Teleponan Sampai 13 Jam Memangnya Bisa?

Home Articles Teleponan Sampai 13 Jam Memangnya Bisa?
Share the knowledge!

Beberapa hari lalu, di Twitter ramai soal orang yang teleponan sama pasangannya sampai 13 jam. Durasi yang luar biasa panjangnya itu tentu jadi santapan empuk buat diserang netizen. Banyak yang berspekulasi bahwa kedua pasangan itu adalah pengangguran, lagi mabok asmara, budak cinta, dan dugaan-dugaan lain yang intinya merendahkan. Tapi memang begitu dinamika sosial di Twitter; jika ada sesuatu yang aneh, ganjil, atau luar biasa, bisa dipastikan banyak yang menghujat. Padahal pasangan tersebut tampaknya happy-happy saja.

Teleponan sampai 13 jam itu juga menimbulkan pertanyaan:

Memangnya bisa teleponan sampai selama itu? Topik yang diomongkan apa saja?

Tentu saja Anda juga bisa menelepon ke pasangan atau ke gebetan sampai selama itu, asalkan Anda punya tiga syarat:  persiapkan banyak topik menarik, pandai membawa suasana saat ngobrol, dan waktu yang luar biasa kosong. Mustahil Anda bisa teleponan sampai 13 jam penuh dengan hanya bermodalkan satu topik saja, bisa-bisa pasangan Anda kejang-kejang karena bosan. Kalian juga harus punya waktu kosong seharian penuh, misalnya di hari libur, agar obrolan itu tidak mengganggu pekerjaan kalian. Kecuali… kalian memang pengangguran.

Lalu topik apa yang bikin kalian ngobrol selama 13 jam? Pakai saja sepuluh topik di bawah:

1. Harta Yang Paling Berharga Adalah Keluarga

Satu topik ini saja bisa dijadikan bahan ngobrol satu sampai tiga jam ke depan. Sebagai pihak paling dekat sekaligus paling berharga dalam hidup Anda, tentu Anda mengalami banyak kejadian bersama keluarga. Bisa soal liburan bareng keluarga, pengalaman-pengalaman lucu saudara-saudara Anda ketika masih kecil, kejadian-kejadian yang menjengkelkan karena keteledoran kakak Anda, pengalaman ketika dimarahi orangtua karena ketahuan bolos sekolah, hal-hal yang membuat Anda begitu menyayangi kedua orangtua meski kadang mereka menjengkelkan, dan sebagainya.

Contoh:

“Oh iya, gue jadi ingat waktu dimarahin orangtua gue dulu gara-gara….”

“Meski orangtua gue kadang ngeselin, tapi gue tetep sayang mereka karena….”

“Saudara gue bandel sih, dia pernah bikin orangtua gue khawatir karena….”

Baca juga:
Membangun Keluarga Bukan Hanya Soal Beranak

2. Katakan Bahwa Penampilannya Paling Sempurna

Anda senang kalau penampilan Anda dipuji? Nah, begitu pula dengan pasangan. Memuji penampilannya menunjukkan bahwa Anda mengapresiasi semua usahanya untuk tampil menarik. Jika Anda menjadikan ini topik obrolan, Anda bisa membuatnya tersipu-sipu malu dan tentu saja, dia jadi semakin mencintai Anda.

Contoh:

“Eh gue suka waktu loe pakai rok hitam di restoran kemarin. Loe kelihatan jadi lebih seksi dan gue bangga punya pasangan seseksi loe….”

“Beb, kamu cocok banget deh pakai model rambut sekarang. Kamu jadi lebih kelihatan ganteng dan jantan. Aku jadi makin sayang.”

“Omong-omong kemeja yang baru kamu beli kemarin itu cocok bener sama badan kamu. Aku harus hati-hati nih, pasti banyak cewek yang ngelirik kamu.”

Baca juga:
Mengapa Pria Takut Berpenampilan Menarik?
   

