak yang harus diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang lain dengan maksud mengayomi dan untuk kebaikan bersama, tapi kadang-kadang aturan yang dia buat gak mencerminkan aspirasi dan kebutuhan tiap-tiap anggota keluarga. Bahkan terkadang aturan tersebut dilanggar oleh dirinya sendiri. Gimana tuh? Malah justru seorang suami yang keberatan dengan istrinya yang bekerja atau beraktivitas dengan alasan cukup dirinya sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah.

Padahal sebagai seorang manusia, seorang wanita yang berstatus istri juga punya hak untuk mengembangkan potensinya dengan beraktivitas sesuai bakat dan nalurinya. Hal ini menunjukkan adanya kebingungan dalam membedakan fungsi pengayoman dengan sifat egois, juga sekaligus menunjukkan adanya relasi yang tidak setara dalam rumah tangga.

Contoh kasus lain yaitu seorang remaja laki-laki yang punya berpacaran dengan seorang remaja perempuan, hal seperti ini dapat kita temukan ketika seorang remaja laki-laki yang berusaha mengekang atau membatasi aktivitas pacarnya secara sepihak dengan alasan sebagai bentuk perlindungan dan ungkapan rasa cinta terhadap pacarnya. Namun sebenarnya hal itu lebih menunjukkan ketidakmampuan laki-laki dalam membedakan antara mencintai dan egoisme atau posesif, karena biasanya keputusan itu dilakukan secara sepihak dan belum tentu pasangannya tersebut merasa nyaman dengan hal itu.

Baca juga:
3 Tanda Hubungan Kalian Butuh Bantuan
Penyakit Sepele Yang Merusak Hubungan

Apalagi kalau kondisi ini melibatkan konflik harga diri si remaja laki-laki yang sebenarnya merasa rendah diri dihadapan pacarnya karena merasa gak mampu memenuhi kriteria mainstream seorang cowok se-usianya. Makanya, dia merasa perlu mengembalikan harga dirinya dihadapan pacaranya dengan kembali ke ide-ide primitif dengan yaitu dengan dominasi dan kuasa terhadap perempuan. Kondisi ini lebih karena ketidakmampuan dalam memenuhi nilai-nilai machoisme remaja laki-laki sehingga menyebabkan self-esteem yang rendah sehingga ia merasa harus mengembalikan harga dirinya dengan perilaku yang menurut budaya, pantas dilakukan oleh laki-laki.

Ladies, jadi kamu sudah paham ya, kenapa egoisme itu beda sama posesif. Cowok yang posesif sudah jelas harus kamu coret dalam daftar hidupmu. Seorang lovable lady, bukan wanita yang harus dipenjara dalam lingkaran setan yang dibangun seorang pria.

Ladies, dalam konteks ini kita gak akan bahas tentang posesif atau maskulinitas pria. Di sini, kita cuma fokus bagaimana mengambil keuntungan dengan cara memperbesar ego pria. Kenapa? Karena dari situlah, akan terbentuk kemudahan untuk mengelabui pria dan mau melakukan apa saja buatmu. Ibaratnya, “apa sih gak buat kamu?”

Nah, masa-masa pendekatan dengan gebetan incaranmu memang menjadi momen manis dalam mecoba sebuah hubungan. Di tahap inilah, kamu dan gebetan akan saling mengenal dan memahami satu sama lain. Masa PDKT juga menjadi pintu gerbang apakah orang yang kamu taksir akan menerimamu hingga hubungan kalian akan berlanjut ke tahap lebih serius. Ups, tapi kamu gak boleh salah langkah saat melakukan pendekatan. Gunakanlah trik engaging supaya bisa membuat gebetanmu seakan melayang ke angkasa. Ups, hati-hati dia bisa makin kecanduan denganmu, lho!

 Apa sih Engaging itu?

Ladies, pria mengidamkan wanita yang mampu engaging, alias menguasai pola-pola interaksi dengan baik. Kalau kamu mau jadi loveable lady, tentu saja ada beberapa poin yang perlu kamu kuasai saat berinteraksi dengan gebetanmu, diantaranya:

  • Kamu punya obrolan hafalan atau stok topik supaya gak kehabisan bahan
  • Kamu perlu aktif menjawab dengan pertanyaan balik
  • Kamu perlu mengisi dengan fillers
  • Kamu perlu menunjukkan ekspresi wajah
  • Kamu perlu mengomentari dengan baik kalau kamu setuju ataupun membantah

Untuk mengamalkan poin-poin di atas, sebaiknya kamu mengamalkannya dengan tujuan untuk diri sendiri, bukan “karena pria” karena itu berarti kamu bisa semakin menghargai diri kamu sendiri bukan karena minta “izin” orang lain.

