Lebih Baik Putus atau Tidak, Ya?

Couple sitting in lounge room, man reading book, (B&W)

Ceritanya, kamu dan pasangan sudah berhubungan selama 3 tahun. Semuanya terasa baik-baik saja, kalian jarang bertengkar, kalian berdua setia kepada satu sama lain. Namun, entah mengapa, kamu merasa ingin putus dengan si dia. Alasannya, kamu merasa hubungan kalian sudah tidak seperti dulu lagi yang serba romantis dan seru.

o-DEPRESSED-COUPLE-facebookHal ini sangat wajar dirasakan oleh semua pasangan. Pada awal hubungan, pasangan akan merasakan adrenalin dan gairah, yang membuat mereka hanya ingin berdua saja. Inilah yang biasa disebut honeymoon phase. Pada fase ini, semuanya terasa seru dan masih ada banyak hal baru tentang pasangan yang bisa kamu temukan. Itulah yang mengisi gairahmu terhadap pasangan setiap hari. Akan tetapi, menurut para peneliti, perasaan seperti ini hanya dirasakan oleh para pasangan selama 12 hingga 18 bulan masa hubungan.

Setelah kamu dan pasangan melewati honeymoon phase, kamu mulai terjebak kenyamanan yang membosankan bersama pasangan. Kamu dan pasangan sudah mengenal segala hal tentang satu sama lain. Setelah nyaman, kamu dan pasangan akan disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Akibatnya, kamu jadi merasa hubunganmu membosankan. Kamu pun bimbang, sebaiknya lanjut atau putus saja, ya?

Tanpa membaca artikel ini, mungkin kamu sudah tahu sebab yang membuat hubunganmu dengan pasangan membosankan. Tetapi, sebelum kamu buru-buru membuat memutuskan pasangan, pertimbangkan dulu. Is it worth it? Apakah kalian memang lebih baik putus lalu mencari yang lebih baik? Agar lebih yakin, jawablah ketiga pertanyaan berikut ini.

Apakah Hubunganmu Layak Dipertahankan?

Baiklah, kamu mencintai pasanganmu. Meski begitu, kamu harus memikirkan tiga aspek yang membuat sebuah hubungan layak dipertahankan. Pertama, kepercayaan. Apakah kamu bisa mempercayai pasangan? Apakah kamu yakin dia selalu bersikap jujur, terbuka, menginginkan yang terbaik untukmu dan tidak berusaha menyakitimu?

Content continue below...

Kedua, keyakinan hidup. Apakah kalian memiliki keyakinan atau kepercayaan yang searah? Bagaimana dengan pandangan hidupnya tentang kesuksesan, keluarga, kesehatan, dan sebagainya yang penting untukmu? Apakah tujuan hidup kalian tidak bentrok dan dapat dicapai bersama-sama?

Ketiga, bagaimana caramu dan pasangan mengatasi konflik? Apakah kalian berusaha menyelesaikannya dengan cara yang sehat dan positif? Jika kamu menjawab ya untuk semua pertanyaan di atas, mungkin hubunganmu memang layak dipertahankan.

Apakah Kamu Memiliki Ekspektasi Tinggi?

Ketika pasangan merasa bosan atau tidak betah dalam hubungan, biasanya disebabkan oleh adanya ekspektasi hubungan yang tidak realistis. Apakah kamu mengharapkan hubungan harus selalu romantis dan tidak pernah diwarnai pertengkaran? Introspeksi diri, mungkin saja kamu menyimpan ekspektasi-ekspektasi tidak wajar tentang pasangan kamu.

Bisakah Kamu Menemukan Hal-Hal Baru dengan Pasangan?

Walaupun kamu sudah menghilangkan semua ekspektasi tidak realistis, kamu tetap harus mencari aktivitas atau hobi yang mampu meningkatkan gairah, misteri, dan hal-hal baru yang bisa dieksplor dalam hubungan. Bisakah kamu menemukannya bersama pasangan? Beranikan diri dan luangkan waktu untuk mencoba hal-hal baru. Tambahkan spontanitas dalam hubungan. Keluarlah dari zona nyaman kalian. Barulah setelah itu, tanyakan lagi pada dirimu sendiri, apakah hubungan kalian layak dipertahankan atau tidak?

Share Your Thoughts