3. Membicarakan Teman Di Belakang

Tidak pernah ada bosannya membicarakan teman karena mereka seringkali tertimpa kejadian menarik yang belum tentu Anda alami. Agar pembahasannya tidak ada habisnya, maka Anda bisa membicarakan teman Anda sendiri, teman pasangan, temannya mantan, temannya orangtua, temannya tetangga, dan temannya teman. Barangkali ini lebih tepat disebut dengan menggosip.

Untuk memakai topik ini, pastikan dulu Anda benar-benar punya teman. Bukan teman imajinasi, tokoh anime, dan makhluk-makhluk gaib lainnya.

Contoh:

“Gue dengar si Anu lagi kena masalah….”

“Jangan sampai kayak si Anu deh, dia pernah….”

“Gue jengkel banget sama si Anu, soalnya….”

Baca juga:
Mencegah Bahaya Laten Friendzone

4. Diskusi Isu Yang Lagi Trending Sekarang

Ingin ngobrol selama mungkin sama pasangan tapi kehabisan topik atau tidak tahu topiknya? Gampang. Buka Twitter atau Facebook, dan Anda akan menemukan puluhan isu-isu terkini yang bisa dijadikan topik obrolan sampai pagi. Anda tinggal pilih saja isu mana yang mau dbahas. Kalau habis, ya tinggal pilih isu lain.

Contoh:

“Gimana persiapan loe buat ngehadapain New Normal? Loe udah masuk kantor ‘kan?”

“Gue pengen beli Playstation 5 nih. Enaknya langsung beli di awal rilis atau nunggu beberapa bulan ya?”

“Serem ya di Amerika lagi banyak demo. Moga-moga kejadiannya gak sampai di sini….”  

Baca juga:
Apa Resikonya Sering Pamer Kemesraan Di Medsos

5. Hobi Yang Bikin Lupa Diri

Manusia mana yang tidak punya hobi? Hobi adalah salah satu cara manusia mengurangi stress karena masalah-masalah hidup. Membicarakan hobi berarti membicarakan kebahagiaan, kelegaan, kesenangan, dan kebebasan. Kalian dijamin bakal semangat membicarakannya sampai berjam-jam.

Seaneh apa pun hobi Anda, jangan malu membicarakannya ke pasangan. Justru itu yang membuat kalian mengenali keunikan masing-masing. Jelas menyenangkan mendengar pasangan begitu bersemangat menceritakan susahnya mengoleksi berbagai macam tulang belulang dinosaurus, Anda pun juga bersemangat menceritakan koleksi jenglot yang Anda pajang di kamar.

Contoh:

“Gue pengen tahu dong loe doyannya ngerjain hobi apa….”

“Gue kalau lagi senggang biasanya ngerjain….”

“Gue ada koleksi ABCD soalnya punya sejarah panjang bener. Nah, kalau loe biasanya ngoleksi apaan?”

Baca juga:
5 Self Upgrade Untuk Dilakukan Pria Selama Wabah Corona

6. Saling Mengenali Dengan Bercerita Kegiatan Sehari-hari

Namanya juga berusaha saling mengenali masing-masing lebih dalam, caranya tentu saja dengan memberi tahu kegiatan Anda sehari-hari. Jika Anda terbuka menceritakan kegiatan sehari-hari Anda, maka pasangan atau gebetan juga akan terbuka menceritakan kegiatan sehari-harinya. Kalian jadi lebih mengenal masing-masing bukan?

Apa yang Anda kerjakan hari ini? Kejadian menarik apa yang menimpa Anda kemarin? Apa rutinitas Anda? Ceritakan itu!

Contoh:

“Selama WFH ini gue kegiatannya cuma bangun, kerja, makan siang, nyuci piring, nyapu, kerja lagi sampai sore, makan malam, chatting-an sama loe, terus tidur. Rada bosenin ya? Kalau loe kegiatannya ngapain aja nih?”

“Gue sudah terbiasa nyuci piring setelah makan. Rasanya risih banget kalau ngelihat piring dan gelas kotor numpuk di wastafel. Gue harap loe gak doyan numpuk piring kotor….”

