Mengapa Perasaan Hancur Berkeping-keping Setelah Putus?

Home Articles Mengapa Perasaan Hancur Berkeping-keping Setelah Putus?
Share the knowledge!

Semua orang menginginkan punya hubungan romansa yang menyenangkan dan berjalan lancar sampai tua. Namun, menjalin hubungan romansa tidak semudah membalik telapak tangan; akan selalu ada masalah-masalah besar dan kecil yang menerpa di sepanjangan hubungan berjalan. Jika Anda mampu mengatasi masalah-masalah itu, kemungkinan besar hubungan Anda akan bertahan lama. Jika masalah-masalah itu tidak ditemukan solusinya dan malah semakin memperlebar jarak Anda dengan pasangan, maka hubungan Anda bisa saja putus di tengah jalan. Putus adalah fase romansa yang paling tidak mengenakkan. Harga diri terasa hancur berkeping-keping. Makan jadi tidak selera, susah menikmati kesenangan, sulit konsentasi saat mengerjakan sesuatu, dan sebagainya.

Setelah putus, tubuh Anda mengalami banyak perubahan, baik secara fisiologis maupun psikologis. Tubuh Anda mengalami shock, terutama jika mantan pacar Anda sudah memiliki pacar baru atau sering lewat di timeline Instagram Anda. Tubuh menghasilkan kortisol atau hormon stres dalam tingkat yang jauh lebih tinggi. Ini yang membuat perasaan tertekan setelah putus cinta adalah hal yang sangat umum terjadi. Anda setidaknya akan mengalami empat fase emosi seperti ini setelah putus:

1. Terguncang dan Bertanya-tanya Mengapa Semua Terjadi Mendadak

Jika perpisahan terjadi tiba-tiba, Anda mungkin berada dalam kondisi terguncang untuk beberapa saat. Anda akan bertanya-tanya: “Sebelumnya semuanya baik-baik saja. Kami masih berpegangan tangan, berpelukan, masih mengatakan kata-kata sayang, masih mesra, masih bilang kangen.  Bagaimana ini bisa terjadi padaku?”

Kabar baiknya adalah Anda tidak berlama-lama mengalami keterguncangan ini. Kabar buruknya adalah rasa terguncang mungkin adalah emosi pertama yang harus Anda lalui.

Baca juga:
Kenapa Wanita Lebih Sulit Move On?

2. Kesedihan Seolah Tidak Ada Hari Esok

Ini adalah fase di mana Anda merasa sedih sepanjang hari. Anda terbangun di pagi hari dengan pikiran berkabut karena tidur tidak nyenyak, Anda kemudian menyeret kaki ke kamar mandi, lalu melihat ke cermin dan melihat wajah menyedihkan Anda sambil berpikir, “Apa aku bisa bahagia seperti dulu lagi?” Pikiran rasanya enggan beraktivitas dan ingin mengurung di kamar seharian, tapi kehidupan harus berjalan sehingga Anda terpaksa beraktivitas. Meskipun aktivitas itu adalah sesuatu yang menyenangkan, seperti jalan-jalan atau bermain video game. Pikiran Anda tetap saja sedih.   

Meski demikian, kesedihan bukanlah yang terburuk dari emosi yang akan Anda rasakan setelah putus cinta karena cepat atau lambat emosi itu akan berlalu. Yang berbahaya adalah obsesi.

Baca juga:
10 Tips Mengatasi Putus Cinta Di Tengah Pandemi Corona

3. Terobesi Sampai Membuntuti

Anda terus berpikir tentang mantan Anda, baik ketika di siang hari saat berkegiatan dan malam sebelum tidur. Rasanya ingin sekali membuang pikiran soal mantan jauh-jauh dari otak Anda, tapi hal itu adalah mustahil kecuali Anda mengalami cedera parah di otak atau mengoperasi bagian otak tertentu. Pikiran-pikiran itu akhirnya membuat Anda terobsesi dengan mantan. Anda pikir dengan mengetahui apa saja yang ia lakukan akan membuat pikiran Anda tenang.

Apa yang terjadi selanjutnya? Anda menguntit akun Instagramnya, berusaha mencari tahu siapa saja yang sedang mendekati mantan Anda. Anda membayar orang yang mampu meretas akun media sosialnya supaya bisa membaca private message-nya atau memosting foto-foto yang tidak senonoh untuk balas dendam. Bahkan, Anda pergi ke tempat mantan berada, lalu Anda berdiri di seberang jalan untuk memastikannya tidak bersama orang lain.

Ini adalah tindakan yang meresahkan. Siapa yang tidak resah jika dibuntuti oleh mantan ke mana pun Anda pergi? Jika Anda terus melakukannya, bisa-bisa Anda dilaporkan ke kepolisian karena dianggap mengganggu.

Baca juga:
Bagaimana Lepas Dari Kecanduan Stalking Mantan?

4. Marah Semarah-marahnya

Akan ada saatnya Anda tidak memikirkan apa-apa kecuali kesalahan mantan Anda. Anda akan berpikir pada diri sendiri bahwa Anda senang bahwa hubungan itu berakhir dan Anda akan berharap bahwa mantan akan menderita atas apa yang dia lakukan terhadap Anda. Masalahnya, menyimpan dendam terhadap mantan bukanlah cara terbaik untuk melanjutkan hidup. Anda jadi memikirkan seribu cara bagaimana membuat mantan menderita. Bukan tidak mungkin Anda akan benar-benar melakukan cara-cara itu ke mantan.

Apa Anda sering mendengar berita tentang orang yang membunuh, melukai, atau mengacak-acak pesta pernikahan mantannya? Itu disebabkan karena marah dan kecewa terhadap mantannya, lalu akhirnya menjadi dendam. Bagus jika dendam itu terkikis habis karena Anda berhasil move on dan menemukan kebahagiaan kembali, tapi bagaimana kalau dendam itu semakin membesar setiap hari? Bukan tidak mungkin Anda akan melakukan hal-hal konyol seperti yang dilakukan pasukan patah hati lainnya.

Baca juga:
Resiko Bila Terus Memendam Benci Pada Mantan

Kombinasi emosi-emosi di atas yang membuat perasaan Anda hancur berkeping-keping. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit Anda menyatukan kepingan-kepingan itu dan menemukan kebahagiaan diri kembali. Jika Anda baru mengalami putus cinta, alangkah bagusnya jika Anda sudah mengerti cara mengatasi emosi-emosi di atas agar tidak membahayakan diri Anda maupun orang lain.

Apa yang membuat Anda sedemikian terasa hancur berkeping-keping saat mengalami putus cinta? Bagaimana mengatasi emosi-emosi negatif di atas agar Anda mendapatkan keberhargaan diri kembali? Simak penjelasan Coach Kei Savourie lewat video di atas. Jika hubungan Anda sedang baik-baik saja, penjelasan di atas bisa menjadi pertolongan pertama kalau saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya. Kalau Anda baru mengalami putus cinta, pelajaran ini wajib Anda pahami sebaik-baiknya demi kebaikan diri Anda sendiri.

Video di atas adalah potongan dari materi KC STAR yang berjudul “5 Pelajaran Berharga Setelah Putus Cinta.” Dapatkan materi penuhnya dengan mengunjungi LINK di bawah:

KC STAR

Jangan biarkan diri Anda terluka dan hancur berkeping-keping terlalu lama karena diri Anda sangatlah berharga.

Share the knowledge!