Tentang Rasa Ingin Balikan Ke Pelukan Mantan

Home Articles Tentang Rasa Ingin Balikan Ke Pelukan Mantan
Share the knowledge!

Kalau Anda sudah lama putus dan masih memikirkan si mantan sampai ingin balikan, sebenarnya itu bukan cinta. Namun, efek ketagihan yang tidak terpenuhi karena kehilangan candu yang selama ini Anda terima dalam masa hubungan.

Candu apa?

Sensasi enak saat bersentuhan dengan pasangan, rasa senang ketika bercanda dengannya, rasa lega luar biasa saat berhasil melewati masa sulit bersama, dan lain sebagainya.

Bahkan Anda juga candu saat-saat bermasalah dengan pasangan. Anda ingin masa-masa itu kembali karena Anda merasa “hidup” saat itu terjadi.

Ketika putus, asupan itu berhenti sehingga otak Anda ketagihan rasa nyaman, lega, dicintai, dan berharga. Makanya Anda jadi memikirkan si mantan lagi dan lagi.

Mau berusaha dilupakan bagaimana pun, Anda tidak akan berhasil kecuali ada dokter yang membedah otak Anda dan membuang bagian tempat kenangan mantan tersimpan.  

Candu-candu itu yang membuat Anda terbayang keinginan untuk balikan, meskipun mantan tidak layak, jahat, dan gemar menyakiti Anda.

Kalau dipikir-pikir secara logis sih seharusnya Anda tidak mau balikan dengan si mantan, karena Anda pasti bakal mengulang penderitaan seperti sebelumnya.

Tapi karena badan dan otak Anda ketagihan candu enak bersamanya, Anda pun mengesampingkan resiko-resiko itu dan cuma memikirkan bagaimana caranya mendapatkan asupan candu itu lagi.

Kalau Anda lupa resiko-resiko jika balikan sama mantan, nih saya ingatkan lagi:

  • Kalau mantan Anda adalah orang yang gampang memukul, menampar, atau menyakiti Anda maupun dirinya sendiri, maka Anda akan menghadapinya lagi.
  • Jika penyebab putusan kemarin karena ketidaksetiaan mantan, maka bersiaplah untuk menghadapi ketidaksetiaannya lagi karena kesetiaan adalah KEMAMPUAN dan KEAHLIAN. Ketidaksetiaan berarti kemampuannya untuk setia terbilang rendah atau memang tidak pernah dilatih. Kalau dia tidak pernah melatih otot-otot kesetiaannya saat menjalin hubungan dengan Anda atau orang lain, maka selamanya dia tidak akan setia.
  • Masalah-masalah lama yang terulang bikin Anda ragu soal masa depan hubungan. Apa ini hubungan yang benar-benar Anda inginkan? Keraguan itu membuat Anda jadi menjalani hubungan dengan setengah hati. Kemungkinan besar Anda bakal putus lagi, kemudian candu lagi, balikan lagi, dan seterusnya.

Rasa candu membuat Anda lupa dengan resiko-resiko itu. Anda pun masuk ke fase tertipu konsep “soulmate”, “jodoh cuma satu”, atau “cinta sejati”. Anda pikir rasa kangen ingin balikan itu adalah tanda bahwa Anda sebenarnya berjodoh dengan mantan.

Padahal rasa cinta, kangen, dan bahagia muncul karena proses biokimia tubuh yang alamiah terjadi di hubungan, bukan karena mantan Anda. Artinya, otak dan tubuh Anda bukan ketagihan dan kepikiran fisik mantan, tapi sensasi dan rasa yang ada dalam hubungan itu.

Otak dan tubuh Anda sih tidak peduli siapa pribadi atau orangnya, yang penting Anda terpenuhi lagi ketagihan dan rasanya.

Yes, Anda tidak harus memenuhinya dengan mantan lagi kok, dengan gebetan-gebetan baru pun sangat bisa!

Itu artinya Anda harus melangkah keluar mencari gebetan baru, bukannya balik badan dan berusaha menghubungi mantan lagi.

Makanya saya sering menyarankan orang yang baru putus untuk kencan dengan banyak gebetan. Anda tidak perlu cepat-cepat punya pasangan baru kalau Anda sendiri belum siap, tapi bukan berarti kehidupan kencan Anda mati total.

Tujuannya agar Anda cepat sadar bahwa rasa kangen itu bukan karena cinta sama si mantan, tapi tubuh dan pikiran Anda cuma lagi ketagihan rasa nyaman, seru, dan enak yang ada dalam hubungan.

Jika Anda mengisi waktu dengan hal yang seru, apalagi ditambah gebetan-gebetan baru, otak Anda dijamin jadi malas memikirkan si mantan!

Kalaupun kadang terpikir mantan, badan Anda pun malas merasa kehilangan karena rasa tagih dan enaknya sudah terpenuhi oleh gebetan-gebetan Anda. Kalau asupannya terpenuhi tanpa lewat mantan, maka rasa ingin balikan pun lenyap dan Anda jadi lebih gampang move on.