“Untunglah kos gue dekat sama kantor jadi gue selalu jalan kaki ke sana. Kalau loe ke kantor naik apa? Sepeda apa angkot?”

Baca juga:
Bagaimana Memperkuat Cinta Selama PSBB Coronavirus?

7. Saling Berbagi Rahasia Ringan

Sebuah hubungan memang sebaiknya dilandasi dengan saling jujur dan transparan agar bisa berjalan langgeng. Tapi Anda jangan terlalu transparan sampai membuka semua rahasia yang bisa mencoreng nama baik Anda di depan pasangan. Anda cukup beberkan rahasia-rahasia ringan, maka itu sudah membuat pasangan merasa dirinya istimewa dan senang karena Anda mau terbuka.  

Membuka rahasia ringan akan memancing pasangan membuka rahasianya juga. Jadi bersiap-siaplah menghabiskan waktu berjam-jam mengulik kisah terpendam masing-masing.  

Contoh:
“Gue mau jujur sama loe. Waktu SD, gue pernah nyuri buku di perpustakaan sekolah karena orangtua gak sanggup belikan gue buku. Gue sampai sekarang merasa bersalah. Udah lama gue pengen ngembaliin buku itu, tapi sekolah gue udah tutup….”

“Gue mau ngomong sesuatu, tapi jangan bilang ke siapa-siapa ya. Gue sebenernya pakai wifi kos, tapi gak ikutan bayar iurannya. Kayaknya mereka lupa kalau gue seharusnya terdaftar di iuran mereka. Lumayan, gue bisa hemat paket data….”

“Loe lihat laptop itu? Itu sebenernya punya tetangga gang sebelah, tapi kurirnya salah ngirim ke rumah. Waktu itu gue iyain aja, gue kira itu laptop pesenan adek gue. Mana gue terimanya pas masih ngantuk karena begadang nonton bola….”

Baca juga:
Komunikasi Bukan Kunci Hubungan Harmonis

8. Apa Pun Yang Berhubungan Dengan Makanan

Hei, siapa yang tidak suka membahas makanan? Di mana pun Anda berada, topik ini selalu jadi bahan perbincangan. Apa yang paling sering Anda obrolkan waktu nongkrong? Apa yang jadi trending topic di Twitter? Apa yang Anda obrolkan bersama keluarga di meja makan? Jawabannya pasti tidak jauh dari soal makanan.

Contoh:

“Gue suka banget makan ayam geprek ABCD level pedas 10! Potongan ayamnya lebih besar, terus bumbunya bener-bener masuk ke daging sampai ke tulang-tulangnya. Loe tahan gak makan pedes? Kalau gue lihat, kayaknya nggak deh….”

“Kemarin gue makan sayur yang rasanya mirip sayur urap, tapi ini agak beda soalnya lebih manis. Nah gue lupa namanya. Barangkali loe tahu nama sayur yang gue maksud….”

“Gue bosen nih beli makan di luar mulu. Bawaannya pengen makan masakan rumahan. Eh gini aja deh, gue belikan bahan makanannya, loe yang masak ya. Gue bantuin juga deh….”

Baca juga:
Siapkah Anda Menghadapi New Normal Dalam Hubungan?

9. Film Favourit Yang Menggoyang Emosi

Sebagai manusia yang dibesarkan televisi dan produk digital, Anda dan pasangan tentu punya film favourit masing-masing. Film yang berhasil membuat Anda takut ke toilet sendirian, menangis berhari-hari, tertawa ngakak sampai ibu Anda harus menggedor pintu supaya Anda ingat hari sudah malam, dan sebagainya. Film-film yang berhasil membuat Anda tergugah secara emosi dan terngiang-ngiang di kepala itu bisa dijadikan topik ngobrol yang menarik minat pasangan.

