Saat Bertengkar, Siapa yang Berinisiatif untuk Berpisah?

Home Articles Saat Bertengkar, Siapa yang Berinisiatif untuk Berpisah?
Share the knowledge!

Nggak ada yang mengharapkan adanya perpisahan dalam hubungan percintaan, baik itu semasa pacaran, apalagi saat menikah. Namun, kadang pikiran untuk berpisah itu seringkali muncul ketika sepasang kekasih atau sepasang suami-istri sedang mengalami pertengkaran hebat dan menghadapi masalah berat. Ketika sedang bertengkar atau menghadapi masalah seperti ini, siapa yang kiranya berinisiatif untuk berpisah pertama kali? Apakah pria atau wanita? Atau keduanya mengucapkannya secara berbarengan?

o-DIVORCE-PARENTS-CUSTODY-facebookJika membicarakan masalah perceraian, kita perlu membaca yang dilansir oleh goodhousekeeping.com. Sebuah penelitian yang dilakukan pertama kali sejak tahun 1940 mengungkapkan bahwa wanita cenderung lebih mudah berinisiatif untuk berpisah dibandingkan dengan pria.

Baca juga:
Ini Yang Jadi Penyebab Kenapa Banyak Orang Bercerai

Penelitian tersebut memang sudah cukup lama, namun salah satu penelitian terbaru mengungkapkan hal yang sama pula. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data dari How Couples Meet and Stay Together, mulai dari tahun 2009 sampai dengan 2015. Data tersebut merekam 2.262 pasangan di Amerika. Dari banyaknya pasangan yang bercerai, sebanyak 69% perceraian diawali dengan permintaan dari pihak wanita.  

Micahel Rosenfeld, seorang profesor psikologi di Stanford University menjelaskan bahwa hal ini disebabkan wanita lebih merasa terpengaruh dengan naik-turunnya suatu hubungan.

Namun jika alasan tersebut benar, wanita juga akan cenderung lebih mudah mengakhiri hubungan semasa berpacaran. Padahal, faktanya nggak begitu. Menurut penelitian, baik wanita maupun pria memiliki kecenderungan yang sama dalam mengakhiri hubungan dengan pasangannya.

Baca juga:
Apa Tandanya Hubungan Harus Segera Diakhiri?

Kemudian, muncul alasan lain yang lebih tepat mengenai kecenderungan wanita untuk meminta cerai pertama kali. Alasan tesebut adalah terkait dengan apa yang dirasakan wanita dalam hubungan pernikahannya, dibandingkan dengan apa yang ia rasakan dahulu sebelum menikah. Wanita yang sudah menikah nggak hanya dianggap cenderung lebih nggak puas dengan pernikahannya daripada pria, tetapi para peneliti juga yakin bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh gender.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 dan dimuat dalam Journal of Family Issues mengungkapkan hal yang lebih menarik lagi. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa meskipun seorang ayah di masa kini lebih mau mengasuh anaknya dibandingkan zaman dahulu, sang ibu masih menghabiskan waktu 2x lebih banyak untuk merawat anaknya setiap minggunya. Selain itu, para istri juga memasak dan membersihkan rumah rata-rata 10 jam lebih banyak daripada suaminya. Hal inilah yang dianggap dapat memicu perceraian.

Sementara ini, belum benar-benar bisa dipastikan penyebab atau alasan mengapa wanita cenderung mengajak bercerai dalam hubungan pernikahan. Namun untuk Ladies yang membaca ini, semoga menjadi lebih paham dan sadar untuk nggak bermain-main dengan kata “perceraian” ya? Kalau masalah masih bisa diatasi dengan tenang dan kepala dingin, lebih baik diskusikan secara baik-baik daripada harus mengorbankan keluarga.

Jika hubungan kamu sedang dilanda masalah dan sama sekali tidak tahu jalan keluarnya, kamu bisa mencari solusinya di KC STAR; online course berisi ratusan materi percintaan yang membahas masalah percintaan dari tahap PDKT, hubungan, sampai putus cinta. Masalah yang kamu hadapi berada di tahap mana? Temukan solusinya dengan mendaftar KC STAR lewat LINK di bawah:

KC STAR

Tetap gunakan kepala dingin saat menghadapi masalah ya Ladies!

Referensi:
[1] How Couple Meet And Stay Together

Share the knowledge!