Kalau Lupa 6 Elemen Komunikasi Ini, Menikah Terasa Neraka

Hubungan cinta membutuhkan timbal balik. Kamu memerlukan pengorbanan yang sehat, kompromi, serta waktu untuk pasangan. Di Kelas Cinta, hubungan yang sukses membutuhkan 5K: Komitmen, Kepercayaan, Komunikasi, Kompromi, dan Keintiman.

Namun, setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang lebih suka memberi perhatian, ada pula yang lebih senang menerima. Sehingga terkadang terjadi ketidakseimbangan dalam hubungan karena satu pihak berharap menerima lebih dan pihak lainnya senang-senang saja memberi lebih banyak.

Apa yang kamu ingin kamu terima dan berikan kepada pasangan kadang-kadang bisa tidak sesuai dengan keinginannya. Karena itulah, konflik terjadi. Komunikasi pun dibutuhkan sebagai kunci untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi, komunikasi saja sering kali tidak efektif dan malah menciptakan konflik yang lebih banyak. Oleh karena itu, kamu dan pasangan membutuhkan 6 elemen komunikasi ini untuk mendapatkan komunikasi yang efektif.

1. Pertimbangan


via Stock Snap

Kalau kamu memilih untuk berpasangan, berarti kamu harus selalu mempertimbangkan perasaan pasangan setiap kali kamu ingin memutuskan suatu hal, terutama hal yang dapat berdampak besar dalam hubungan. Kamu boleh berkompromi dengan pasangan, namun yang terpenting adalah kamu dan pasangan harus selalu menjadi bagian dari semua keputusan penting. Jangan takut angkat bicara kalau kamu ingin menjadi bagian terbesar dari keputusan. Asalkan pasangan tetap bisa memberi masukan untuk bahan pertimbanganmu.

2. Waktu


via Free Images

Hidup kamu tentu tidak hanya untuk pasangan saja. Kamu masih punya pekerjaan, keluarga, teman-teman, hobi, dan lain-lain. Terkadang, sulit untuk membagi waktumu yang hanya 24 jam untuk menyempatkan diri bersama mereka semua.

Jika kamu kurang sempat menghabiskan waktu bersama pasangan, beritahu dia dengan jujur. Tentu saja, kamu tetap harus mempertimbangkan perasaan dan pendapat pasangan. Buatlah kompromi bila diperlukan. Mintalah pasangan untuk menegurmu apabila keputusanmu tidak membuatnya nyaman.

Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pasangan memang tidak sehat, tetapi kalau kamu terlalu sering berpisah, kalian akan sulit untuk bersatu kembali.

3. Kehadiran


via The Stocks

Kehadiran tidak hanya diperlukan secara fisik, tetapi juga secara mental. Kamu pasti tidak suka pasangan terlalu asyik memainkan ponselnya saat dia bersamamu karena dia terasa jauh darimu walaupun kalian sedang berdua. Makanya, saat kamu sedang bersama pasangan, fokuslah padanya. Berikan perhatian seutuhnya kepada pasangan.

4. Empati


via Huffington Post

Kamu akan sulit berempati untuk pasangan saat kamu disibukkan oleh kehidupan sehari-harimu. Bersama pasangan, kamu belajar untuk memahami orang lain selain dirimu sendiri. Kamu belajar untuk tidak egois, terlepas dari fakta bahwa manusia adalah makhluk egosentris.

Kamu tidak bisa mendapatkan empati tanpa usaha yang terus dilakukan secara berkala dalam hubungan. Ketika kamu merasa sulit untuk melakukannya, ingat-ingatlah bahwa pasangan adalah orang tersayangmu dan perasaannya sangat berarti bagimu.

5. Eksplorasi

via Stock Snap

Cinta hanyalah reaksi kimiawi tubuh yang disebut dopamine. Dopamine adalah hormon yang membuat kamu merasa bahagia dan dikuasai euforia. Inilah yang kamu rasakan saat menjalani awal hubungan bersama pasangan. Seiring waktu berjalan, dopamine akan menghilang jika tidak segera diperbarui oleh hal-hal baru yang dapat meningkatkan passion dalam hubungan.

Maka dari itu, hubungan akan berubah jadi membosankan saat kamu dan pasangan sudah menjalani hubungan cukup lama namun tidak pernah diisi oleh passion. Kalian harus terus bereksplor. Temukan hal baru. Jangan ragu meminta pasangan mencoba hal-hal aneh untuk membumbui hubungan kalian.

6. Usaha


via Free Images

Kelima poin di atas akan sia-sia tanpa usaha yang efektif darimu dan pasangan. Saat mencoba melakukan kelima hal di atas, kamu dan pasangan pasti akan melakukan kesalahan dan memperlihatkan kekurangan masing-masing. Namun, bukan berarti kalian boleh menyerah, bukan?

Ketidakberhasilan hubungan sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya keromantisan, chemistry, atau cinta yang kurang cukup. Melainkan karena kurangnya usaha dari kedua pihak. Jika menurutmu saat ini pasanganmu kurang berusaha, utarakan padanya. Mintalah dia untuk menjadikan hubungan kalian sebagai prioritas utama. Bersikaplah rasional, dewasa, dan berkompromilah. Tanpa usaha yang seimbang, apa yang kalian lakukan dalam hubungan jadi terbuang percuma.