Ladies, menurut buku “The Lovable Lady Formula: Rahasia Menjadi Wanita yang Diidamkan dan Dicintai Pria Seumur Hidupnya” yang ditulis oleh Coach Jet Veetlev, Kei Savourie, Lex dePraxis,  menjadi “engaging” itu juga artinya kamu perlu melimpahkan fokus kepada lawan bicara dengan gak bermain HP, gak buka instagram, gak buka facebook ataupun melakukan kegiatan lain saat mengobrol.

Baca juga:
Lovable Lady Formula

Selama mengobrol, seorang Lovable Lady itu WAJIB hukumnya berbicara luwes seperti dengam sesama wanita, lengkap dengan sentuhan ringan di saat-saat yang tepat. Jadi, gak perlu terburu-buru mendominasi obrolan ya, Ladies. Ayo, tunjukkan sisi kharismatikmu!

Cara Mulai Ngobrolnya Gimana?

Kamu bisa membuka pertanyaan dan komentar tentang penampilan pria yang disukainya. Misalnya, “Oh ya, jam tangan kamu bagus lho. Kenapa kamu pilih jam tangan yang warnanya merah berkepala besar? Cerita dong!”

Content continue below...

Setelah dia bercerita, kamu bisa melanjutkan obrolan dengan menanyakan juga mengenai alasan dia memakai sepatu model itu dan di mana dia membeli sepatu itu karena kamu ingin merekomendasikannya kepada sepupu laki-laki kamu.

Pokoknya, apa pun deh yang terlihat menonjol di penampilannya, itu disebut sumber-sumber ego yang bisa kamu manfaatkan!

Kamu juga gak melulu tanya soal penampilan, kamu juga bisa ngobrol tentang hal unik yang sempat disebutkan olehnya saat pertengahan obrolan. Misalnya, dia sempat jelasin ke kamu kalau dia suka sepatu converse putih yang dipadukan dengan celana skinny jeans dan jaket kulit karena terlihat lebih macho. Nah, kamu bisa lho ladies melanjutkan topik-topik tentang inspirasi keren cara memadukan gaya busana dengan sepatu converse. Misalnya, sepatu converse juga cocok dipadukan dengan coat tebal saat musim hujan supaya lebih stylish maksimal dan gak cuma menghangatkan kaki aja. (sebelumnya kamu bisa banyak baca referensi model-model fashion pria yang lagi hits saat ini).

Baca juga:
50 Topik Ngobrol
3 Jurus Mencari Topik Chatting

Atau, kalau misalnya dia beli sepatu di Grand Indonesia, tanyakan bagaimana caranya dia bisa dapat banyak diskon khusus dengan penjual di sana, karena kamu termasuk orang yang sulit mendapatkan diskon. Kalau sang pria sempat bercerita tentang pekerjaan dan hobinya, ingat setiap kata-kata kunci yang pernah disebutkannya, beri jeda waktu beberapa lama, lalu ungkit pertanyaan lebih detail tentang hal itu.

Kalau dia seorang konsultan bisnis, kamu bisa tanya dia tentang tiga kasus paling populer yang pernah dia tangani. Jika dia seorang pegawai negeri sipil, tanyakan bagaimana langkah-langkah efektif bisa lulus tes CPNS tanpa harus merasa stress kalau gak lulus. Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang akan membesarkan ego pria serta dapat menjadi bekal kamu untuk mengenal pria tersebut lebih jauh.

Semakin banyak menanyakan pendapat dan kehidupannya, kamu dapat semakin mengenal pola pikir dan nilai-nilai yang dianutnya. Dengan demikian, bukan hanya merasa diperhatikan bagai orang penting, kamu bahkan bisa menilai sendiri apakah pola pikir pria tersebut cocok denganmu atau tidak.

Last bust not least, kamu bisa lho ladies membelai ego lawan bicaramu sesekali dengan pujian ataupun dengan menunjukkan ketertarikanmu supaya dia makin semangat ngobrol denganmu.

 Ladies, cara diatas cuma satu dari sebagian dari total puluhan rahasia menjadi wanita yang diidamkan dan Dicintai Pria Seumur hidupnya. Kamu ingin tahu puluhan rahasia lainnya? Coba yuk baca bukunya di Lovable Lady dengan cara klik di sini.

Lovable Lady Formula

REFERENSI

[1] Jet Veetlev, Kei Savourie, Lex dePraxis, The Lovable Lady Formula, (Jakarta, PT Elex Media Komputindo, 2017), hlm 12

[2] Ignace Lepp, Psychology of Loving: Perilaku Orang-Orang yang Mencintai Berdasar Penelitian Psikiater Dari Kasus-Kasus Aktual Kisah Percintaan Manusia dan Semua Problemnya, (Yogyakarta, Penerbit Alenia, 2014), hlm 47 – 49.

[3] Jurnal Bebas Egoisme

[4] Modul Penyadaran Gender Untuk Laki – Laki

[5] Seberapa Siap Anda Menikah?

Share Your Thoughts