5 Makna Sesungguhnya Di Balik Ucapan Wanita, “Kamu Terlalu Baik Untuk Aku” Saat Dia Menolakmu

Ketika kamu menyatakan cinta pada si dia, lalu dia menolak dengan alasan, “Kamu terlalu baik untuk aku,” kamu pun kebingungan.

Bukankah semua wanita menginginkan pria baik? Jika ya, kenapa dia menolakmu yang jelas-jelas seorang pria baik untuknya? Selama kalian bersama, kamu tidak pernah sedetik pun lupa memberikan kebaikan dan perhatian kepadanya, tetapi semua perjuanganmu sia-sia ketika dia melontarkan ucapan itu padamu. Kamu pun gusar. Apa sih, yang sebenarnya diinginkan para wanita dari pria?

Seperti yang telah diungkap dalam artikel sebelumnya, sikapmu dan perlakuanmu terhadap dirimu sendiri sangatlah menentukan keberhasilanmu mendapatkan hati wanita. Jadi, ketika wanita berkata kamu terlalu baik, mungkin makna sesungguhnya adalah kamu memang bersikap TERLALU baik padanya dengan melakukan 5 sikap ini.

1. Kamu Terlalu Sering Meminta Maaf, Meski Kamu Tidak Melakukan Kesalahan

via Unsplash

Mungkin saja kamu meminta maaf karena kamu hanya ingin mengalah dan tidak ingin dia marah. Namun, sebenarnya, berulang kali meminta maaf di depan wanita hanya menandakan mentalmu yang terlalu kerdil dan insecure. Kamu terlalu takut akan apa yang dipikirkan si dia terhadapmu. Kamu takut dia meninggalkanmu. Jadi, lebih baik capek meminta maaf daripada mencoba berdiri teguh pada prinsipmu. Silakan saja kalau kamu lebih baik mengalah dan menganggap semuanya adalah kesalahanmu. Tentu, dia akan menganggapmu baik karenanya, tetapi dia tidak akan memilihmu sebagai pasangannya karena kamu kurang ketegasan.

2. Kamu Selalu Menemui Kesulitan Untuk Mengungkapkan Pikiranmu Dengan Jujur

via Pexels

Sekarang kamu perhatikan lagi saat-saat kamu berinteraksi dengan si dia. Apakah kamu sering menyembunyikan apa yang kamu pikirkan dari si dia agar kalian tidak berdebat? Apakah kamu selalu menuruti kemauan si dia tanpa ragu? Apa kamu lebih memilih diam karena kamu tidak tahu apa yang harus kamu katakan saat bersamanya? Jika ya, makanya tidak heran dia lebih suka menjauh darimu. Menuruti semua kemauan wanita hanya akan membuat semua wanita berkualitas menjauh. Mereka tidak sudi menerima pria yang tidak bisa mengimbangi mereka.

3. Kamu Sering Merasa Tidak Bisa Menolak Permintaan Si Dia

via Unsplash

Bagimu, pria baik adalah pria yang melakukan segalanya untuk wanita pujaannya. Kamu rela antar/jemput si dia setiap hari, meski uang bensinmu sangat tiris. Kamu rela membatalkan janji kumpul dengan temanmu hanya demi bertemu si dia. Kamu rela mendengarkan curhatan dia sampai tengah malam padahal besok kamu harus berangkat pagi ke kantor. Tidak jarang kamu merasa kesulitan menolak permintaan tolong darinya.

Kamu rela melakukan semua itu, bukan? Kamu ikhlas, asal dia bahagia. Kamu berharap si dia mau menghargai kamu, tetapi dia jadi memilih pria lain yang kelihatannya lebih cuek. Mengapa? Karena di mata wanita, kamu lemah dan gampang diatur-atur. Meski kalian sudah berpasangan pun, dia akan cepat bosan karena kamu tidak punya pendirian.

4. Kamu Selalu Mengutamakan Si Dia Tanpa Mempedulikan Diri Sendiri

via Pexels

Karena cinta, kamu rela berkorban dan tersakiti demi dia. Tidak apa kamu jadi sakit, stres, dan makan hati, asal dia mau mencintaimu suatu hari nanti. Sikap seperti ini adalah hasil dari insecurity, takut ditinggalkan, dan kurangnya kasih sayang terhadap dirimu sendiri. Akibatnya, orang lain jadi lebih mudah menginjak-injak kamu. Kamu jadi rela mempermalukan dirimu di depan orang lain demi mendapatkan perhatian si dia. Kalau sudah begini, si dia masih jauh lebih baik menolakmu karena kamu ‘terlalu baik’ daripada memanfaatkan dan menginjak-injak kamu juga.

5. Kamu Tidak Pernah Mengutarakan Perasaanmu Ketika Kamu Tersakiti

via Unsplash

Si dia menyinggung perasaanmu atau melakukan kesalahanmu. Bukannya bersikap tegas dan mengutarakan kekesalanmu, kamu lebih memilih memendamnya. Tidak apa-apa, inilah pengorbanan cinta yang harus kamu lakukan, bukan? Agar nantinya dia terkagum-kagum padamu karena sudah berjuang demi dirinya. Lebih baik tersakiti sekarang tetapi nantinya kamu bahagia bersamanya. Guys, kalau kamu masih berpikir begitu, tandanya kamu terjebak delusimu sendiri. Apa bedanya kamu dengan wanita bodoh yang lebih memilih diam dan menuntut pasangannya untuk peka?

Cinta tidak menuntut kamu mengorbankan kebahagiaan, kesejahteraan, dan jati dirimu agar berhasil. Jika ya, itu karena kamu tidak menggunakan akal sehatmu dalam menjalin hubungan cinta. Stand up for yourself, belajarlah menyayangi diri sendiri, dan jangan biarkan dirimu rela terinjak-injak demi secuil kebahagiaan cinta!