Jangan juga berusaha pintar dan mengarahkan teori ini dengan mengajak kencan si mantan. Itu malah membuat perasaan Anda jadi semakin ribet dan campur aduk.

Walau Anda pikir bisa cuma sebatas kencan, hubungan kalian pasti akan jadi berlanjut ke seasons selanjutnya dengan masalah hubungan yang sama seperti sebelumnya. Waktu Anda banyak terbuang di hubungan yang salah, kenapa tidak mencari hubungan baru yang lebih layak untuk Anda?

Sah-sah saja jika ingin melanjutkan season dengan mantan, tapi pastikan sebelumnya Anda dan mantan sudah pernah menjalin hubungan dengan yang lain.

Kenapa?

Karena sesungguhnya manusia berubah dan belajar di periode antar hubungan, bukannya di dalam sebuah hubungan.

Jika Anda pacaran dengan A lalu putus, lalu istirahat sebentar dan lanjut lagi dengan si A, maka kalian berdua cenderung masih orang yang sama. Kalian cuma merasa sudah berubah dan belajar banyak, padahal sifat, kebiasaan, dan masalah kalian masih seperti kemarin, makanya kalian akan alami isu/drama yang sama lagi!

Manusia tidak bisa secara instan berubah dan belajar, tentu itu perlu waktu dan proses. Makanya saya menyarankan masing-masing wajib saling menjauh dan punya hubungan lain dulu.

Beri jarak dan waktu supaya Anda dan mantan bisa pulih dari hubungan rusak kemarin. Bagaimana bisa sembuh kalau terus berdekatan dengan sumber penyakit? Ini logika sederhana.

Kalau Anda langsung balikan dengan mantan karena tidak bisa hidup bahagia tanpanya, itu bukan cinta… tapi ketergantungan seperti yang saya bahas di atas. Begitu juga kalau Anda dan mantan putus-nyambung berkali-kali sampai merasa tidak bisa lepas, itu juga ketergantungan candu!

Makanya putus-nyambung-putus-nyambung dan seterusnya itu tidak sehat, kemungkinan besar bisa membahayakan, dan sangat tidak direkomendasikan.

Lebih baik Anda menjalin hubungan baru karena tidak ada sangkut pautnya dengan masalah-masalah hubungan sebelumnya. Secara tidak langsung hubungan Anda jadi jauh lebih baik dari yang kemarin.

Namanya juga hubungan yang baru, maka gebetan harus orang yang tidak punya hubungan apa-apa dengan mantan. Boleh teman sekantor Anda, teman satu komunitas, atau malah orang yang baru Anda ajak kenalan kemarin.

Kalau Anda kencan dengan orang-orang terdekat mantan, dijamin mulut Anda pasti tidak tahan untuk menanyakan kabarnya, apa yang dilakukannya sekarang, dan kira-kira apa dia punya pasangan lagi?

Anda jadi tidak menikmati kencan itu dan malah semakin ingin balikan!

Tentu saja Anda harus move on dan lepas dari bayangan mantan terlebih dahulu agar bisa menikmati kencan dengan gebetan. Namun, lagi-lagi ini adalah kendala besar karena move on adalah hal yang sulit, bahkan bagi orang yang sudah sering menjalani hubungan.

Untungnya, Anda tidak perlu khawatir karena saya sudah menulis ebook MOVE ON DALAM 30 HARI yang akan menuntun Anda agar tidak salah memilih langkah saat move on.

Dalam ebook tersebut, Anda akan mempelajari banyak hal seputar move on yang meliputi:

  • Bagaimana cara mencari kesibukan yang positif, bukan asal sebagai distraction.
  • Bagaimana cara mengubah kesedihan yang Anda rasakan sehingga terlihat bodoh dan Anda jadi merasa enggan dan konyol menangisi hal tersebut.
  • Bagaimana caranya kembali bergaul dan bertemu lawan jenis yang baru.
  • Bagaimana caranya membangun kembali rasa keberhargaan diri yang rusak karena ulah mantan.
  • Dan masih banyak lagi, hal baru akan kamu pelajari dalam bentuk learning by doing setiap harinya! Sampai Anda merayakannya dengan teman-teman di hari ke-30 (perayaan ini termasuk di dalam PR yang akan Anda terima!)

Anda ingin tahu isi ebook-nya lebih dalam?

Klik link di bawah untuk mendapatkan ebook-nya!

MOVE ON DALAM 30 HARI

Semakin cepat dapat gebetan baru, semakin cepat pula Anda melupakan keinginan balikan. Pikiran Anda jadi fokus ke bagaimana menjalin hubungan yang sehat dengan orang baru. Itu adalah kemajuan luar biasa bagi hidup Anda.

Share the knowledge!