Bagaimana Lepas Dari Kecanduan Stalking Mantan?

Home Articles Bagaimana Lepas Dari Kecanduan Stalking Mantan?
Share the knowledge!

Putus cinta memang menyakitkan. Makan jadi tidak berselera, kerja kurang bersemangat, dan mau ke mana-mana rasanya malas. Hidup jadi serba kelabu dan tidak menutup kemungkinan Anda pun enggan melanjutkan hidup. Mencoba menghibur diri dengan berselancar di media sosial pun adalah kesalahan karena masih ada peninggalan status dan foto saat masih bersamanya. Belum lagi jika Anda belum meng-unfollow mantan, bersiaplah foto terbarunya lewat di timeline. Semakin menyakitkan memang, tapi lucunya ini bisa saja membuat Anda kecanduan stalking mantan.

Kecanduan stalking mantan adalah sebuah kondisi di mana Anda selalu ingin tahu kondisi mantan, meskipun Anda tahu itu akan menyakitkan Anda. Ini yang membuat Anda terus mengorek-ngorek akun media sosial mantan tiap jam, melihat semua foto dan video terbarunya, status-statusnya, bahkan Anda juga stalking teman-temannya. Kalau tidak ada kabar terbaru, Anda menggali status-status lamanya demi memuaskan rasa ingin tahu Anda.

Jika dibiarkan, Anda jelas tidak akan move on. Anda malah semakin kangen dengannya dan ingin sekali mengulang momen-momen bahagia yang dulu. Tinggal menunggu waktu saja sampai Anda berusaha menghubungi mantan lagi dan membujuknya agar balik ke pelukan Anda. Memang ada kemungkinan diterima, tapi kemungkinan itu hanya terjadi jika mantan sama-sama belum move on seperti Anda. Jika dia sudah move on, mampu bahagia tanpa kehadiran Anda, dan sudah menemukan tambatan hati baru, maka sangat kecil kemungkinannya bujukan Anda diterima.

Bila Anda benar-benar ingin move on, maka langkah pertama adalah Anda harus lepas dulu dari kecanduan stalking mantan. Tentu sebelumnya Anda harus paham kenapa Anda bisa kecanduan karena kata pepatah: semakin Anda mengenal musuh, maka semakin mudah pula Anda mengalahkannya.

Mengutip dari SatuPersen.net, ketika seseorang melakukan hal yang membuatnya kecanduan, bagian otak yang akan aktif adalah bagian reward circuitry. Bagian ini berfungsi untuk mengatur emosi, serta berperan untuk mendorong seseorang untuk berperilaku tertentu demi mempertahankan hidupnya. Dorongan ini dipengaruhi oleh hormon kesenangan atau yang dikenal sebagai hormon dopamin. Dopamin ini salah satu hormon yang membuat Anda merasa senang bahkan memiliki keinginan terhadap sesuatu yang kita sukai. Semakin besar hormon dopamin yang dihasilkan ketika melakukan sesuatu, semakin besar pula keinginan seseorang terhadap hal tersebut. Jadi ketika mengalami kecanduan, respon di otak akan selalu memberikan rasa senang, sampai akhirnya Anda selalu merasa membutuhkan hal tersebut.

Baca juga:
Cara Lepas dari Adiksi? (Belajar Berhenti dari Kecanduan)

Saat staking mantan, otak Anda dibanjiri dopamin sehingga Anda merasa enakan dan nyaman. Ini yang membuat Anda betah menelusuri akunnya sepanjang waktu. Jika satu jam saja tidak melihat akunnya, Anda merasa tidak nyaman dan gatal ingin segera membuka media sosial. Efek negatifnya, Anda jadi sulit konsentrasi karena pikiran Anda terus-terusan dibayangi mantan, pekerjaan jadi terbengkalai atau hasilnya tidak maksimal, susah tidur, dan sulit membuka hati untuk orang baru karena Anda pikir tidak akan ada orang yang sebaik mantan.

Untuk berhenti kecanduan stalking mantan, Anda bisa memulainya dengan:

1. Memutuskan Semua Koneksi Anda Dengan Mantan.

Ini adalah langkah pertama yang mudah dan sulit di saat bersamaan. Dibilang mudah karena sebenarnya Anda tinggal menekan tombol unfollow, unfriend, dan memblokir mantan. Namun, pikiran Anda yang bersikeras masih ingin melihat mantan bisa membuat Anda bimbang dan tidak jadi unfollow mantan.

Tapi Anda tidak akan sembuh jika sumber kecanduannya masih dipelihara. Mau tidak mau, Anda harus unfollow mantan sekarang. Semakin ditunda, semakin susah Anda sembuhnya.

