5 Tanda Hubungan Kamu dan Pasangan Memiliki Tanggal Kedaluwarsa

Tanggal Kedaluwarsa Kelas Cinta

Tidak ada seorang pun yang mengharapkan hubungan percintaannya kandas begitu saja. Semua orang yang berpasangan pasti mengharapkan hubungan yang langgeng dan juga berkualitas. Akan tetapi, tidak semua orang punya keahlian mengelola hubungan agar sukses dan berkualitas tersebut. Itulah sebabnya, hubungan yang tidak berkualitas akan berakhir suatu saat dan bisa disebut memiliki tanggal kedaluwarsa.

Apa saja faktor yang menandakan hubungan kamu memiliki tanggal kedaluwarsa? Berikut ini adalah tanda cinta di antara kalian sudah kedaluwarsa dan tidak bisa diperbaiki lagi.

1. Tingginya Rasa Posesif Dalam Hubungan

hands-437968
via Pixabay

Berdasarkan KBBI, posesif adalah bersifat merasa menjadi pemilik ; mempunyai sifat cemburu. Bagi kebanyakan orang cemburu itu tanda cinta, sesuatu hal yang wajar dan manusiawi. Sayangnya, cemburu adalah hal yang tidak sehat dalam hubungan, karena cemburu terlahir dari insecure dan rendahnya self esteem. Perlu diingat bahwa cemburu itu pangkal posesif. Posesif itu pangkal abusive.

Hubungan cinta tidak seharusnya atau tidak pernah mempersempit dunia kamu. Hidup terlalu berharga dan tidak ada seninya, jika isinya hanya dia seorang. Atasi penyebab tindakan posesif atau akhiri hubunganmu yang sudah memasuki tanggal kedaluawarsa.

2. Ada Kecenderungan Perilaku Abusive

argument-238529
via Pixabay

Abusive adalah sebuah perilaku yang dirancang untuk mengendalikan seseorang dengan cara memberikan rasa takut, penghinaan – baik secara lisan atau fisik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa perilaku abusive muncul karena posesif.

Beberapa orang merasa berada dalam hubungan abusive lebih baik, daripada harus menghadapi ketidakpastian hidup sendirian. Berhentilah menjadi orang bodoh yang mengkonsumsi cinta kedaluwarsa. Melangkahlah dengan berani untuk kebahagiaan hidupmu yang bebas tanpa batasan berlebihan dari orang lain.

3. Perselingkuhan yang Tidak Bisa Diperbaiki Lagi

pexels-photo-289224 (2)
via Pexels

Dalam sebuah hubungan, perselingkuhan adalah sebuah penyimpangan komitmen dan bukan penyimpangan biologis. Pasangan yang berselingkuh, memang bisa atau berhak mendapatkan kesempatan lagi. Tapi, jika dia terus berselingkuh tanpa mau memperbaiki aspek hubungan yang membuatnya tergelincir pada perselingkuhan, lebih baik akhiri saja. Karena, kamu hanya membuang waktumu bersama anak kecil yang tidak bisa diajak bekerjasama dalam menata hubungan dengan cerdas.

Content continue below...

4. Pasangan Seorang Pecandu

pexels-photo-360622
via Pexels

Bukan bermaksud untuk melarang kamu menjalin hubungan dengan seorang pemakai, hanya saja kamu perlu sadar diri, bahwa menyadarkannya bukanlah tugas kamu. Meski dalam hatinya dia ingin berhenti, seorang pemakai tidak akan pernah berhenti begitu saja, hanya karena dia mencintai kamu.

Berhentilah menjadi seorang pahlawan, karena kamu berhak mendapatkan pria baik, sehat, perhatian dan sesuai dengan kriteriamu.  

5. Tidak Ada Chemistry Dalam Hubungan

engagement-1718244
via Pixabay

Chemistry sering disebut sebagai tanda ‘klik’ atau cocok dan terkoneksi dalam banyak hal. Kecocokan yang beberapa orang pikir sebagai hal yang membuat semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada pertengkaran, tidak menemukan jalan berlubang, pokoknya adem ayem, deh.

Sayangnya, chemistry adalah skill yang bisa dipelajari dan memiliki chemistry dengan seseorang, bukanlah tanda dapat memiliki chemistry romantis. Hilangnya chemistry antara kamu dan pasangan, bisa jadi karena kemampuan komunikasi kalian yang buruk. Lebih suka meredam atau memaklumi hal-hal yang menganggu serta membuat tidak nyaman.

Kamu bisa melakukan upaya membangkitkan  chemistry diantara kalian dan jika tidak berhasil, mengakhiri hubungan kalian adalah jalan terbaik.

Tidak ada seorang pun yang mengharapkan hubungannya memiliki tanggal kedaluwarsa. Namun, putus atau mengakhiri hubungan cinta harus dilakukan sebagai jalan terbaik untukmu. Yakinlah, bahwa kamu berhak mendapatkan pasangan yang baik, sehat dan mampu diajak bekerjasama dalam membangun komitmen bersama.

Share Your Thoughts