Mengapa Orang Malas Ngobrol Dengan Anda?

special_sections_best_of_2013_19-2

Kalau saya ditanya mengenai alasan paling umum orang malas ngobrol sama kita, salah satu jawaban yang bakal saya sebut paling pertama adalah: karena kita senang sekali mengalihkan topik ke diri sendiri.

Misalnya, ada seorang teman datang dengan wajah murung. Kita lalu bertanya ada apa dengannya, lalu dia pun bercerita mengenai masalah yang dia alami. Namun, bukannya menunjukkan simpati; kita malah bersemangat menimpalinya dengan cerita serupa yang kita alami, teman kita alami, keluarga kita alami, atau entah siapa yang alami.

Contoh:

Anda: Elo kenapa bro? Kok sedih banget.

Teman: Gue baru putusan tadi malam.

Anda: Sabar bro, gue juga pernah diputusin. Malah cara gue diputusin tuh paling nyesek. Belum pernah gue denger ada orang diputusin kayak gue. Yang lain gak ada apa-apanya.

Atau ….

Anda: Elo kenapa? Kok suram banget.

Teman: Gue baru ditipu puluhan juta kemarin.

Anda: Ah biasa itu. Paman gue pernah kena tipu rekan bisnisnya sampai dua ratus juta. Dia santai-santai aja tuh. Bagi pengusaha, ratusan juta hilang sih biasa.

Kita mengalihkan topik dari dirinya menjadi diri kita. Kita ingin cerita kita di-highlight. Bahkan kita seringkali berusaha menjadikan cerita kita terdengar lebih besar, lebih sakit, lebih hebat, dan lebih wow dibanding cerita lawan bicara kita. Persis seperti ibu-ibu rumpi yang ribut ngobrol di pinggir jalan sambil menyombongkan kehebatan anaknya masing-masing.

Parahnya lagi, kita juga cenderung menjadi penasihat atau motivator dadakan. Tujuan kita memang baik: kita berusaha menghibur teman yang lagi kesusahan. Namun, orang yang lagi kesusahan tidak butuh hiburan dan ceramah motivasi. Yang bisa menghibur mereka hanya solusi bagi masalahnya. Bukan dengan kata-kata mutiara dan motivasi.

Jadi jangan heran kalau si teman yang murung ini kehilangan minat ngobrol dengan Anda. Dia sama sekali tidak berminat mendengar masalah Anda. Dia sudah pusing memikirkan masalahnya sendiri, lalu untuk apa dia mendengarkan masalah Anda? Anda bisa dianggap membosankan dan tidak sopan. Jangan heran bila banyak orang yang menjauhi Anda di hari ini maupun di masa depan.

Content continue below...

Seorang filosof Yunani bernama Epictetus pernah berkata: “Kita memiliki dua telinga dan satu mulut. Seharusnya kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara”. Jadi saat seseorang ingin bercerita, Anda jangan pernah tergoda menjadikan diri Anda sebagai topik utama. Anda harus fokus mendengarkan keluh kesahnya, karena dia hanya ingin didengarkan. Bahkan Anda lebih baik diam mendengarkan, ketimbang cerewet tapi tidak memperhatikan.

ngobrol

Via Slideshare.net

Sebagai gantinya, gunakan kata-kata filler seperti: “Hah?”, “Masa?”, “Terus, terus?”, “Hmmm ….”, “Parah ….”, dan sebagainya. Filler adalah kata-kata yang tidak bermakna khusus tapi berfungsi memperpanjang obrolan. Anda tidak perlu menanggapi lawan bicara dengan kalimat-kalimat panjang. Cukup gunakan filler dan dia akan terus berbicara tanpa diminta. Selain itu, filler sangat berguna untuk menunjukkan bahwa Anda aktif mendengarkan sekaligus memperhatikan.

Anda juga bisa menggunakan kalimat respon yang memperkuat topik utama seperti:

  1. “Kok bisa gitu?”
  2. “Jadi perasaan elo gimana?”
  3. “Trus respon elo apa?”
  4. “Jadi rencana elo apa?”
  5. “Sebelumnya sudah pernah kejadian?”
  6. “Lha, kenapa sob?”
  7. “Apa pendapat elo soal kejadian itu?”

… dan sebagainya.

Jika Anda pernah menonton adegan film antara psikolog dengan pasiennya, maka Anda tentu sering mendengar kalimat-kalimat di atas. Psikolog itu mencurahkan seluruh perhatiannya ke pasien tanpa menimpalinya dengan masalahnya sendiri. Yang butuh didengarkan adalah si pasien dan bukan sebaliknya. Begitulah caranya berbicara untuk membangun kedekatan dan kepercayaan seseorang.

ngobrol

Via Pinterest.com

Di kelas online Supreme Influential Communication, saya membagikan lebih banyak lagi cara mengelola pembicaraan yang baik sehingga Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan hanya dengan mengobrol saja. Bahkan Anda bisa membuat orang pendiam menjadi lebih bawel tanpa perlu Anda minta. Ada latihan-latihan yang harus Anda pelajari dan praktikkan. Semuanya bisa Anda dapatkan di kelas online Supreme Influential Communication.

Sekarang, ambil secarik kertas dan tuliskan 10 kalimat yang bisa kamu gunakan untuk merespon cerita lawan bicaramu TANPA MELIBATKAN CERITA BALASAN. Mulai praktikkan 10 kalimat tersebut dalam percakapan hari ini.

Selamat mempraktikkan.

Share Your Thoughts