Beda Tujuan, Lanjut atau Pisah?

Ada banyak hal yang nggak bisa kita paksakan di dunia ini, salah satunya adalah masalah percintaan. Kamu nggak bisa memaksakan sebuah hubungan jika keduanya nggak memiliki tujuan yang sama. Kamu ingin begini, si dia ingin begitu. Nggak akan menemukan titik terang jika nggak ada kompromi satu sama lain.

Salah satu contoh kamu nggak bisa memaksakan kehendakmu adalah saat kamu sudah mencoba serius menjalani komitmen dan si dia belum. Kamu punya tujuan saat hubungan sudah berjalan cukup lama. Sayangnya, yang menjadi tujuan kamu tidak ada dalam benak pasanganmu. Mungkin saja ada, cuma waktunya nggak sesuai dengan si dia.

Anggaplah, kamu punya rencana untuk menikah sekitar satu tahun lagi karena kamu pikir sebagai pria, kamu sudah mapan dalam segi finansial. Kamu utarakan niat kamu itu dan sialnya pacar kamu bilang,

Aku belum mau nikah dalam waktu dekat ini. Masih ada rencana yang belum tercapai. Masih mau blablabla masih mau coba ini dan itu.”

Mungkin beberapa di antara pria langsung berpikir, “Nggak apa-apa gue bisa nunggu lo mau untuk nikah.”

Jika iya, wah kamu kamu pria baik sekali ya. Mau menunggu wanita yang belum ketahuan kapan siapnya untuk membangun sebuah kata komitmen. Kamu pria baik yang akan menunggu si wanita, padahal jelas-jelas si dia nggak akan mau nikah dalam waktu dekat, misalnya.

Tapi, apa benar kamu harus mengorbankan tujuan kamu hanya demi seseorang yang nggak memiliki misi yang sama dengan kamu?

Coba pikirkan sejenak.

Kamu dan dia adalah dua orang yang berbeda yang memiliki tujuan masing-masing. Kamu punya tujuan untuk bisa membangun rumah tangga satu tahun lagi. Sedangkan si wanita ingin mendapatkan jenjang karier yang bagus dulu sebelum akhirnya menikah.

Jelas perbedaannya?

Apakah memaksakan kehendak akan semudah itu? Apakah dengan menunggu dia (dengan waktu yang nggak pasti) maka tak akan menimbulkan masalah? Kamu ingin serius membangun sebuah hubungan, sedangkan pacar kamu sedang asyik membangun karier untuk masa depannya.

Kalau menurut saya, lebih baik jalankan apa yang menjadi tujuan kamu saat ini. Jangan membuang waktu hanya karena si dia nggak lagi sepaham dengan kamu.

Begitupun dengan si wanita. Jika kamu adalah wanita yang memiliki banyak rencana dan menikah bukan salah satu rencana kamu, maka biarkan dia mendapatkan wanita lain. Kalau kamu nggak bisa mewujudkan semua rencananya, maka sebaiknya kamu biarkan dia dengan orang yang bisa mewujudkan semua tujuannya. Terdengar adil bukan?

Jangan membiarkan dia menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu kamu. Apalagi jangan memaksakan hal yang memang nggak sesuai dengan hati kamu—contohnya mengatakan mau menikah hanya karena nggak mau membuat dia kecewa atau hanya karena kamu belum bisa membiarkan dia dengan wanita lain.