Mengapa Jadi Teman Curhat Bisa Bikin Kamu Terjebak Friend Zone?

teman curhat kelas cinta

Bagaimana caranya meminta si dia untuk bisa jadi lebih dari sekadar teman? Bagaimana caranya untuk bisa lanjut ke tahap yang lebih serius? Bagaimana caranya agar kamu bisa keluar dari jebakan friend zone si dia? Kamu sudah lakukan apa saja untuk dia. Salah satunya adalah menjadi teman curhat dia. Agar dia merasa nyaman bersamamu, supaya suatu hari nanti dia menyadari kamu tulus padanya.

Hidup tidak seindah khayalan kamu. Kecuali kamu make a move padanya, dia tidak akan pernah sadar kamulah pria yang selama ini dia cari-cari. Dengan jadi teman curhat dia, mungkin kamu berusaha mencari waktu yang tepat. Tetapi semakin lama menunggu, dia akan telanjur nyaman menganggap dia sebagai temanmu.

Mengapa jadi teman curhat si dia sama sekali tidak efektif untuk membuat dia tertarik padamu? Berikut ini alasannya!

1. Menjadi Teman Curhat Hanya Memperkuat Statusmu Sebagai Sahabat

christin-hume-316554
via Unsplash

Kalau dia butuh teman curhat, dia bisa curhat ke teman-temannya sendiri. Kalau kamu selama ini menjadi teman curhat dia dengan harapan suatu hari nanti dia bisa jadi pasanganmu, kamu tidak hanya jadi friend zone, tetapi juga therapy zone! Tidak ada wanita yang mau teman curhatnya jadi pasangannya, karena kamu sudah tahu semua aib dan masalahnya.

2. Jadi Teman Curhatnya Bukanlah Tugasmu

olivia-snow-265294
via Unsplash

Coba lihat pria-pria yang menurutmu brengsek tetapi masih dia pacari. Apakah mereka mau jadi teman curhat si dia? Tidak! Bukan tugasmu sebagai gebetan atau calon pasangan untuk menjadi teman curhatnya. Agar dia tahu kamu ingin jadi pasangannya, make a move, Guys! Tunjukkan padanya kamu ingin jadi lebih dari sekadar teman. Buat dia doyan dan tertarik padamu sebagai pasangan, bukannya nyaman sebagai sahabat!

3. Pada Akhirnya, Kamu Akan Ditolak Karena Kamu Terlalu ‘Baik’ Untuknya

kendyle-nelsen-236469
via Unsplash

Content continue below...

Inilah fondasi friend zone. Kata-kata seperti, “Kita temenan aja, ya,” atau “Aku nggak bisa terima kamu soalnya kamu terlalu baik buat aku.” Kalau kamu memang sebaik yang dia katakan, kenapa dia tidak mau jadi pasangan kamu?

Jawabannya simpel saja. Si dia memang menganggap kamu sangat baik, tetapi dia tidak mau menganggap kamu sebagai orang yang berpotensi jadi pasangannya! Kamu terlalu sibuk jadi teman baiknya hingga akhirnya kamu benar-benar jadi sahabatnya.

Dengan menjadi teman curhat dia, ketertarikan kamu sebagai calon pasangan berkurang. Si dia yang sudah telanjur dekat denganmu sebagai teman, akan peduli padamu hanya sebagai teman. Jika koneksi emosional lebih dulu terbentuk sebelum ketertarikan romantik, selamat, kamu sudah masuk ke dalam friend zone.

4. Hubungan Akan Berjalan Sepihak, dan Kamu Akan Sengsara Karenanya

clem-onojeghuo-289491
via Unsplash

Baik persahabatan mau pun hubungan romantik butuh timbal balik. Jika si dia melakukan usaha yang sama sebagai calon pasangan, berarti kalian bisa menjadi pasangan. Jika selama ini kamu hanya jadi teman curhatnya dan dia tidak memberi apa pun, kamu tidak akan pernah bisa bahagia dengannya. Tidak peduli seberapa tulusnya kamu padanya. Mengapa? Karena selama ini kamu berharap jadi pasangannya.

Sebenarnya jadi teman curhat sebagai sahabat tidak ada yang salah, kalau kamu memang berniat jadi sahabat si dia. Namun, tetap bertahan jadi teman curhat dengan harapan dia akan mau jadi pasangan kamu, perjuanganmu akan sia-sia. Make a move, Guys. Pria berkualitas akan berani memperlihatkan niat dan usahanya pada wanita yang dia suka tanpa takut ditolak!

Tidak ingin jadi sekadar teman curhat dia, Guys? Kenali caranya membuat koneksi dan bikin dia tertarik dan doyan denganmu dengan daftar ke kelas online ===>>>[klik!]Deep Romantic Communication (DRC)[klik!]<<<=== sekarang juga! Pre-order sekarang, kamu bisa dapat harga khusus dari Rp 1.000.000,- jadi Rp 375.000,- saja! Harga pre-order hanya sampai tanggal 8 September 2017!

Share Your Thoughts