9 Kata-Kata Haram Kamu Ucapkan Pada Pasangan di Bulan Ramadan

Dalam bulan Ramadhan yang suci ini, demi menjaga semangat ibadah puasa, kamu dan pasangan harus menunjukkan sikap positif sesering mungkin. Namun, layaknya manusia yang penuh kekurangan, kamu dan pasangan pasti pernah melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan. Salah satunya adalah mengucapkan sesuatu yang menyakiti hati pasangan. Ada banyak sekali kata-kata haram kamu lontarkan pada pasangan kapan pun, khususnya di bulan ramadan.

Kata-kata yang dimaksud bersifat menyakiti, membuat pasangan insecure, dan mengancam keharmonisan hubungan. Tidak seperti kata-kata yang kamu ucapkan saat khilaf karena stres atau kelelahan, kata-kata haram seperti ini selalu melukai hati pasangan dan akan terus membekas berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun!

Berikut ini adalah kata-kata haram kamu ucapkan pada pasangan, tidak hanya pada bulan ramadan, tetapi juga kapan saja!

1. “Kamu Needy Banget, sih!”


via Unsplash

Hubungan yang sehat adalah ketika pasangan sanggup bersikap mandiri tanpa menggantungkan dirinya pada satu sama lain. Kamu dan pasangan juga harus mendukung satu sama lain. Jadi, bayangkan, ketika pasangan sedang berkecil hati dan butuh dukungan dan perhatian dari kamu, kamu malah mengatai dia terlalu needy. Ucapan seperti ini tidak hanya menyakiti tetapi juga mengabaikan perasaan pasangan.

2. “Kamu Bodoh Banget!”


via Stocksnap

Sangat haram hukumnya merendahkan kecerdasan pasangan dengan menyebut opini, minat, dan perasaannya bodoh. Jika pasangan menerima komentar seperti ini dari kamu, self-esteem pasangan akan tersakiti sampai dia meragukan dirinya sendiri. Selain itu, ucapan ini sangatlah kasar dan tidak sepantasnya didengar oleh siapa pun!

3. “Jangan Pakai Baju Itu, Dong”


via Stocksnap

Setiap orang memiliki preferensi dan gaya berpakaian yang berbeda-beda. Mempermalukan seseorang dari cara berpakaiannya dapat menghancurkan kepercayaan diri dan identitas dirinya. Jadi, apabila kamu mengkritik dan mengejek gaya berpakaian pasangan dan dia merasa tidak nyaman, dia berhak untuk bersikap tegas. Hanya karena kamu pasangannya, bukan berarti kamu bisa dengan bebas mengatur gaya hidup dan cara berpakaiannya.

4. “Kita Putus!”


via Unsplash

Kecuali kalau pasangan benar-benar ingin putus denganmu, kata putus jangan pernah keluar dari mulut kalian secara sembarangan. Pasangan sama saja menanamkan ketakutan bahwa kamu dan pasangan belum tentu mampu berkomitmen, bertahan dan mampu bekerja sama setiap kali ada konflik dalam hubungan.

5. “Kamu Pembohong!”


via Unsplash

Boleh saja meminta pasangan bersikap jujur saat kamu merasa dia sedang berbohong, khususnya apabila kalian sedang menghadapi konflik. Namun, menuduh dia pembohong sama saja dengan menganggap kamu tidak percaya dengan segala ucapannya dan kamu punya masalah kepercayaan. Dan memiliki masalah kepercayaan sama sekali tidak baik dalam hubungan.

 

6. “Semuanya Salah Kamu!”


via Unsplash

Sama sekali tidak sehat kalau kamu menyalahkan semua permasalahan pada pasangan. Selain menunjukkan kamu tidak mampu bertanggungjawab, kamu juga bersikap abusive agar kamu dapat mengulangi perbuatanmu di lain hari. Jika pasangan menegur kamu karena merasa disalahkan atas seluruh konflik yang terjadi, kamu patut evaluasi diri dan belajar menyadari kesalahanmu.

7. “Kamu Nggak Sebaik [Nama Mantan]!”


via Unsplash

Membandingkan pasangan dengan mantan, atau dengan siapa pun, sangatlah menyakitkan bagi pasangan. Merasa dibanding-bandingkan dapat membuat pasangan memiliki rasa ketidakmampuan dan meragukan kualitas dirinya sendiri. Jika ada sesuatu yang harus kamu sampaikan pada pasangan yang berkaitan dengan mantan, katakanlah dengan tenang dan sopan, jangan sampai kamu menyinggung perasaan pasangan dengan kata-katamu!

8. “Kamu Nggak Becus Banget, sih!”


via Stocksnap

Meskipun sebagai partnernya kamu berhak menegur kekurangan pasangan agar kalian bisa berkembang bersama menjadi pasangan yang lebih baik, tidak sepantasnya kamu menyebut dia tidak becus, tidak mampu, dan tidak bisa apa-apa. Bahkan mengkritik orang lain saja kamu harus melakukannya secara baik-baik, apalagi mengkritik pasanganmu sendiri? Mengkritik secara berlebihan tidak hanya menyakiti pasangan, tetapi juga tidak akan mendatangkan manfaat apapun dalam hubungan!

9. Kamu Mendikte Perasaan Pasangan


via Unsplash

Tidak semestinya kamu sok tahu terhadap perasaan pasangan dan mendikte apa yang harus dia rasakan, baik secara fisik atau emosional. Emosi memang subjektif dan harus dihadapi dengan rasional, tetapi apapun emosi yang dirasakan pasangan, wajib untuk divalidasi dan dihargai sebelum bisa diproses secara sehat. Bayangkan apabila ketika kamu merasa sedih dan butuh dukungan dari pasangan tetapi dia malah merendahkan emosimu. Pasti rasanya sakit sekali, bukan?