Midlife Crisis: Banyak Pria Berselingkuh Saat Berusia 49 Tahun

Banyak orang yang percaya bahwa pria akan mengalami krisis usia setengah baya, atau bistilah asingnya midlife crisis. Mitos ini diyakini di seluruh dunia. Krisis ini ditandai dengan bermacam-macam hal, mulai dari stres hingga perselingkuhan. Benarkah semua pria akan mengalami krisis ini?

Sebelumnya, mari mengenal tentang midlife crisis. Istilah tersebut dibuat oleh psikolog Elliot Jacques pada tahun 1965. Ia menyebutkan bahwa banyak orang dewasa menghadapi gambaran hidup yang segera meninggal dengan perasaan nggak stabil. Sebenarnya mereka merasa belum siap. Ketidaksiapan itu ditandai dengan membeli kendaraan mewah, membeli baju untuk memperbaiki diri, dan mempunyai kekasih baru.

Ok, sekarang kembali pada abad 21. Sebuah penelitian membenarkan mitos tersebut. Studi yang dipublikasikan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences  mengatakan bahwa banyak pria berselingkuh di usia 29, 39, 49, dan 59 tahun. Fenomena ini serung disebut dengan akhiran sembilan. Akan tetapi, dari data yang terkumpul menunjukkan pria lebih banyak berselingkuh di usia 49 tahun.

Studi tersebut menunjukkan bahwa seseorang akan mengalami masa perubahan dalam masa transisi 12 bulan ke usia yang baru. Seakan-akan nggak siap dengan usia yang baru, banyak pria yang menjadi khawatir dengan hidupnya dan membeli asuransi jiwa atau ikut investasi tabungan pensiun.

Oleh karena itu, banyak pria yang menanggapi pergantian umur ini dengan kurang bijak. Salah satu caranya dengan berselingkuh.  Mengapa? Sebab, dalam masa midlife crisis, ada waktu ketika mereka merasa kurang bahagia. Salah satu cara untuk mencari kebahagiaan itu dengan menemukannya di wanita lain.

Ternyata, penelitian ini dilakukan di tiga negara besar dan melibatkan ribuan orang sebagai responden. Studi menjelaskan bahwa ketidakstabilan kesejahteraan secara emosional terjadi saat usia remaja. Lalu, ketika memasuki usia paruh baya, ketidakstabilan emosional itu kembali terjadi. Mungkin kamu mengenal ini dengan istilah “puber kedua”. Dan puber ini sering ditandai dengan perselingkuhan

Mengejutkan bukan? Namun ini adalah fakta, dan mungkin di antara pembaca pernah mengalaminya, atau mungkin melihat seseorang mengalami puber kedua.

Perselingkuhan memang bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan. Namun, kita nggak boleh menutup mata atas hal tersebut. Pelajari lebih dalam di artikel sebelumnya. Meskipun mungkin kamu nggak menyukainya, tetapi ada fakta lain tentang perselingkuhan yang harus kamu ketahui