Begini cara agar berkurang kebimbangan saat unfollow mantan: tutup mata dan katakan berulang-ulang ke diri sendiri bahwa Anda akan baik-baik saja setelah unfollow mantan. Tuju ke akun mantan dan langsung tekan unfollow. Jangan beri kesempatan diri Anda untuk menyempatkan melihat-lihat foto atau statusnya, nanti hati Anda semakin berat berpisah dengannya.

Sekarang tuju ke akun media sosial lainnya dan ulangi hal yang serupa sampai Anda unfollow semua akunnya. Begitu pula saat Anda menghapus nomornya.

Anda akan baik-baik saja. Percayalah.

Baca juga:
10 Tips Mengatasi Putus Cinta Di Tengah Pandemi Corona

2. Putuskan Juga Koneksi Dengan Teman-teman Mantan

Teman-temannya (terutama yang akrab dengannya) akan sering membahas kegiatan mereka bersama mantan. Mereka akan meng-upload foto dan video bersama mantan, membahas keadaan mantan sekarang, atau malah menyindir Anda. Hal ini tidak bagus karena akan memancing keinginan Anda untuk stalking mantan lagi.

Jadi Anda harus unfollow juga teman-teman dan siapa pun yang dekat dengan mantan. Hal ini seharusnya tidak terlalu berat karena Anda tidak punya ikatan emosional dengan mereka. Namun, jika terasa berat, Anda bisa mengikuti cara nomor 1.

Baca juga:
Apa Resikonya Sering Pamer Kemesraan di Medsos?

3. Lakukan Hal-Hal Yang Membuat Anda Happy dan Bersemangat

Di hari pertama memutuskan koneksi dengan mantan, pikiran Anda kemungkinan besar akan kacau karena rangsangan dopamin yang berkurang. Rasanya berat sekali untuk tidak mengintip akun mantan.

Untuk itu Anda harus melakukan kegiatan yang membuat Anda happy dan bersemangat, tujuannya untuk mengalihkan pikiran Anda dari mantan. Anda pun mendapat asupan dopamin dengan cara yang lebih positif.

Kegiatan apa yang membuat Anda happy? Barangkali Anda senang merakit Gundam model kit, menggambar komik, bersepeda di taman kota, menanam tanaman hias, main video game, memancing ikan di kolam, memodifikasi sepeda motor, memperbaiki perabotan-perabotan rumah, jalan-jalan ke desa naik sepeda motor, dan berbagai macam kegiatan menyenangkan lainnya.

Apalagi sekarang Anda single yang punya lebih banyak waktu, ini adalah saat yang sangat tepat untuk melakukan kegiatan itu.

Baca juga:
5 Self Upgrade Untuk Dilakukan Pria Selama Wabah Corona

4. Tulis Faktor-Faktor Yang Membuat Kalian Berpisah

Ketika muncul dorongan kuat untuk melihat akun mantan, ambil selembar kertas dan tulis faktor-faktor yang membuat hubungan kalian gagal. Hal ini dapat mengurangi keinginan untuk stalking mantan dan menumbuhkan keyakinan bahwa tidak mengetahui kabarnya adalah hal terbaik untuk Anda.

Contoh daftar faktor yang membuat kalian putus:

  • Orangtuanya tidak merestui hubungan Anda.
  • Dia sering meminjam uang Anda dalam jumlah banyak dan belum pernah dikembalikan.
  • Dia sering ketahuan memanggil lawan jenis dengan panggilan sayang. Ketika ditanya alasannya apa, dijawab “Semua orang aku panggil sayang.”
  • Dia pengangguran kronis. Selalu marah kalau diminta mencari kerja.
  • Dia sering menganggap enteng masalah-masalah yang Anda keluhkan.
  • … dan sebagainya.

Tulis ulang faktor-faktor itu kapan pun muncul keinginan untuk stalking mantan. Semakin panjang daftarnya, semakin membuat Anda enggan melirik akunnya.

Baca juga:
Kenapa Wanita Lebih Sulit Move On?

Ketika Anda sudah bisa mengendalikan diri dari godaan stalking mantan, Anda bisa melangkah ke strategi move on selanjutnya yang tertulis lengkap di ebook Move On Dalam 30 Hari. Bebaskan diri Anda dari masa lalu, raih kebahagiaan diri Anda kembali, dan buka hati untuk orang baru yang jauh lebih baik dari mantan ketika Anda sudah benar-benar siap.

Referensi:
[1] Cara Lepas dari Adiksi? (Belajar Berhenti dari Kecanduan)

Share the knowledge!