Contoh:

“Gue dulu pernah nahan pipis semalaman gara-gara nonton The Thing. Busyet, gue terbayang-bayang adegan kepala putus terus kepalanya jadi monster gitu. Loe juga pasti pernah nonton satu film yang bikin loe takut ke toilet semalaman….”

“Gue kurang suka film cinta-cintaan. Ada sih satu yang gue suka, bukan karena pemainnya cakep, tapi karena ceritanya bagus bener. Kalau gak salah ingat, judulnya Her. Itu film tentang cowok yang jatuh cinta sama AI komputer. Nah loh, bingung kan loe? Wah loe harus nonton, soalnya….”

“Waktu masih bocah dulu, gue bisa nangis seharian kalau bangun kesiangan di hari minggu. Soalnya gue ketinggalan nonton Dragon Ball! Temen-temen di sekolah pada ngobrol seru soal Dragon Ball, gue cuma diem aja dengerin mereka. Gue tebak, loe pasti demen juga nonton kartun minggu. Nah loe paling suka nonton kartun apa?”

Baca juga:
17 Judul Film yang Bisa Menggambarkan Kehidupan Cintam
u

10. Pengalaman Paling Menyakitkan Yang Pernah Dialami

Ini memang bisa jadi topik obrolan berjam-jam karena menyangkut trauma masa lalu, tapi sebaiknya hindari topik ini jika malah membuka luka hati Anda. Pastikan dulu bahwa Anda sudah benar-benar sembuh sebelum menggunakan topik ini. Bila Anda ingin dia juga menceritakan pengalaman menyakitkan, Anda harus berikan keleluasaan ke pasangan bahwa tidak ada yang memaksanya bercerita.

Contoh:

“Gue jadi ingat masa-masa pacaran sama mantan. Gue pikir gak ada masalah di hubungan kami. Kami masih jalan-jalan sambil pegangan tangan, bercandain kelakuan orang-orang di Youtube, masih ngomongin masa depan bersama, masih upload foto-foto berdua ke Instagram. Eh tahu-tahu dia ngilang. Nomor gue diblok, akun-akun medsos gue juga diblok, teman dan keluarganya kayak nutup-nutupin sesuatu. Setahun kemudian, akun medsos gue mendadak udah gak diblok lagi, terus dia udah nikah dan gendong anak.”

“Gue agak trauma kalau buka usaha sama teman. Setahun lalu, gue ada rencana mau buka kafe di pinggir jalan ABCD sama teman. Ini teman main sudah lama dari SMA, bahkan sudah gue anggap saudara sendiri. Teman gue ini nyaranin mendingan uang modalnya dikasih ke dia aja, entar dia yang urus semuanya. Kebetulan waktu itu gue lagi dinas keluar kota dan sibuk banget, jadi bodohnya gue itu langsung iyain terus gue kirim Rp90.000.000 buat sewa tempat dan beli bahan-bahan. Pas gue balik dari dinas dan lihat tempatnya, wah tempatnya kosong! Teman gue itu kabur dari rumah dan nomor gue diblokir.”

Baca juga:
Topik Sakti Ngobrol Asyik Ke Gebetan

Cukup pakai lima dari sepuluh topik di atas saja bisa membuat Anda dan pasangan teleponan sampai 13 jam. Anda tidak perlu mengikuti contohnya seakurat mungkin, silakan dimodifikasi sesuai dengan pengalaman dan kondisi Anda sendiri. Juga yang tidak boleh Anda lupa, pastikan Anda dan pasangan benar-benar punya waktu luang. Resiko tanggung sendiri kalau dilakukan di jam kerja.

Apa? Anda merasa sepuluh topik di atas masih belum cukup buat teleponan sampai 13 jam? Baiklah, Anda bisa mendapatkan 50 topik lainnya berikut bagaimana membuat topik versi Anda sendiri di ebook 50 Topik Ngobrol. Anda bisa mendapatkan ebook-nya lewat LINK di bawah:

50 TOPIK NGOBROL

Jangan keasyikan teleponan sampai 13 jam dan menelantarkan keluarga ya!

Share the knowledge!